How To Make a Baby?

5.9K 480 42
                                        

Cerita baru yah... bukan sequel dari cerita sebelumnya.
.
.
.
.


Sudah dua bulan Jungkook menempuh hidup barunya sebagai seorang suami. Sudah dua bulan juga ia tinggal bersama istrinya di apartemen mewah yang merupakan hadiah pernikahan dari ayahnya.

Hidup selama dua bulan bersama sang istri membuatnya sudah paham benar, bagaimana tabiat Jeon Eunha, istrinya.

Jungkook sedikit berterima kasih pada orang tuanya karena telah menjodohkan dirinya dengan Eunha. Meskipun tak ada dasar cinta, tapi Jungkook cukup senang dengan kehidupan pernikahannya. Eunha, istrinya adalah wanita penurut dan sangat baik. Jika Jungkook mengatakan sesuatu pada Eunha, gadis itu langsung menurut dan tidak membantah.

Hanya saja, gadis yang lebih muda empat tahun darinya itu sangat polos. Kadang Jungkook gemas sendiri dengan tingkah istrinya itu.

Mungkin faktor usia Eunha yang baru menginjak 19 tahun dan juga yang Jungkook tahu Eunha itu menjalani home schooling selama 6 tahun terakhir. Gadis yang baru tamat SMA beberapa bulan yang lalu itu tak pernah merasakan bagaimana pergaulan luar sehingga membuatnya menjadi gadis yang sangat polos.

Karena terlalu polos kadang Jungkook merasa dirinya adalah pedofil yang menikahi bocah berumur 10 tahun. Istrinya itu terlalu polos dan ditambah tubuhnya yang pendek serta pipi yang besar, benar-benar membuat Eunha terlihat seperti anak-anak.

Waktu itu, tepat satu minggu yang lalu gadis itu benar-benar membuat Jungkook geleng-geleng gemas dengan tingkahnya. Bagaimana tidak, gadis itu dengan santainya berkata...

"Jungkook oppa, apa kau mau minum susu?" Tanya Eunha dengan mata bulatnya menatap Jungkook yang tengah duduk santai di depan televisi, sedang menonton acara lawak di layar persegi panjang itu.

"Kau mau membuatkannya untukku?" Tanya Jungkook balik tanpa menatap istrinya.

"Tidak, kau minum saja susu'ku."

Ucapan ambigu Eunha sukses membuat Jungkook menoleh. Oh ayolah, orang dewasa seperti Jungkook pasti akan langsung beranggapan pada hal yang vulgar dengan mendengar ucapan Eunha.

Sebuah ide nakal terlintas di otak Jungkook. Ia menatap istrinya dengan senyum nakalnya.

"Benarkah? Kau yakin ingin memberikannya?" Katanya seraya menatap dada istrinya itu.

"Iya, oppa. Tunggu sebentar ya..." ucap Eunha. Kemudian gadis beranjak dari duduknya. Belum sempat Eunha berdiri, tangannya di tarik oleh Jungkook hingga gadis itu kembali duduk seperti posisinya semula.

"Kau mau kemana? Katanya ingin memberikan aku 'susu'mu?" Tanya Jungkook.

"Aku ingin mengambilnya di dapur. Tunggu sebentar..."

"Kenapa di dapur? Bukannya 'susu'mu sudah ada disini?" Jungkook masih mengeluarkan senyum nakalnya.

"Dimana? Seingatku aku menaruhnya di dapur tadi." Ucap Eunha seraya melirik sekitarnya.

Oh Tuhan, bunuh Jungkook sekarang. Eunha benar-benar polos. Untung saja Eunha berkata seperti itu pada dirinya. Tak terbayang jika Eunha mengatakan hal ambigu tadi pada pria lain.

"Ya sudah, ambilkan saja." Kata Jungkook akhirnya. Mengerjai anak polos seperti Eunha hanya membuat Jungkook semakin gemas saja.

"Baik, oppa." Kata Eunha, kemudian beranjak dari duduknya. Ia berjalan menuju dapur. Jungkook kembali fokus pada tontonannya dengan terkekeh. Istrinya benar-benar polos.

Eunha datang dengan segelas susu di tangannya. Gadis itu lantas duduk di sebelah Jungkook dan menyerahkan segelas susu itu pada suaminya.

Jungkook meraih segelas susu itu dan meneguknya hingga tinggal setengah.

"Eunha..." panggil Jungkook.

"Iya, oppa?"

"Jangan berikan susumu pada orang lain, hanya berikan padaku saja, okay?" Ucap Jungkook seraya menatap istrinya itu.

"Memangya kenapa, oppa?" Tanya Eunha dengan polosnya.

"Karena itu milikku."

"Baiklah..."

.
.
.

Jungkook menggelengkan kepalanya ketika mengingat kejadian minggu lalu itu. Ia benar-benar takjub dengan sifat polos istrinya.

"Ayolah, Oppa. Ayo kita berikan pada ibu." Eunha bergelayut manja dilengan Jungkook.

Ingin sekali Jungkook terjun di sungai han ketika mendengar permintaan istrinya.

"Eunha sayang, membuat bayi itu tidak mudah. Tidak seperti membuat kue tart yang sering kau buat di rumah." Jungkook berusaha menolak permintaan aneh Eunha.

Jika gadis itu minta sebuah tas limited edition, heels mahal atau boneka yang merupakan barang kesayangan Eunha, Jungkook akan mengabulkannya. Itu pasti.

Tapi wanita itu malah meminta bayi. Salahkan saja ibunya yang telah meminta cucu pada gadis polos seperti istrinya itu. Bayi? Jungkook saja belum pernah menyentuh Eunha.

Sebenarnya Jungkook tak masalah. Ia cukup siap menjadi seorang ayah. Tapi bagaimana dengan Eunha? Gadis polos itu bahkan tak tahu-menahu tentang bagaimana proses pembuatan bayi. Apa yang terjadi jika Jungkook melakukannya pada Eunha? Bisa-bisa Eunha langsung minta cerai padanya.

"Kau itu'kan kaya, oppa. Masa bayi saja tidak bisa?" Kata Eunha dengan mulut ia kerucutkan.

"Eunha, kaya atau miskin tak ada pengaruhnya dengan bayi. Bayi itu tidak di beli, sayang. Tapi dia dibuat." Jungkook masih berusaha meyakinkan Eunha.

"Ya sudah, ayo kita buat bayi!" Kata Eunha dengan bersemangat.

"Eunha, dengarkan aku. Membuat bayi itu tidak mudah. Rasanya sakit dan sangat lama." Jelas Jungkook lagi.

"Aku ini kuat, oppa. Aku akan menahan sakitnya."

Jungkook benar-benar tak sanggup melanjutkan obrolan ini bersama Eunha. Disini seolah-olah Eunha tengah memaksanya untuk melakukan 'hal itu'.

Meskipun itu merupakan hak Jungkook sebagai suami. Tapi Jungkook tak pernah menuntutnya. Ia yakin jika ia menuntut haknya pada Eunha, gadis itu pasti akan membencinya.

"Apa kau tau cara membuat bayi?" Tanya Jungkook.

Eunha hanya menggeleng dengan mata bulatnya menatap Jungkook.

"Sekarang, coba kau cari di internet, cara membuat bayi."

"Setelah kau tahu caranya. Ayo kita lakukan bersama!" Ucap Jungkook dengan senyum mantapnya.

Their StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang