Part 45

1.2K 60 16
                                        

Akhirnya setelah hampir satu bulan berada di Türkiye, sore ini Mike dan kedua putranya bisa tiba di Tanah air dengan selamat sentosa.

"Kalian pulang lebih dulu, ya? Daddy mau mampir ke induk perusahaan terlebih dahulu!" Titah Mike sambil mengantar kedua putranya masuk kedalam mobil jemputan.

"Tapi kan ini sudah sore, dad! Kita juga baru tiba setelah melakukan perjalanan. Daddy pasti capek!" Ujar Gamaliel.

"Daddy hanya sebentar kok!" Mike mengusap rambut kedua anaknya kemudian pergi dengan mobilnya sendiri.

Setelah itu, mobil yang ditumpangi oleh Bastian dan Gamaliel pun mulai bergerak, menuju ke mansion besar mereka.

You~
Gue udah tiba.
Please datang kalo punya waktu.
Gue kangen.

Gamaliel mengirim pesan itu kepada sahabatnya, Rivai sebelum dia menatap sang kakak dan mengajak kakaknya itu bicara, menemani perjalanan pulang mereka.

Sekitar setengah jam akhirnya mereka tiba juga di mansion yang sudah hampir satu bulan mereka tinggalkan itu.

"Ini mobil siapa?" Bastian bertanya saat melihat satu mobil asing yang terparkir di depan mansion.

"Itu mobil nyonya Alya, tuan muda!" Jawab si supir, membuat tubuh Bastian menegang seketika.

Sepasang kakak beradik itupun segera masuk kedalam mansion dan mendapati sang Tante yang tengah meminum jus di ruang tamu.

"Tante?" Gamaliel tersenyum cerah kearah adik dari Daddy nya itu.

"Sayangnya Tante..." Alya langsung berdiri dan menyambut Gamaliel dalam pelukannya.

"Kangen..." Ucap Gamaliel.

"Tante juga kangen sama Gama," balas Alya.

"Gimana kabar kamu selama tante nggak ada, hm?" Tanya Alya sambil mengurai pelukan mereka.

"Baik tant, sangat baik malah!" Jawab Gamaliel dengan antusias, membuat Alya tersenyum lembut. Dia sudah tau dari salah satu maid yang dia bayar di mansion ini, bahwa perlakuan Mike kepada Gamaliel sudah jauh lebih baik selama beberapa bulan terakhir.

"Syukurlah kalau baik, tante senang banget!" Balas Alya, kemudian memandang ke arah Bastian yang hanya diam saja.

"Bas, kamu nggak kangen sama tante?" Bastian menjadi gelagapan mendengar pertanyaan sang tante.

"Em tante a-aku... Aku minta maaf," Alya tersenyum kemudian dia beralih memeluk tubuh keponakan sulungnya itu.

"Tante juga minta maaf ke kamu, karena tante kelepasan waktu itu!" Balas Alya. Mengingat pertemuan terakhirnya dengan Bastian waktu itu sangatlah buruk karena terjadi pertengkaran antara keduanya.

"Tante sejak kapan di sini?" Alya mengalihkan pandangannya ke arah Gamaliel sebelum menjawab, "sejak dua hari yang lalu!" Tiga orang itu telah duduk di sofa.

"Tante sendiri?" Tanya Bastian.

"Enggak, Tante bareng keluarga. Tante sengaja nunggu di sini karena tau kalau hari ini kalian akan pulang!" Alya menjawab, sekaligus memberitahu tentang maksud kehadirannya di sini.

"Tante bareng keluarga? Itu artinya bareng om Xander dan anak-anak tante?" Alya tersenyum kemudian mengangguk sebagai jawaban.

"Terus, mana mereka tant?" Tanya Gamaliel lagi.

"Mereka akan menyusul sebentar lagi, di jam makan malam!" Jawab Alya. Sudah lama sekali mereka tidak kumpul-kumpul keluarga, jadi hari ini dia meminta suami dan anak-anaknya agar datang kemari untuk kumpul makan malam bersama di mansion ini.



 Son Of A Murderer (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang