Gamaliel memandang cemas pintu sebuah ruangan yang sudah tertutup sejak beberapa saat yang lalu. Di sampingnya ada sang daddy yang duduk dengan wajah cemas juga.
Beberapa saat yang lalu, kondisi kesehatan sang kakak terus menerus menurun, membuatnya dan sang daddy segera melarikan Bastian ke rumah sakit.
Ceklek.
Akhirnya pintu dimana sang kakak dimasukkan tadi pun terbuka, menampilkan seorang dokter wanita yang menggunakan masker.
"How is my son's health condition, doc?"
("Bagaimana kondisi kesehatan anak saya, dok?")
Dokter itu memandang Mike dan Gamaliel secara bergantian kemudian membuka maskernya dan menjawab pertanyaan dari Mike itu.
"After undergoing several health checks, your son has now been diagnosed with the virus."
("Setelah menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan, putra Anda kini telah didiagnosis terkena virus.")
Degh! Degh! Degh!
Jantung Mike berpacu cepat saat mendengar jawaban yang diberikan oleh dokter tersebut, begitupun dengan Gamaliel yang berdiri di sebelahnya yang saat ini terdiam.
"How is that possible, doc?"
("Bagaimana bisa, dok?") Tanya Gamaliel dengan lirih.
"Come with me, I will explain it to you both in my room!"
("Mari ikuti saya, saya akan menjelaskan pada anda berdua diruangan saya!")
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
"So the virus that is currently attacking your son's body is not a dangerous virus, but it should not be underestimated either. This virus can attack the human body when the body's immune system is low. The reason why your son got this virus, could be because of the changing weather, or other reasons that I can conclude, that your son contracted the virus from people he met, or people he had physical contact with."
("Jadi virus yang saat ini menyerang tubuh anak Anda bukanlah virus yang berbahaya, tetapi juga tidak boleh dianggap remeh. Virus ini dapat menyerang tubuh manusia saat sistem kekebalan tubuh sedang rendah. Alasan mengapa anak Anda terkena virus ini, bisa jadi karena perubahan cuaca, atau alasan lain yang bisa saya simpulkan, bahwa anak Anda tertular virus dari orang-orang yang ditemuinya, atau orang-orang yang memiliki kontak fisik dengannya.")
Mike menutup matanya sejenak, merasa menyesal setelah mendengar penjelasan dari sang dokter. Dia mengingat bahwa selama liburan ini mereka memang banyak menghabiskan waktu ditempat-tempat yang ramai, bahkan mereka sering berdempetan dengan turis-turis yang lain. Mungkin dari sanalah putra sulungnya terjangkit virus.
Seperti kata dokter tadi, walaupun memang tidak terlalu berbahaya, namun tidak boleh dianggap remeh. Apalagi virus itu sudah menyerang tubuh sang anak, hingga anaknya demam tinggi.
"Then how do I get rid of the virus from my son's body, doc?"
("Lalu bagaimana caranya menghilangkan virus itu dari tubuh putraku, dok?")
"You don't have to worry, sir! Our hospital has advanced equipment that can cure your son. Even though it is not a hospital in a big city, our hospital has various facilities to handle the health conditions of patients. Moreover, Cappadocia is visited by many tourists, so your son is not the first to be infected with this virus. There are many tourists who have also been infected with this virus, but we have managed to treat them, so believe that we will be able to cure your son, soon!"
("Anda tidak perlu khawatir, Tuan! Rumah sakit kami memiliki peralatan canggih yang dapat menyembuhkan putra Anda. Walaupun bukan rumah sakit di kota besar, rumah sakit kami memiliki berbagai fasilitas untuk menangani kondisi kesehatan pasien. Selain itu, Cappadocia dikunjungi oleh banyak wisatawan, jadi putra Anda bukanlah orang pertama yang terinfeksi virus ini. Banyak juga wisatawan yang terjangkit virus ini, tetapi kami telah berhasil menyembuhkannya, jadi percayalah bahwa kami akan dapat menyembuhkan putra Anda, segera!")
KAMU SEDANG MEMBACA
Son Of A Murderer (End)
Teen FictionCERITA INI HANYA TERDAPAT DALAM APLIKASI INI. JIKA ADA YANG MENEMUKAN CERITA YANG SERUPA DI APLIKASI LAIN, TOLONG LAPORKAN KEPADA SAYA. Peristiwa masa lalu yang tidak diketahui bagaimana kejelasannya, membuat Gamaliel hidup dengan title ' anak dari...
