Part 53

1.5K 73 10
                                        

Dengan wajah sembabnya Bastian kini sarapan sendiri di meja makan. Padahal baru saja satu hari yang lalu keluarga mereka sarapan dengan penuh kehangatan di meja ini. Namun semuanya kini berubah.

Dalam kurun waktu selama dua puluh empat jam semuanya telah berubah. Sang daddy mengurung diri di kamar. Semuanya benar-benar terasa sangat cepat.

Mana Mike tau bahwa kejahatan di masa lalunya bisa terkuak, tak pernah terpikirkan di benaknya bahwa Gian tidak benar-benar menghapus rekaman itu.

Jika seandainya uang dua triliun itu masih kurang, kenapa tidak meminta lagi?

Selain karena itu, yang membuat Mike semakin terpuruk saat ini adalah ketika dia melihat keseluruhan video. Fakta yang tidak pernah dia ketahui selama ini akhirnya terkuak.

Sebenarnya istri kesayangannya lah yang mencoba untuk membunuh mommynya Gamaliel, tapi wanita itu akhirnya berhasil menyelamatkan diri dari istri kesayangannya itu. Namun naasnya nyawa wanita itu malah melayang di tangan suaminya sendiri.

Air mata Bastian kembali mengalir, dia mendorong piring makanannya. Sungguh makan disaat sedang menangis seperti ini rasanya tidak enak sekali di tenggorokan.

Beberapa pelayan yang melihat tuan muda mereka itu merasa sedih dengan apa yang sudah terjadi pada keluarga tuan besar mereka ini.

Bastian mengambil handphonenya yang ada di saku, kemudian mengirimkan pesan kepada seseorang.

You~
Jaga adikku baik-baik. Untuk saat ini semua keputusan ada ditangannya. Entah dia mau pulang atau tidak.

Bastian merasa bahwa bangunan ini tidak pantas untuk menjadi rumah bagi adiknya. Dia dan daddy mereka bukanlah tempat pulang yang aman.

Dia yang sejak kecil selalu membenci Gamaliel, selalu mengolok-olok anak itu dan merusak mentalnya, dengan sebutan anak dari seorang pembunuh, tanpa sadar bahwa dirinyalah anak dari seorang pembunuh yang sebenarnya.

Maminya telah mencoba untuk membunuh ibunya Gamaliel, namun pada akhirnya dia sendirilah yang terbunuh.

Bahkan sang daddy yang sangat Gamaliel cintai, sayangi dan hormati walaupun selama ini jahat padanya pun, ternyata adalah orang yang sudah membunuh ibunya.

Rivai Gregory~
Aku akan menjaga fisiknya dengan baik, namun mentalnya aku tidak bisa yakin. Ku harap kalian di sana juga baik-baik, karena sebentar lagi sesuatu yang besar akan terjadi.

Bastian tidak tau apa maksud kalimat terakhir dari Rivai tersebut. Walaupun sudah jelas dari tatapan yang dilayangkan oleh sang adik padanya semalam, namun bolehkan dia berharap agar sang adik tidak membencinya?

Dia menyesal telah membenci Gamaliel selama ini, dia sangat menyayangi adiknya itu. Dia tidak mau Gamaliel membencinya.

'Dek... Maaf...'

Ding... Dong...

Suara bell pintu terdengar, namun Bastian tidak peduli akan hal itu. Dia masih sibuk dengan kesedihannya. Kedua tangannya bertumpu pada meja makan, dan kepalanya tertunduk, masih dengan air mata yang terus mengalir.

“Kakak... Kok kakak nggak mau main sama Liel? Liel kesepian, kak...” waktu itu Gamaliel masih berusia tujuh tahun, lebih tepatnya satu bulan semenjak kepergian sang mommy.

“Ck, jangan sentuh-sentuh! Kamu itu anak dari orang jahat!” Bastian yang saat itu berusia sepuluh tahun langsung menghempaskan tangan Gamaliel yang menyentuhnya.

“Aku nggak sudi main sama kamu! Kamu itu anaknya pembunuh!”

“Mommy kamu udah bunuh mamiku!”

 Son Of A Murderer (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang