22. Deuxe

599 60 5
                                        

Keadaan di garda terdepan terlihat lumayan kacau, monster terus-menerus berdatangan seperti tidak ada habisnya.
Mark kembali mengangkat pedang miliknya yang berselimutkan api, menebaskannya pada manusia setengah hewan yang berusaha untuk menyerang dirinya. Kedua matanya tetap mencari sosok yang menjadi dalang dari semua ini, lewat apa yang dikatakan oleh Hina saat menyusun rencana, Deuxe akan muncul dari portal utama bersama dengan penyihir yang membantu Deuxe.

Tiba-tiba saja Tyra mengeluarkan suara melengking dan membuat Mark langsung menoleh menatap familinya yang kini sedang terbang diudara untuk membantu dirinya membakar monster dan pasukan musuh.

"Akhirnya kau datang," Mark berlari ke arah portal utama yang memiliki gerbang dengan tinggi kurang lebih 30 meter itu.

"Deuxe," Mark bisa melihat sosok Deuxe yang berdiri dengan gagahnya bersama dengan seorang penyihir muda disampingnya.
Tyra menyemburkan apinya, mengalahkan semua musuh untuk membentuk jalan Mark menuju ke Deuxe. Mark sudah siap menghunuskan pedangnya, namun bahkan sebelum pedang itu menyentuh Deuxe, pedang milik Mark terpental karena perisai tak kasat mata yang melindungi Deuxe.

"Cobalah untuk membunuhku jika kau bisa, Pangeran Markleon," ucapan Deuxe membuat amarah Mark semakin besar.

"Pergilah ke istana dan hancurkan istana," Deuxe memerintahkan Noux, tentu saja anak itu juga sudah dilindungi oleh perisai yang sama dengan Deuxe. Meskipun takut, Noux tetap mengambil langkah untuk menuju ke istana sambil menghidupkan orang atau makhluk yang sudah mati yang tubuhnya masih bersisa.

"Kau tidak akan pergi kemana-mana," Jeno menghadang Noux, melihat Jeno yang datang tepat waktu membuat Mark bisa lega karena setidaknya ia bisa fokus menghadapi Deuxe.

"Kalian sangat menyusahkann," ucap Deuxe.

"Kau berani mengacaukan wilayahku, jadi kau harus terima akibatnya," Mark kembali maju untuk melawan Deuxe, berkali-kali pedangnya terpental karena perisai milik Deuxe.

Mark sambil memikirkan bagaimana cara ia bisa menembus perisai milik Deuxe, ia mencoba untuk menyalurkan kekuatan apinya kedalam pedang miliknya dengan jumlah yang lebih banyak.

Satu kali tebasan, Mark berhasil membuat retakan pada perisai milik Deuxe dan itu memberikan secercah harapan pada Mark. Perisai itu kebal terhadap senjata biasa.

Deuxe menggeram kesal melihat Mark yang menemukan titik kelemahan perisainya, sedari tadi dirinya hanya bisa mundur sambil menyombongkan diri karena Mark tidak bisa menyentuh dirinya.

Kali ini Deuxe memberikan perlawanan, ia menggunakan senjata miliknya, sebuah pedang berwarna merah darah dan mulai mengimbangi permainan pedang Mark.

Mark meningkatkan kecepatannya dalam menebaskan pedangnya,

"Aku pastikan akan mengalahkanmu disini, Deuxe, meskipun aku harus mengorbankan nyawaku," ucap Mark.
Sementara itu, Jeno berusaha untuk menghentikan langkah Noux, anak itu terus menyuruh agar para monster menyerang Jeno dan menghentikan langkah Jeno.

"Anak ini benar-benar merepotkan," Jeno berdecak, ia menggunakan kekuatannya untuk memerangkap Noux, tanah yang berubah menjadi batu keras itu membawa Noux kembali pada Jeno dengan keadaan seluruh tubuh Noux kecuali kepala Noux terselimuti oleh batu.

"Dengan begini kau tidak akan bisa menghidupkan mereka lagi," Jeno berucap, ia menatap Noux, membuka tudung kepala Noux dan seketika itu juga Jeno terkejut melihat Noux adalah seorang anak-anak.

Noux menatap Jeno dengan raut ketakutannya, pedang sudah diarahkan ke lehernya dan itu membuat Noux memejamkan mata saking takutnya. Jeno yang melihat itu tidak tega, ia membawa tubuh Noux lebih tinggi lagi agar tidak ada yang bisa membebaskan anak itu. Sekarang ia harus membantu Mark.

ZODIAC (MARKNOHYUCK)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang