Zean melangkah dengan yakin disertai perasaan senangnya. Karena hari ini jadwal ia mengisi kelas yang dimana ada nona yessica di dalamnya. Usai menyapa seisi kelas, Zean duduk. Sekarang waktunya Zean menagih tugas yang ia sudah berikan minggu lalu.
"Oke semuanya, hm mengingat minggu lalu saya memberikan tugas untuk membuat materi power point pada kalian saya harap kalian sudah menyelesaikan karena hari ini saya akan meminta kalian untuk maju dan mempresentasikan ke depan" Ucap Zean menatap satu-persatu mahasiswanya
Sementara di tempat duduknya Chika mulai gelisah tak tenang lantaran belum menyelesaikan tugasnya "Mampus gue belum kelar lagi gimana nih" panik Chika dalam hati
"Oke siap-siap semua saya akan panggil secara acak ya" Zean tersenyum sambil memerhatikan daftar nama mahasiswa yang ada pada layar laptopnya.
"Jangan gue jangan gue please jangan gue dulu" Chika terus berdoa dalam hatinya, meski begitu Chika terus mengatur raut wajahnya agar tak terlihat panik dihadapan Zean
Harapan Chika musnah usai mendengar namanya disebut dengan jelas oleh Zean, otaknya membeku tubuhnya kaku bingung harus memberikan respon seperti apa. Tugasnya belum selesai, tapi sungguh Zean juga ikut andil dalam hal ini. Semenjak mereka pacaran Chika jadi lebih sering menghabiskan waktunya bersama Zean ketimbang hal lain bahkan ia sering mengabaikan tugasnya.
Semua orang menengok bingung ke arah Chika karena Chika malah diam mematung begitupun dengan Zean
"Chik, Chika lo dipanggil pak Zean tuh" Suara Ashel berhasil membuyarkan lamunan Chika, ia menelan ludah dengan susah payah lalu perlahan berdiri dan maju dengan perlahan menghampiri Zean.
Zean menatap bingung Chika yang sangat terlihat gelisah itu
"mmm... pak maaf aku eh saya lupa bawa tugasnya" ucap Chika sedikit berbisik
"gimana?" kalau boleh jujur Zean sudah mendengar apa yang Chika ucapkan ia hanya ingin Chika mengulangi perkataannya dengan suara yang lebih jelas
"saya lupa bawa tugasnya pak" ulang Chika
Sejenak Zean diam, sungguh dia sangat tidak suka dengan mahasiswa yang belum menyelesaikan tugas darinya padahal sudah lewat dateline. Ia jadi menyesal karena menyebut nama Chika paling pertama, dan sungguh Zean sedikit kecewa. Apakah bagi Chika tugas dari Zean itu tidak penting sampai dia mengabaikannya.
"lupa bawa atau belum selesai?" tanya Zean datar jujur Chika sedikit kesal mendengar nada bicaranya itu
"mmm itu pak" Chika mencoba mencari alasan
"Belum selesai kan?" potong Zean begitu saja
"Apa tugas dari saya kamu anggap gak penting?" tanya Zean kemudian
"Eh gak gitu kok pak"
"Dengar ya Chika kamu itu mahasiswa datang ke sini ya buat belajar, tugas dari dosen manapun itu harus kamu selesaikan. Saya gak terima alasan ini itu karena kalau sudah waktunya kumpul ya kumpul, paham?" Omel Zean yang membuat Chika menunduk takut
"iya pak maaf"
"Saya harap kamu gak pernah menyepelekan tugas dari siapapun lagi mulai sekarang. Hari ini saya masih mencoba berbaik hati dengan tidak menghukum kamu. Tapi kamu harus tetap menyelesaikan tugas dari saya itu. Batas waktu sampai jam 7 malam nanti" kata Zean memperingati
Dari sinilah kesalahpahaman terjadi Zean yang menganggap Chika menyepelekan tugasnya sementara Chika menganggap Zean kejam dan telah mempermalukannya di depan mahasiswa lain. Padahal menurut Chika orang nomor satu yang harus disalahkan karena Chika tak menyelesaikan tugasnya adalah Zean itu sendiri. Selama ini Chika selalu menyelesaikan tugasnya di malam hari tapi akhir-akhir ini Zean sering mengajak Chika keluar di malam hari sampai Chika lalai dan mengabaikan tugasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cegil Zean
Teen Fiction"Istighfar, Yessica!!!" ~Zean~ "Milyar-milyar juta-juta ratus-ratus sekian kemungkinan lelaki di dunia, aku cuma mau pak Zean" ~Chika~
