23. Sedikit waktu

534 58 0
                                        

Setelah Haechan dibawa ke Geminic, semua pasukan Geminic ditarik mundur untuk kembali membangun Geminic untuk mengembalikan keadaan seperti semula. Deuxe sudah berhasil ditaklukan meski dengan pengorbanan Haechan.

Ditengah perjalanan menuju ke Geminic, Hina menghampiri seorang anak kecil yang sedang duduk bersandar pada pohon Warlou.

"Kau Noux kan?" Pertanyaan Hina membuat anak yang dipanggil menoleh untuk menatap Hina, kepala Noux mengangguk pelan.

"Bawa dia," perintah Hina kepada para pengawalnya, Noux hanya pasrah ketika ia dibawa oleh para pengawal, lebih baik daripada ia lebih banyak membunuh orang diluar sana bersama Deuxe.

Hina kembali berjalan bersama dengan yang lain, Jeno dan Mark berjalan dibelakang Hina. Sejak dalam perjalanan, Hina hanya diam dan tidak juga menjawab pertanyaan atau obrolan ketika Mark dan Jeno berusaha untuk membuka obrolan.

Pada akhirnya Mark dan Jeno menyerah untuk mengajak Hina berbicara.





--023--



Begitu sampai di istana, melihat anaknya pulang dalam keadaan yang sangat buruk membuat Ten tidak bisa menahan tangisnya. Melihat banyak tabib yang berdatangan untuk membuat Haechan lebih baik namun tidak ada satupun yang berhasil melakukannya, racun dalam tubuh Haechan masih menyebar meskipun perlahan, bahkan sihir pemurnian tidak bekerja pada Haechan.

"John... Kumohon selamatkan anakku," ucap Ten dengan suara serak akibat menangis.

Johnny tidak dapat menjawab permintaan Ten, sementara itu diluar kamar Haechan, ia melihat Hina yang masih diam mematung dengan tatapan kosong dan punggung bersandar pada dinding istana. Hina seperti tidak memiliki semangat untuk hidup.

"Pelayan, antar Hina untuk membersihkan diri. Dan kalian," Johnny menatap Mark dan Jeno.

"Sebaiknya kalian kembali ke kerajaan kalian terlebih dahulu," lanjut Johnny. Ia bisa melihat jika Jeno dan Mark terlihat enggan meninggalkan Haechan.

"Aku akan mengirim pesan, kembalilah dan bangun kembali kerajaan kalian terlebih dahulu," perintah Johnny, mau tidak mau Mark dan Jeno pada akhirnya berpamitan kepada Johnny dan Ten.

Mark dan Jeno pergi dengan keadaan tidak lega, meninggalkan Haechan yang sudah menyelamatkan mereka berdua membuat mereka merasa gagal berterimakasih, apalagi Haechan adalah calon istri mereka berdua nantinya.

"Aku akan mengirim tabib ke Geminic," ucap Mark,

"Aku akan mencari informasi cara menyembuhkan Haechan," timpal Jeno, mereka harus bergegas untuk menemukan cara menyembuhkan Haechan.

8 hari kemudian,

Haechan masih belum sadarkan diri, bahkan menunjukkan ciri-ciri bangun saja tidak. Hina masih selalu berada di kamar Haechan dan selalu mencari cara untuk bisa berkomunikasi dengan Dewa Castor dan Pollux namun usahanya sia-sia. Hina bahkan kesulitan tidur akhir-akhir ini.

"Kalian mengingkari janji kalian," ucap Hina, ia mengusap kepala Haechan, berharap saudara kembarnya itu bangun.

"Haechan, kau masih disana kan?" Hina berucap, ia yakin jika Haechan masih hidup dan akan segera sadar.

"Hina, Ayah sudah menunggu di meja makan, ayo," Tenio datang, ia berdiri di depan pintu kamar Haechan untuk mengajak putrinya itu makan malam karena sejak pagi Hina menolak untuk makan. Mungkin jika tidak dipaksa Hina bisa saja membiarkan dirinya kelaparan.

"Jangan menolak, Ayahmu hendak membicarakan sesuatu perihal Haechan juga," mendengar itu Hina menghela nafasnya, ia tidak bisa menolak kali ini.

Setelah membenarkan selimut Haechan, Hina berjalan meninggalkan kamar Haechan dan ke ruang makan. Sebenarnya baik Haechan maupun Hina masih belum ada yang menceritakan jika mereka adalah wadah dari Dewa Castor dan Pollux kepada Johnny.

ZODIAC (MARKNOHYUCK)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang