Saat ini Mike dan kedua putranya sudah berada di sebuah lembah yang merupakan museum terbuka Selve atau Selve Open Air Museum.
Lembah Zelve adalah lembah luas dengan komunitas gua yang cukup besar yang pernah tinggal di sana. Wilayah kecil, yang menampilkan lima belas gereja gua dari era Bizantium, adalah pemukiman Turki hingga tahun 1960.
Saat ini, Lembah Zelve adalah museum terbuka yang menakjubkan. Di antara Avanos dan Goreme, di sebelah Lembah Biksu Pasabag, Lembah Zelve adalah salah satu lokasi museum terbuka paling terkenal di Cappadocia.
Museum Udara Terbuka Lembah Zelve, yang merupakan bagian dari a Situs Warisan Dunia UNESCO, adalah salah satu atraksi paling terkenal di Cappadocia dan menawarkan kesempatan kepada pengunjung untuk mengamati cerobong peri yang luas dan runcing.
(Sumber: Cappadociatravelpass.com)
Saat ini mereka sudah setengah perjalanan, meskipun kata Bastian kakinya agak legal, namun semuanya tidak masalah karena bisa terbayar dengan apa yang dia lihat.
Lukisan-lukisan yang ada pada dinding tempat itu benar-benar terlihat memukau, Gamaliel yang melihat itu saja merasa takjub.
"Cantik banget ya dad! Orang-orang zaman dulu memang hebat!" Sejak tiba di negara ini, Gamaliel selalu memuji bagaimana orang-orang zaman dulu yang bisa membuat tempat-tempat dan peninggalan-peninggalan yang indah walaupun di zaman dulu itu tidak ada alat-alat canggih dan modern seperti sekarang.
"Kakak pernah baca sebuah teori, bahwa zaman itu terus berputar!" Ujar Bastian yang saat ini berjalan disamping sang adik.
"Berputar? Maksudnya gimana kak?" Tanya Gamaliel sambil mengkerutkan keningnya.
"Gini misalnya dek, sekarang kita berada di zaman modern. Nah, zaman itu akan terus berputar seiring berjalannya waktu. Bahkan ada kemungkinan, ribuan atau jutaan tahun kedepannya, zaman akan kembali ke semula. Segala teknologi yang sekarang sudah tidak ada lagi, bahkan alat-alat canggih yang ditemukan oleh ilmuan-ilmuan pun akan hilang lenyap. Seolah-olah semuanya kembali ke zaman batu, dimana semuanya belum ada." Entah mendapat teori dari mana, tapi itulah yang ada dipikiran Bastian sekarang.
"Jadi maksud kakak, ribuan atau jutaan tahun yang lalu, sebenarnya manusia juga menemukan alat-alat canggih dan modern, kemudian seiring berjalannya waktu semuanya seolah-olah hilang dan manusia kembali ke zaman batu, terus berkembang lagi? Gitu?"
"Kurang lebih begitu dek!" Jawab Bastian, sambil mereka sekarang berjalan menyusuri jalan setapak, memasuki sebuah gua.
"Tapi semua orang kan memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Dan ini hanya menurut kakak saja sih!" Sambungnya lagi, Gamaliel manggut-manggut dibuatnya.
"Iya juga sih kak, aku juga setuju sama pendapat kakak. Tapi balik lagi ke awal, semua manusia memiliki pemikiran yang berbeda-beda." Balas Gamaliel.
"Bahkan sampai sekarang aku masih belum habis pikir bagaimana Piramida Giza di Mesir itu dibangun loh kak!" Sambungnya lagi, membuat Bastian tertawa kecil.
"Kakak juga sama dek, tapi semua misteri-misteri ini hanya Tuhan dan orang-orang zaman itulah yang tau." Balas Bastian.
"Kalian ini ngomong tentang sejarah, emangnya mau jadi sejarawan?" Mike yang sedari tadi berjalan dibelakang mereka berdua pun, akhirnya angkat bicara.
"Mau! Mau!! Aku mau tau banyak tentang dunia ini! Aku mau tau tentang peristiwa-peristiwa bersejarah masa lalu!!" Balas Gamaliel dengan semangat nya.
"Tapi nggak jadi deh!" Sambungnya lagi.
"Loh kok nggak jadi?" Tanya Bastian.
"Aku mau jadi ilmuan aja, aku mau bikin mesin waktu biar bisa datang ke masa lalu. Biar bisa ke Mesir dimasa pembuatan Piramida Giza, aku pengen liat apa yang sebenarnya terjadi di sana dan teknologi apa yang mereka punya sampai bisa buat Piramida itu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Son Of A Murderer (End)
टीन फिक्शनCERITA INI HANYA TERDAPAT DALAM APLIKASI INI. JIKA ADA YANG MENEMUKAN CERITA YANG SERUPA DI APLIKASI LAIN, TOLONG LAPORKAN KEPADA SAYA. Peristiwa masa lalu yang tidak diketahui bagaimana kejelasannya, membuat Gamaliel hidup dengan title ' anak dari...
