Kak Bastian Demitrius ~
Jangan dulu ke mansion, aku sama Daddy masih lama!
Buat dia nunggu, kalo perlu bikin dia kesal karena kamu datangnya lama!
Rivai yang sudah akan bersiap-siap untuk pergi menjemput Gamaliel untuk main ke rumahnya pun mendengkus kesal kemudian balik masuk kedalam rumah dan duduk di sofa sambil mengaktifkan mode pesawat pada handphonenya.
Sedangkan disisi lain_
"Ck, Daddy gimana sih! Bukan gitu cara lipatnya!"
"Udah kamu diam saja!" Balas Mike yang saat ini tengah fokus pada kertas kado di depannya dengan sebuah benda yang mestinya dibungkus dengan kertas itu.
"Tuan, biar saya bantu!" Ujar seorang wanita yang diduga merupakan seorang karyawan di toko tersebut.
"Tidak usah! Kau pergilah kerjakan pekerjaanmu!" Mike menolak mentah-mentah tawaran itu, dia ingin melakukannya sendiri untuk anaknya.
Sedari pagi Mike dan Bastian memang pergi ke mall untuk mencari hadiah buat Gamaliel yang hari ini usianya genap 18 tahun.
Acara sudah dia rencanakan sejak kemarin, Event design dan catering sudah dia pesan sejak kemarin, namun mereka akan bergerak setelah Gamaliel pergi dari mansion.
Tidak masalah jika anak itu pergi disaat sudah menjelang sore, event design yang dia pesan dia bayar hingga harga ratusan juta, padahal harganya hanya sampai puluhan juta saja, jadi akan sangat keterlaluan jika mereka bergerak lama, apalagi di mansionnya ada banyak sekali maid dan bodyguard yang bisa membantu mereka dalam mendekorasi mansion.
"Punyaku sudah selesai! Punya Daddy lama sekali!!"
Bastian memamerkan kadonya yang sudah dibungkus dengan rapi dan cantik kepada sang Daddy yang sepertinya masih sesat di jalan.
"Udah mau jam satu," monolog Bastian.
You~
Pergilah sekarang.
Setelah pesan itu terkirim, Bastian kembali memasukkan smartphonenya kedalam saku dan menyemangati sang daddy biar bungkusan kadonya cepat selesai.
••●••
Setelah memakan waktu perjalanan yang hampir satu jam, itupun setelah mengambil jalan pintas agar tidak terjebak macet, Rivai akhirnya tiba di mansion keluarga Demitrius.
Dan sesuai dugaannya, Gamaliel pasti akan bertanya mengapa dirinya lama sekali, untung saja Rivai memiliki alasan yang masuk akal untuk dikatakan dan hebatnya lagi, Gamaliel langsung percaya tanpa bertanya lebih.
Setelah masuk kedalam mobil, Rivai segera mengirimkan pesan kepada Bastian.
You~
Kita akan segera pergi dari mansion, pastikan semua yang bertugas sudah ada di dekat sini!
Rivai segera mematikan handphonenya ketika Gamaliel memberinya sebuah hadiah yang dibeli dari Turki.
Setelah mobil Rivai pergi dari khawasan mansion, para event design segera memasuki area mansion dan mulai mendekorasi mansion dengan sedemikian rupa dibantu oleh seluruh pekerja yang ada di mansion. Waktu mereka tidak banyak, hanya empat setengah jam hingga jam lima sore. Jadi mereka harus bergerak cepat, apalagi Mike memberikan bayaran yang jauh lebih banyak daripada harga yang mereka berikan.
Kemudian di jam tiga sore, akhirnya Mike dan Bastian tiba juga di mansion, mereka melihat ada banyak sekali yang mendekor luar maupun dalam mansion.
Ada sekitar dua puluh maid yang sedang membuat kue di dapur, karena mereka hanya memesan makanan berat saja pada catering, jadi segala makanan penutupnya dibuat sendiri oleh para maid.
KAMU SEDANG MEMBACA
Son Of A Murderer (End)
Novela JuvenilCERITA INI HANYA TERDAPAT DALAM APLIKASI INI. JIKA ADA YANG MENEMUKAN CERITA YANG SERUPA DI APLIKASI LAIN, TOLONG LAPORKAN KEPADA SAYA. Peristiwa masa lalu yang tidak diketahui bagaimana kejelasannya, membuat Gamaliel hidup dengan title ' anak dari...
