Sejak kejadian di toko es krim itu jujur Chika jadi aneh terhadap Zean. Bahkan waktu itu Chika buru-buru mengajak Zean pulang, jujur ia tak ekspek kalau Zean akan menciumnya sungguhan. Chika sengja mengabaikan setiap panggilan masuk dari Zean, bahkan Chika tak membalas semua pesan yang Zean kirim dan malah hanya membacanya. Terakhir Zean juga harus pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan jadi Zean tak bisa menemui Chika secara langsung sejak kejadian itu. Tentu saja perubahan sikap Chika bisa Zean rasakan dan itu juga membebani pikirannya sendiri. Malam ini adalah pertemuan mereka untuk pertama kali sejak kejadian itu, karena malam ini mereka harus menghadiri pernikahan Daniel dan Indah.
Saat keluar dari kamar dan berjalan di ruang tamu, Chika tak menyangka kalau sudah ada Zean sedang duduk dan mengobrol bersama maminya.
"Nah itu dia anak mami udah siap ih cantik banget sih sayang" Ucap Sandra melihat Chika yang tampil cantik dengan gaun putihnya
Zean terdiam menatap Chika, kenapa rasanya sudah lama sekali mereka tak bertemu padahal tidak sampai dari 2 hari. Apalagi malam ini penampilan Chika sangat cantik tunggu, kenapa Zean baru sadar kalau Chika secantik ini, ya Chika memang cantik tapi kali ini ah Zean susah mengungkapkannya.
"Chika pergi dulu ya mi" pamit Chika mencium tangan Sandra
"iya sayang hati-hati ya" jawab Sandra lembut sambil mengusap kepala Chika
"Zean eh Zean kok bengong sih anak mami cantik banget ya" Goda sandra membuat Zean tersadar dan sedikit salah tingkah karena kepergok menatap Chika tanpa berkedip
"ha iya tante kenapa?" jawab Zean tersenyum canggung
"tante titip Chika ya, inget pulangnya gak boleh terlalu larut dan harus dalam keadaan happy pastinya"
"Iya tan, kalau gitu kita pamit dulu ya!"
"iya hati-hati ya kalian"
"Iya tan, ayo Chik"
"Iya pak"
Keduanya segera berjalan keluar dari rumah menuju mobil. Sungguh aneh kenapa suasananya jadi secanggung ini. Bahkan tak ada obrolan apapun sampai mereka sampai di tujuan. Namun sebelum turun dari mobil akhirnya Zean mulai buka suara.
"Chika!" panggil Zean
Chika memejamkan matanya, sumpah ia tak berani menengok dia juga bingung ada apa dengan dirinya kenapa harus segugup ini
"Chika kamu denger saya kan?"
"Iya pak kenapa?" kata Chika tanpa menengok dia malah menatap lurus ke depan
"Saya minta maaf, kamu marah ya karena saya cium kamu beneran?" tanya Zean yang membuat Chika ingin tertawa
"Ha engga kok pak" kata Chika menahan tawa
"terus kenapa semua chat dari saya cuma dibaca gak ada yang dibales? telpon saya juga gak pernah kamu angkat sejak kejadian itu?" tanya Zean lagi
Chika menatap Zean tengil "sengaja" jawabnya santai membuat kening Zean berkerut bingung
"maksudnya?"
"Ya aku sengaja nyuekin bapak biar bapak kepikiran dan gak tenang. Gimana rasanya abis nyium aku 2 detik tapi kepikirannya terus-terusan?" Chika menaikkan alisnya menggoda Zean. Percayalah kalau Zean kini tengah menahan kesal karena tingkah Chika ini, dia pikir Chika marah atau kenapa eh ternyata malah sengaja astaga.
Zean menatap Chika datar ya ternyata Chika tetaplah Chika gadis yang tingkahnya selalu berhasil membuat ia heran, "Saya beneran gak habis pikir sama otak kamu terbuat dari apa sih sampai punya pemikiran iseng begitu. Kalau saya telepon karena hal penting gimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cegil Zean
Teen Fiction"Istighfar, Yessica!!!" ~Zean~ "Milyar-milyar juta-juta ratus-ratus sekian kemungkinan lelaki di dunia, aku cuma mau pak Zean" ~Chika~
