SP - Iseng Berujung ....

2.6K 75 29
                                        

⚠️️*Bab ini panjang dan berpotensi bikin panas dingin.⚠️

ADA SATU HAL yang selalu dipikirkan Caca belakangan ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

ADA SATU HAL yang selalu dipikirkan Caca belakangan ini. Sejak sering sentuhan fisik dengan suaminya dan melalui momen-momen berdekatan yang kadang terlalu intim—dan tak aman buat jantungnya, ada satu titik dari sang suami yang selalu menghantui pikirannya.

Derap langkah pelan membuyarkan lamunan wanita itu. Tampak Adit berjalan masuk dengan tampilan yang sukses membuat Caca memelotot, kaget bercampur kagum yang tak bisa disembunyikan.

Pria itu datang dengan tubuh basah kuyup oleh keringat. Syukur-syukur kalau dia pakai pakaian lengkap. Ini hanya koloran, tubuh bagian atasnya dibiarkan terbuka. Jelas saja badan atletis pria itu langsung terekspos, tambah menggoda dengan keringat yang membuatnya seperti dilumuri minyak. Dia baru saja selesai workout di dalam ruangan khusus.

Caca meneguk ludah, memaksa kedua matanya untuk kembali fokus ke televisi yang sedang menayangkan anime One Piece di episode arc pembuka Alabasta. Namun, pemandangan tadi benar-benar membuat fokusnya pecah, bahkan anime seru itu tak bisa mengambil kembali kesadaran penuhnya.

Sepasang matanya menyipit, curi-curi pandang pada pria yang sedang meneguk air dari botol berukuran sedang, langsung, sambil berdiri di depan kulkas. Sebelah tangannya bertolak pinggang. Dia tampak cuek meski tampil buka-bukaan di depan istrinya yang sudah panas dingin tak karuan.

Caca sekarang tak bisa mengalihkan mata. Fokusnya terarah otomatis pada satu titik.

Bukan, bukan wajah itu—bukan karena bosan, hanya saja ada hal lain yang lebih menarik.

Jakun.

Jakun pria itu tampak bergerak-gerak mengikuti tegukan air yang dilakukan Adit.

Caca pernah baca dan dengar langsung dari Vera, bahwa pria, kalau disentuh jakunnya, pasti lepas kendali.

Lepas kendali? Memangnya banteng?

Caca sempat melontarkan pertanyaan itu dan langsung dapat ceramahan vulgar dari Vera tentang sisi sensitif seorang pria. Asem. Telinga dan otaknya langsung tercemar kata-kata kotor.

Namun, sepertinya Caca sekarang harus berterima kasih pada sahabat terbaiknya itu.

Beberapa teguk berikutnya, pria itu akhirnya berhenti minum. Ia menurunkan botol berukuran sedang yang sudah habis setengah, menatapnya sejenak sebelum menyadari ada yang sedang memperhatikannya sejak tadi. Senyum tipis penuh arti pria itu akhirnya terbit. Bukan dia tak menyadari bahwa sang istri curi-curi pandang sejak tadi. Dia hanya pura-pura tak sadar.

Dengan sengaja, Adit menyugar rambutnya dengan gerakan memesona. Caca nyaris tak berkedip. Namun, wanita itu buru-buru memalingkan muka sesaat sebelum Adit menoleh. Mampus!

"Ekhem!" Adit berdeham. Dengan santai, dia berjalan menghampiri sofa yang diduduki istrinya. Tanpa canggung, pria itu mendaratkan kedua tangan di punggung sofa, tepat mengungkung tubuh wanitanya dari jarak aman. "Sayang." Dia berbisik lembut tepat di telinga Caca usai merendahkan kepala.

Duar, Nikah! [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang