Seperti keinginan Chika, ia dan Zean pulang menggunakan mobil yang dikemudikan pak supir alias pak Arya. Keduanya duduk bersebelahan di kursi penumpang. Dari raut wajah Zean bisa Chika lihat kalau Zean kelelahan dan mengantuk.
"Ngantuk ya, sini tiduran" Kata Chika menepuk pundaknya
Zean tersenyum mengangguk lalu menyandarkan kepalanya pada bahu Chika
"atau mau rebahan aja" tawar Chika lagi
"Gak usah gini aja gapapa" jawab Zean sambil mengambil tangan kiri Chika untuk ia genggam lalu memejamkan matanya
Aishhh...entah sampai kapan Chika akan terus dibuat salting oleh tingkah Zean ini. Perlahan tangan kanan Chika mengusap-usap kepala Zean membuat Zean semakin terlelap.
Tak terasa di perjalanan Chika ikut tertidur pulas. Meski begitu Chika terbangun saat mereka hampir sampai. Berbeda dengan Zean yang masih tertidur dengan nyenyaknya tanpa terusik sedikit pun. Chika meminta pak Arya untuk langsung memarkirkan mobil Zean di depan teras. Setelahnya pak Arya juga langsung pamit meninggalkan Chika dan Zean berdua.
"Pasti cape banget nih sampe senyenyak ini" Gumam Chika memerhatikan Zean yang masih terlelap sambil menggenggam tangannya.
Chika tak bisa berhenti tersenyum kalau mengingat kini mereka sudah resmi sebagai sepasang kekasih.
"Sayang bangun dulu yuk, udah sampe tau" kata Chika dengan lembutnya membangunkan Zean dengan menyentuh pipinya
Perlahan Zean membuka matanya sambil menengok posisi mereka kini "Udah sampe ya" Tanyanya
"Iya udah, cape banget ya abis sepedaan nyenyak banget tidurnya. Oh ya tadi pak Arya titip salam dia pamit pulang"
"Oh iya, kamu mau mampir dulu?"
"Gak usah deh, aku mau pulang aja. Kayaknya bapak juga masih butuh istirahat"
"Tapi gapapa loh kalau mau mampir ada mama juga"
"Gapapa deh aku pulang dulu aja"
"Ya udah, oh iya ada satu hal yang mau saya omongin dulu"
"Bapak mau ngomong apa?"
Sebelum berbicara terlihat Zean sedikit ragu, "mm...gapapa ya kalau, kalau kita backstreet dulu" ucapnya pelan
Senyum Chika mendadak hilang dan menatap tak suka Zean, kenapa harus backstreet coba?.
Zean langsung menggengam erat tangan Chika, "Saya gak masalah kalau mama tau soal hubungan kita. Gak masalah juga kalau kamu mau ngasih tau Ashel, Jessi, atau temen-temen deket kamu yang lain. Cuma kalau di kampus saya rasa gak baik kalau terlalu banyak yang tau. Kamu mahasiswa dan saya dosen takutnya ada yang salah paham atau apa. Dan yang paling penting saya mau kita backstreet dari orang tua kamu" Jelas Zean
Mata Chika memicing bingung, okelah kalau Zean ingin backstreet saat di kampus tapi kalau di hadapan mami papi Chika kenapa harus backstreet, "Loh kenapa pak, aku rasa mami papi bakal fine-fine aja kok soal hubungan kita. Toh mereka juga tau anaknya selama ini selalu halu jadi pacarnya bapak" heran Chika
"Emm gapapa Chik, cuma saya belum siap aja kalau mami papi kamu tau soal hubungan kita"
"Dih sejak kapan pak Zean jadi penakut gini, kenapa sih?" tanya Chika penasaran
"Gapapa Chika, please sebentar aja kasih saya waktu buat beraniin diri. Saya janji ini gak akan lama, secepatnya kita bakal kasih tau mami papi kamu"
"Aku gak mau suudzon tapi jujur aku jadi mikir kalau bapak gak serius sama aku" Wajah Zean mendadak panik saat Chika berkata begitu
KAMU SEDANG MEMBACA
Cegil Zean
Novela Juvenil"Istighfar, Yessica!!!" ~Zean~ "Milyar-milyar juta-juta ratus-ratus sekian kemungkinan lelaki di dunia, aku cuma mau pak Zean" ~Chika~
