Pendek aja si, yang penting nggak gantungin kalian, takut kena karma gue wkwkwkwk...
Ujian semester sudah selesai beberapa minggu yang lalu. Dan hari ini adalah pengumuman ranking satu sekolah. Mading sekolah menjadi tempat yang paling ramai sekarang, ratusan murid berkumpul ingin melihat pencapaian mereka selama 6 bulan terakhir.
Eunha bersama dua teman sekelasnya yang sekarang sudah akrab dengan Eunha, Yuna dan Mina namanya. Mereka bertiga hanya bisa melongo melihat bagaimana ramenya mading sekolah.
"Tunggu sepian dikit lah, rame banget. Males gue desak-desakkan." kata Yuna.
Mina mengangguk tapi tidak dengan Eunha, dia penasaran sekali ingin melihat ranking Jungkook. Apa pria itu berhasil atau tidak? Ia bahkan mengabaikan rankingnya sendiri.
"Aku kesana duluan, ya? Penasaran banget sama rankingnya Jungkook." kata Eunha.
Yuna dan Mina hanya mengangguk karena mereka sudah tahu alasan kenapa Eunha sangat ingin melihat ranking Jungkook.
Dengan susah payah Eunha menerobos kerumunan orang-orang itu. Apa lagi dengan tubuhnya yang mungil dan tenaga tidak seberapa membuat Eunha terjepit antara siswa siswi lain. Tapi ia tidak menyerah, rasa penasaran Eunha lebih besar.
Eunha melihat namanya berada di urutan pertama dan tentunya ia yang meraih predikat juara umum satu sekolah. Tapi Eunha mengabaikan itu, ia malah membaca setiap nama di bawah namanya dengan teliti meski agak kesusahan karena beberapa orang saling dorong-dorong. Baru sampai ke urutan 15 Eunha malah terdorong ke belakang karena terjadi aksi saling dorong-mendorong.
Berusaha menerobos lagi tapi Eunha malah terdorong lagi ke belakang sampai ia tersungkur di lantai. Yuna dan Mina langsung mendekati Eunha dan membantunya berdiri.
"Tunggu sepi aja, Eunha." kata Yuna.
Eunha akhirnya mengangguk dengan lesu. Ia terpaksa hanya menonton kerumunan orang-orang itu dengan rasa penasaran dengan rangking Jungkook.
"Tadi aku sempat lihat, sih... Udah sampai urutan 15 tapi nama Jungkook nggak ada. Aku takut dia nggak masuk 20 besar." kata Eunha terlihat lesu.
Mina mengusap belakang gadis itu, "Jangan mikir gitu. Siapa tau dia urutan 16, 17, 18, 19 atau 20, kan?"
"Iya semoga aja."
"Udah lihat rangkingmu?" Mina bertanya pada Eunha.
"Iya. Rangking 1."
Mina dan Yuna langsung tepuk tangan heboh. Membuat Eunha agak malu karena mereka jadi pusat perhatian sekarang.
"Gila... Pinter banget lo, Ha. Akhirnya ada yang menggeser Jaehyun dari rangking 1 berturut-turut." kata Yuna.
"Nggak heran, sih. Kalkulator berjalan ini, mah..." sambung Mina.
"Ih... Kalian apaan, sih..."
"EUNHA!"
Teriakan itu membuat Eunha dan kedua temannya menoleh. Tidak hanya mereka tapi beberapa siswa juga menoleh ke sumber teriakan itu.
"Eh Jungkook kenapa tuh?" tanya Yuna. Heran melihat Jungkook berlari menuju mereka. Lebih tepatnya menuju Eunha.
Jungkook datang-datang langsung memeluk Eunha dan menggendong gadis itu. Membuat mereka menjadi pusat perhatian.
"Jungkook turunin ih... Kenapa sih?"
Jungkook tersenyum lebar kemudian menurunkan Eunha. Ia juga mengecup pipi Eunha sekilas. Mina dan Yuna hanya bisa memalingkan wajah karena malu melihat adegan dua sejoli yang tidak tahu tempat itu.
"Jungkook ih..."
"Eunha, sekarang tanggal berapa?"
"13 juni. Emang kenapa?"
"Oke, 13 juni 2019 hari jadian Eunha Chairani dan Jungkook Givanno." kata Jungkook dengan menatap Eunha penuh kebahagiaan.
"Kamu masuk 20 besar?"
Jungkook mengangguk dengan semangat. Eunha merasa bahagia dan reflek memeluk Jungkook.
"Selamat, Jungkook. Akhirnya perjuangan kamu terbayarkan..."
Jungkook memeluk Eunha lebih erat, "Ini berkat kamu, sayang."
Eunha tersipu malu dengan panggilan Jungkook untuknya. Terdengar asing tapi sangat manis hingga membuat pipi Eunha merona.
"Selamat juga buat kamu karna bisa dapat juara umum semester ini." ucap Jungkook setelah keduanya menguraikan pelukan.
Eunha mengangguk dengan wajahnya yang tampak bahagia.
"Oh ya, kamu ranking berapa?" tanya Eunha pada Jungkook.
"20. Mentok banget ya?"
Eunha tersenyum teduh, "Nggak apa-apa. Yang penting masuk."
"Iya Eunha pacarnya Jungkook."
"Apa sih kamu, lebay banget."
"Biarin, lagi bahagia juga."
Eunha hanya tersenyum, ia merasa bahagia bercampur haru. Ia senang sekali usaha Jungkook tidak sia-sia. Dan juga sekarang status mereka bukan lagi teman tetapi pacar. Mengingat hal itu membuat pipi Eunha merona.
"Oh iya, sayang..."
Eunha mendongak dengan wajah masih merona. "Kenapa?"
"Inget janji yang sebelum ujian semester?"
"Yang mana?"
"Yang aku mau cium kamu sampe pingsan. Aku mau tagih."
"ISH JUNGKOOK!!!"
####
Dari pada gantung ye kan? Aku lanjut aja Soalnya digantung itu nggak enak gaes.
Ini beneran end woi!!
KAMU SEDANG MEMBACA
Their Story
FanfictionKumpulan Short Story Eunkook. Ada part bahasa non baku! Update sesuka hati author!
