BAB 21 - Perubahan

4.1K 118 18
                                        

"Masalah di masa lalu adalah pelajaran terbaik untuk masa depan yang lebih baik

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Masalah di masa lalu adalah pelajaran terbaik untuk masa depan yang lebih baik."

***

"CA, SUMPAH INI rumah kamu? Gila! View-nya bagus banget!"

Saat ini Vera datang berkunjung. Tentu saja dia tak datang dengan tangan kosong. Ada banyak oleh-oleh yang dibawa, dari makanan sampai pakaian. Namun, agenda pertama mereka di detik pertama bertemu adalah pelukan ala Teletubbies untuk melepas kangen.

"Tahun baru, sabi nih nginep di rumahmu," sambung Vera.

Dia duduk di kursi kayu yang disediakan, dengan menghadap pada pemandangan kebun teh luas di depan sana. Semalam dia baru saja kembali dari Malang, tetapi karena sudah tak kuat kangen, paginya langsung berangkat lagi ke Ciwidey.

"Iya lah, wajib itu. Kamu harus ke sini, biar di sini tambah ramai." Caca duduk di sebelahnya. "Kebetulan keluarga aku dan mertua juga pada mau ke sini, jadi bakal ada acara seru."

Vera angguk-angguk. Dia kembali menghirup udara segar Ciwidey yang seperti membuat paru-paru melonggar dua kali lipat. Langit awal November kali ini tampak cerah, meski ada beberapa gumpalan awan kelabu yang terlihat di kejauhan.

Tiba-tiba ponsel Caca berdering. Ada panggilan masuk. Zeze? Sejak kejadian salah paham waktu itu, Zeze belum pernah mengganggunya lagi. Mereka hanya sesekali bertemu di gim, itu pun hanya ngobrol bahas permainan saja, tidak ada obrolan pribadi.

"Ya, Ze?" tanya Caca begitu selesai menjawab salam.

"Wasap, Cil! Wah, kamu tambah tembam sekarang. Dan ... tumben gak kausan?" Zeze celingukan, sedikit mengintip penampilan Caca.

Memang, belakangan ini Caca jadi lebih nyaman dasteran dan meninggalkan segala kolor serta kaus oblongnya. Dia juga jadi tertarik ke salon atau melakukan perawatan badan. Untunglah, Vera bisa menjadi guru privat dadakannya. Jadi, kadang malam-malam Caca tiba-tiba chat atau telepon cuma buat bahas skincare.

"Ngapa dah, penampilan aku aja jadi omonganmu?" balas Caca, keki sendiri.

Vera justru sependapat dengan Zeze, tentang ada yang aneh pada sahabat mereka. Jelas, dia hafal seorang Cahaya Januari. Caca sejak dulu cuek terhadap penampilan dan anaknya no ribet-ribet club. Namun, sekarang wanita itu sering meminta pendapatnya, tentang skincare-lah, dietlah, salonlah, pedi-medi-lah. Pokoknya waktu itu Vera sampai tersedak kopi yang diminumnya begitu mendengar pertanyaan polos Caca di telepon.

"Si Adit gak selingkuh, kan?" tanya Vera waktu itu.

Caca langsung memelotot meski Vera tak bisa melihatnya. "Mana ada! Modelan bucin begitu, aku tinggal bentar keluar tanpa izin aja dia langsung nelepon, nyariin."

Jawaban tersebut meyakinkan Vera karena Caca juga belum mengadu sambil nangis-nangis seperti waktu itu.

"Ya habis, jadi aneh aja lihat kamu jadi cewek betulan," kata Zeze usai cengar-cengir tak jelas. Lalu, tiba-tiba Deby muncul dan menyapa Caca.

Duar, Nikah! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang