#JUARA I "BEST PROMOTION" MAC - PROSPEC MEDIA, 2024
"Ze, kalau aku suka sama kamu, gimana?"
Niatnya mau nembak gebetan, tetapi malah dapat balasan surat undangan. Empat tahun memendam cinta pada sahabat sendiri, ternyata kisah asmara Cahaya Januari...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Jangan mundur karena pemicu sepele. Hidup itu gak ada fitur CTRL+Z. Setiap keputusan ada risiko, siap gak siap, ya hadapi, jangan lari."
***
HARI INI JADWALprewedding Caca dan Adit yang berlokasi di tiga titik, dari Perkebunan Ciwidey, Ranca Upas, dan Kawah Putih. Vera membawa timnya sebagai perias; Sam juga membawa dua rekan untuk membantunya sebagai fotografer. Begitulah enaknya punya teman sebagi WO, pernikahan mendadak begini pun bisa terselamatkan.
"Ekspresimu kurang lagi, Dit!" Sam berdecak lagi sambil menurunkan kamera, lantas menatap jengkel pada sahabatnya yang langsung membuang muka.
Sejak tadi Adit terus berulah, seperti menunjukkan bahwa suasana hatinya tengah buruk. Dari terlambat datang kumpul di rumah Caca sehingga membuat keberangkatan mereka tertunda satu jam, sampai lokasi juga menghindari Caca terus, dan sekarang membuat Sam kerja dua kali lebih melelahkan karena terus-terusan take ulang.
"Lakimu kenapa, sih?" celetuk Vera usai menjauhkan botol minuman isotonik dingin dari mulutnya.
Beruntung hari ini cuaca cerah sehingga proses pemotretan di Kawah Putih tak terlalu mengkhawatirkan. Hamparan danau belerang yang hijau jernih dihiasi uap kabut tipis memang bakcground cantik untuk prewedd.
"Laki mulutmu," protes Caca dengan nada jengkel.
"Dih! Kan, bener, bentar lagi dia jadi lakimu, jadi partner hidupmu, partner serumah, partner bikin an—"
"ANAKONDA!" Caca memotong sambil membekap mulut Vera, bikin wanita itu langsung tersedak ludahnya sendiri karena hendak menyemburkan tawa. "Lagian laki apaan? Sah aja belum."
Vera cengengesan. "Kan, bentar lagi itu, Ca." Dia beralih mengambil lipstik. "Udah, sini, kurapiin dulu makeup kamu."
Mendengar itu, Caca cuma bisa menurut. Vera pun mulai membetulkan riasannya sambil lanjut gibahin topik random. Untunglah wanita itu ikut dalam rombongan, Caca jadi punya teman dan tak terlalu fokus menerka-nerka sikap Adit.
"Eh, tapi iya juga ya, Kak Adit kayaknya lagi badmood," celetuk Caca, mengalihkan topik begitu saja.
Untuk foto prewedd, Caca pakai hijab di semua sesi. Penampilan wanita itu jelas bikin pangling karena sehari-hari dia biasa tomboi.
"Ck! Telat banget kamu, Ca. Adit tuh emang lagi badmood, makanya dia ngehindarin kamu mulu, terus ekspresinya di kamera juga kentara banget," jawab Vera yang kini beralih merapikan alis Caca. "Btw, kok manggil 'kak', deh? Kalian udah mau halal woi, masa jadi kayak kakak-adek kelas?"
"Terus manggil sayang?" Vera mengangguki ucapan Caca. Wanita itu sontak saja mencebik. "Alay banget! Kami belum sedekat itu. Ini, bahkan sekarang aja aku bingung sama sikapnya."