JUST FANFICTION!!! SEMUANYA HANYALH FIKTIF DAN KARANGAN PENULIS SEMATA!
Berhubung Gfriend udah comeback aku jadi pengen buat cerita ini... hehehehe
Desember adalah bulan yang paling dingin bagi negeri ginseng ini. Meskipun begitu tidak menghentikan gadis 27 tahun ini untuk pergi ke gedung perusahaan lamanya untuk latihan. Namanya Eunha, merupakan anggota girlgrup GFRIEND yang sempat dibubarkan 3 tahun lalu. Namun pada tahun ke 10 grupnya melakukan reuni di agensi lamanya. Sebenarnya agak menyebalkan karena mereka harus kembali ke tempat di mana mereka diusir secara paksa 3 tahun lalu. Tapi inilah satu-satunya cara agar Eunha kembali melakukan aktivitas dengan teman-temannya, anggota GFRIEND.
Eunha menatap gedung tinggi itu dengan perasaan agak campur aduk, satu sisi ia senang karena akan bertemu teman-temannya yang sudah sampai duluan. Satu sisi ia gugup, bagaimana jika dia bertemu dengan orang itu?
Eunha memilih menghapus pikiran anehnya dan melanjutkan langkahnya memasuki gedung itu, lagi pula orang yang sedang ia pikirkan saat ini sedang wajib militer. Mustahil mereka bertemu kembali.
Semuanya terasa asing sekarang, banyak hal
yang berubah dari gedung ini. Eunha ingat dulu dia sangat suka makan roti panggang dari kantin gedung perusahaan ini. Eunha jadi ingin mencobanya. Mungkin setelah rapat dengan para petinggi agensinya dia akan makan roti panggang itu lagi.
Setelah rapat para anggota GFRIEND akhirnya mulai memasuki ruang rekaman, untuk mendengarkan lagu dan mencoba menyanyikannya dan membagi bagian-bagian lirik untuk dinyanyikan para anggota. Mereka berenam bekerja dengan profesional meski sesekali melemparkan candaan.
Hari demi hari berlalu, Eunha sangat disibukkan dengan latihan bernyanyi dan menari untuk menjelang kembalinya grup mereka ke industri musik. Semuanya bekerja keras dan saling membantu.
"Sepertinya hari ini cukup sampai di sini saja. Kita lanjutkan besok, ya!" ucap pelatih.
"Baik!" jawab para anggota secara bersamaan.
Mereka saling memberikan salam sebelum akhirnya pelatih meninggalkan ruang latihan. Eunha mengambil air mineral dan lansung meneguknya sampai setengah. Ia kemudian berbaring di ubin sambil mengatur napas.
"Gila, aku capek banget!" eluh SinB sambil bersandar di cermin besar dekat Eunha.
Eunha hanya tertawa. Meski mereka semua lelah, mereka tetap bahagia. Mereka seperti kembali ke beberapa tahun lalu ketika mereka masih berada dalam satu grup dan mempersiapkan comeback bersama.
"Guys, kalian sebaiknya pulang. Soalnya aku sudah mau pulang. Malam ini aku mau edit video untuk konten youtubeku..." ucap Sowon sembari berjalan menuju tasnya. Yang lain mengangguk dan mengikuti gerakan sang leader.
Tersisa Eunha yang masih berbaring, ia menanyakan jam kepada Yerin yang sedang memegang ponsel. Yerin bilang sekarang sudah hampir pagi.
Eunha memutuskan untuk tidak pulang dulu, dia mau makan roti panggang di kantin gedung ini. Setelah saling berpamitan, semuanya langsung pulang meninggalkan ruang latihan.
Eunha bangkit melawan rasa malasnya, ia merasa lelah dan malas bergerak, tetapi perutnya sudah keroncongan dan minta diisi. Dengan lunglai ia berjalan mengambil tasnya.
Eunha menyusuri gedung yang luas ini. Suasananya sangat sepi, karena saat ini memang bukan jam kerja. Hanya beberapa staff keamanan yang terlihat dan Eunha juga bertemu beberapa idol lain, mereka hanya saling melempar salam dan melanjutkan aktivitas mereka.
Sampai di kantin Eunha mengambil roti dari lemari penyimpanan dan memanggangnya sendiri. Sepertinya staff penjaga kantin belum datang.
Eunha duduk sendirian di meja makan yang ada di tempat itu sambil menikmati rotinya dan segelas kopi. Eunha sengaja meminum kopi agar tidak tertidur, soalnya dia dan anggota VIVIZ akan ada jadwal agak siang nanti.
Eunha terkejut saat tiba-tiba ada yang duduk di depannya.
"Long time no see!"
Jantung Eunha langsung berdetak kencang mendengar suara ini. Eunha kenal dengan suara itu. Iya, dia orang itu!
"Ah... Halo!" sapa Eunha sambil menunduk dengan kikuk. Lama tidak bertemu membuatnya agak merasa canggung. "Senior, kenapa kau ada di sini? Bukannya kau lagi wajib militer?"
Pria itu mengangkat topinya dan menatap Eunha sambil tersenyum, "Aku lagi libur dan kebetulan ada urusan di sini."
Eunha hanya mengangguk dengan canggung. "Senior mau roti?"
Pria itu menggeleng, "Aku sudah memesan makanan. Sepertinya sebentar lagi sampai. Ayo makan denganku!"
"Tidak perlu repot-repot senior, aku sudah makan, kok."
"Aku tahu kau habis latihan berat! Makan roti saja mana cukup? Aku sudah terlanjur pesan dua porsi loh."
Tidak lama kemudian datang seorang staff membawakan pesanan senior itu.
"Makanlah..." pinta senior itu pada Eunha setelah ia mengeluarkan makanan dari dalam kresek.
"Terima kasih, Senior Jungkook."
"Jangan kaku begitu, kita sudah kenal lama! Panggil nama saja, kita kan seumuran."
Eunha hanya tersenyum, "Iya, Jungkook."
Mereka menikmati makanan yang ada di depan mereka. Jungkook sambil bertanya-tanya tentang kehidupan Eunha setelah debut di grup barunya.
"Aku suka sekali menonton
video maniac challenge. koreografer kalian sangat hebat. Namanya Kany, ya?"
Eunha mengangguk, "Aku juga suka mendengar lagu barumu. Aku paling suka yang Standing Next To You dan 3D."
Jungkook tersenyum, "Aku tidak menyangka kau suka lagu itu."
"Lagu-lagumu bagus-bagus. Jangan heran banyak yang menyukainya. Termasuk aku!"
"Kalau aku bagaimana?"
Eunha mendongak dan menatap Jungkook, "Maaf?"
"Aku! Apa kau menyukaiku juga?"
Detak jantung yang sempat membaik itu berdetak kencang lagi. Eunha tersenyum kikuk, bingung menanggapi.
"Tentu saja! Banyak orang menyukaimu, Senior. Omong-omong bagaimana wajib militernya? Apakah kau kesulitan?"
"Kau tidak berubah dari dulu, Eunha. Selalu mengalihkan pembicaraan ketika membahas itu. Wajib militerku baik-baik saja. Tidak terlalu berat dan aku mendapat teman-teman yang baik."
"Syukurlah..."
"Kau... apa kau mengganti nomor ponselmu?" tanya Jungkook lagi.
"Ah iya, nomor ponselku sepertinya bocor. Banyak orang yang tiba-tiba menghubungiku."
"Pantas saja aku tidak bisa menghubungimu."
"Tapi untuk apa kau menghubungiku? Apa ada hal yang ingin kau katakan padaku?"
"Banyak hal yang ingin aku katakan padamu, Eunha." Jungkook tiba-tiba mengubah air mukanya menjadi serius.
Eunha ikut menatap balik, "Hal apa?"
"Hal-hal yang sepele, seperti yang kita lakukan di masa lalu."
Eunha tersenyum satu sudut, "Kau tau sendiri kalau masa lalu itu tidak akan bisa kita ulangi lagi, kan?"
Jungkook hanya bisa menunduk dengan tatapan sedih, "Kau benar..."
"Tapi kita bisa berhubungan baik lagi, kan? Seperti menjadi teman misalnya?"
Eunha menangkat mangkuk sterefoam dan meminum habis kuah sup yang tersisa. Ia kemudian menatap Jungkook. "Jungkook, kau itu adalah bintang paling terang saat ini. Orang-orang di sekitarmu adalah mereka yang juga bersinar terang sepertimu. Aku tidak mau menjadi sesuatu yang bersinar hanya karena pantulan sinarmu."
Eunha kemudian berdiri dan memakai tasnya. "Terima kasih atas sarapan yang enak ini, Senior. Aku akan membalasnya melalui manajermu."
Setelah berkata begitu, Eunha pamit dan meninggalkan Jungkook yang masih duduk di meja kantin.
"Sudah tidak ada kesempatan lagi ya, Eunha?" gumam Jungkook. Ia tersenyum getir sembari menatap punggung Eunha yang makin menjauh.
SEBENARNYA INI AKU UPLOAD JANUARI KEMARIN TAPI AKU LUPA😭😭😭
KAMU SEDANG MEMBACA
Their Story
FanfictionKumpulan Short Story Eunkook. Ada part bahasa non baku! Update sesuka hati author!
