27. Resmi

685 57 11
                                        

Sore itu Haechan menikmati harinya dengan tenang, selain ia bisa menikmati angin sore di Geminic sendirian, ingat itu, dia sendirian setelah beberapa hari dikelilingi oleh dua Pangeran yang senang menggodanya itu.

Setelah Haechan puas menyapa warganya yang bahkan sudah memberikan hadiah pernikahan padahal waktu pernikahannya masih lumayan lama. Haechan berdiam diri di depan danau favorite nya, danau Mareblue.

Air danau di Geminic sangat jernih, terlampau jernih sampai dasar danau terlihat, bebatuan, hingga ikan dan hewan lain yang hidup disana terlihat denagan jelas.

"Huh... Sebentar lagi aku akan menikah, kenapa semuanya berjalan begitu cepat," Haechan mengerucutkan bibirnya, dia belum puas menjelajahi Geminic dan kerajaan lainnya.

Pemikiran itu membuat Haechan terdiam beberapa saat, otaknya mengingat sesuatu, gambaran kejadian-kejadian yang berputar membuat kepala Haechan sedikit pusing.

"Aku... Aku benar-benar pernah mengenal mereka," gumam Haechan, kepalanya barusan memutar ingatan yang entah kapan, dalam ingatan itu ada dia, Mark, dan juga Jeno.

Haechan yakin apa yang terputar di otaknya itu adalah ingatannya, dia sangat yakin itu. Setetes air mata jatuh ke air danau karena Haechan masih menatap ke dasar danau, Haechan buru-buru menghapus air matanya kemudian bangkit dari posisinya.

"Aku harus segera kembali," Haechan melompat tinggi, kembali ke istana karena setelah ini dia ada jadwal untuk mencoba pakaian pernikahannya nanti.

Haechan pergi bersama dengan Hina, karena Ten sedang mengurus segala hal yang berhubungan dengan pesta perayaan sedangkan Johnny sibuk mempersiapkan armada dan mengurus pembangunan kerajaan tentunya.

"Bagaimana menurutmu?" Haechan mencoba pakaian pertama, pakaian ini akan dia gunakan saat pesta pernikahan di Kerajaan Geminic, berwarna putih dengan gradasi biru muda dibawahnya serta ornamen yang dijahit dibagian lengan atas kanan dan kirinya.

"Satu fakta, kau selalu cantik menggunakan apapun," jawab Hina yang membuat Haechan berdecak,

"Mulai..." Haechan kembali masuk ke ruang ganti, acara yang dilakukan dua hari itu tentu Haechan memiliki dua baju yang akan dia pakai disetiap kerajaan dengan perpaduan warna yang sama seperti warna kerajaan masing-masing. Di Kerajaan Geminic mereka akan menggunakan baju yang dominan berwarna putih dan biru, di Leon mereka akan menggunakan baju dominan berwarna hitam, sedangkan di Tauria akan menggunakan baju berwarna putih dan keemasan.

Haechan mencoba satu-persatu baju yang diberikan padanya, ditengah kegiatannya itu Haechan menatap Hina ketika pelayan sedang membantunya memasangkan aksesoris.

"Hina, aku mengingat sesuatu tentang mereka berdua," ucap Haechan.

"Kau mengingat semuanya?" Tanya Hina yang dibalas gelengan kepala oleh Haechan,

"Tidak semuanya, tetapi aku yakin itu bagian dari ingatan dalam kehidupanku," jawab Haechan,

"Mereka memang pernah menjadi bagian dari kehidupanmu Haechan," ujar Hina sambil tersenyum.

Keduanya terdiam beberapa saat hingga pelayan selesai memakaian bajunya, Haechan mematut dirinya di cermin sambil beberapa kali memutar badannya untuk mengagumi dirinya sendiri.

"Aku tidak menyangka ketika bangun akan langsung menikah," ucap Haechan,

"Itu karena kau tidak mengingatnya saja, kau sudah lumayan banyak menghabiskan waktu bersama dengan kedua orang itu," Hina memeluk Haechan dari belakang, sebentar lagi mereka akan berpisah, benar-benar berpisah.

"Berjanjilah padaku kau akan sering berkunjung ke kerajaan," ucap Hina,

"Haha, aku tidak berjanji. Kau pikir aku bisa membelah diri di tiga kerajaan?" Jawaban Haechan mengundang tawa dari keduanya.

ZODIAC (MARKNOHYUCK)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang