Part 29

1.6K 100 8
                                        

Gamaliel memandang penuh binar meja makan yang amat panjang yang dipenuhi dengan berbagai macam hidangan makanan laut.

Malam ini, di pinggiran pantai dengan terangnya bulan purnama ditambah lagi dengan beberapa cahaya lampu berukuran besar yang menyoroti mereka, Mike dan kedua putranya makan malam bersama dengan para bawahan mereka.

Hal yang sangat baru dan cukup mengejutkan mereka semua, ketika sang tuan besar tiba-tiba saja mengatakan bahwa mereka akan makan malam bersama di pinggir pantai malam ini.

Ternyata ini adalah permintaan dari putra bungsu tuan besar mereka, yang ingin makan malam ramai-ramai dengan semua yang ada di sana.

Gamaliel mengalihkan pandangannya ke arah laut yang terlihat bersinar-sinar ombaknya karena plankton, serta pemandangan kota dimalam hari diujung sana.

Terlihat lampu-lampu kota dimalam hari, dengan gedung-gedung tinggi dan megahnya.

Gamaliel tiba-tiba saja mengalihkan pandangan kearah Bastian yang terlihat memeluk pinggangnya.

"Dingin?" Tanya sang kakak, membuat Gamaliel tersenyum.

"Tentu saja tidak, kan kakak memakaikanku hoodie yang tebal ini," jawab Gamaliel, walaupun pasti ada sensasi dingin yang tetap saja tembus ketika angin bertiup, tapi suasana itu benar-benar sangat dia nikmati.

"Jangan sampai kedinginan, nanti masuk angin." Ucap Bastian, dia juga saat ini menggunakan hoodie yang serupa dengan milik adiknya.

"Baiklah karena makan malam kita sudah selesai disajikan, pada saat ini saya akan memimpin doa makan malam kita di malam ini, namun sebelum itu izinkan saya untuk membawakan doa makan menurut agama dan keyakinan saya yaitu agama Islam, dan yang beragama lain mohon menyesuaikan. Kalau begitu, mari kita berdoa."

Semua orang di sana pun segera berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, dengan doa yang dipimpin oleh Andhika.

Setelah selesai berdoa, 35 orang itupun mulai menyantap makan malam mereka masing-masing dengan khidmat.

Terlihat sesekali Bastian maupun Mike menyuapi Gamaliel, dan anak itupun balas menyuapi kakak dan Daddy nya itu.





🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾





Verse 1
♪Through the silence, I can hear your name,
In the shadows, I still feel the same.

(Di antara hening, kudengar namamu,
Dalam bayangan, rasa itu tetap sama.)

Every step I take, though I walk alone,
Somehow I know I’m already home.

(Setiap langkah meski ku tempuh sendiri,
Entah bagaimana, hatiku sudah kembali.)

Dengan duduk membuat lingkaran dan sebuah api unggun di tengah-tengah mereka, Bastian dan beberapa bodyguard lainnya memetik gitar dan yang lainnya bernyanyi.

Ternyata tepat di tengah-tengah pulau ini, tidak ditumbuhi dengan pohon, dengan bentuk lingkaran yang cukup besar, dimana sekarang pada bodyguard dan maid ternyata membangun tenda di sana.

Terlihat seperti sedang berkemah di gunung, mereka saat ini tengah menikmati waktu bersama sambil bernyanyi.

Chorus
♪No matter how far I’ve gone,
You’re the light I’m leaning on.

(Sejauh apa pun aku pergi,
Kaulah cahaya tempatku bertumpu.)

Even in the darkest night,
Your memory keeps me alive.

 Son Of A Murderer (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang