"Tuan, apa anda yakin tidak ingin melihat rekaman CCTV nya walau hanya sekali saja?"
"Sudah ku bilang, kan? Hapus rekamannya!" Bentak Mike.
"Jangan sampai polisi menemukan bukti apapun!" Sambungnya.
Seorang tangan kanan Mike memasuki ruangan, "permisi tuan, saya sudah menemui awak media dan menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh para wartawan sesuai dengan yang anda perintahkan! Saya juga sudah menghapus jejak CCTV dari ruangan itu, sehingga polisi percaya bahwa di tempat kejadian sama sekali tidak ada CCTV!" terangnya.
"Kerja bagus! Sekarang pergilah! Saya akan memberikanmu bonus besar atas kerja kerasmu!" Ujar Mike.
"Baik, terimakasih tuan. Kalau begitu saya permisi dulu!" ujar sang tangan kanan sebelum dia keluar dari ruang kerja sang tuan.
Setelah kepergian tangan kanannya, Mike menatap tajam kearah pria yang masih berdiri di sana.
"Sudah kau hapus rekamannya?" Tanya Mike.
"A-anda yakin tuan?" tanya pria itu lagi, membuat Mike mengeram marah.
"Sekali saya bilang ya, berarti ya! Saya tidak akan mengubah keputusan saya!" jawab Mike dengan bentakkan.
"Cepat hapus rekaman itu sebelum bocor ke media, Gian! Saya akan membayarmu jutaan kali lipat dari biasanya jika kau menghapus rekaman itu!"
Ya, pria yang bersama Mike itu adalah Gian.
"Baik tuan!"
Gian pun segera menghapus rekaman CCTV seperti yang diperintahkan oleh sang tuan. Namun tanpa Mike ketahui, Gian dengan otak liciknya malah menyalin rekaman itu ke filenya sendiri, sebagai antisipasi jika suatu hari dia membutuhkan hal itu sebagai senjata untuk mengancam Mike.
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾
Dengan kecepatan penuh Gamaliel mengendarai mobilnya, pikirannya kacau, air matanya terus saja mengalir di pipinya.
Hatinya sakit, tidak sanggup menerima kenyataan.
"SIALAANN!!! AKU BENCI KALIAN! AKU BENCIIII!!!" Teriaknya dengan frustasi.
Beberapa saat yang lalu_
Tubuhnya terasa sangat lemas setelah melihat rekaman CCTV sebelas tahun lalu, yang ditunjukkan oleh sang Tante.
Dia menatap sang daddy dengan tatapan kecewa, kemudian beralih pada kakaknya yang juga masih syok.
"Apakah yang ada di dalam rekaman itu adalah benar, dad? Dad... Tolong bilang ke aku kalau itu hanya editan... Iya kan, dad? Rekaman yang ditunjukkan Tante itu hanya editan, kan?!"
"JAWAB DADDY!" Untuk pertama kalinya Gamaliel berteriak dengan marah pada Daddy yang selalu dia cintai itu.
Gamaliel mengguncangkan tubuh sang daddy, "daddy jangan diam saja! Bilang ke kami semua kalau video itu cuman editan!!!" Teriaknya, namun nadanya kali ini lebih rendah.
Mike merasa sesak pada dadanya, benar apa yang dikatakan oleh Gian waktu itu. Seharusnya dia melihat dulu rekaman CCTV nya sebelum bertindak.
Jika seperti ini, semua kesalahan dilimpahkan kepadanya.
"Maaf..." Hanya satu kata itu yang mampu diucapkan Mike, namun semua yang ada di sana mengerti, bahwa rekaman itu memang nyata, bukan palsu.
"AKU BENCI DADDY!"
Degh...
Jantung Mike terasa akan berhenti berdetak mendengar kata benci yang dikatakan oleh putranya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Son Of A Murderer (End)
Teen FictionCERITA INI HANYA TERDAPAT DALAM APLIKASI INI. JIKA ADA YANG MENEMUKAN CERITA YANG SERUPA DI APLIKASI LAIN, TOLONG LAPORKAN KEPADA SAYA. Peristiwa masa lalu yang tidak diketahui bagaimana kejelasannya, membuat Gamaliel hidup dengan title ' anak dari...
