24

562 54 6
                                        

Jeno menggelengkan kepalanya, ia menatap Mark yang kini tengah membaca buku. Kini keduanya sedang berada di perpustakaan, mencari petunjuk untuk mengobati Haechan yang masih belum ada kabar jika keadaannya membaik.

"Aku tidak menemukan apapun," ucap Jeno, ia sudah membaca buku terakhir hari ini, matanya sudah mulai perih dan berair karena terlalu lama membaca buku. Ini sudah satu minggu sejak peperangan itu.

"Aku juga tidak menemukan apapun," Mark menimpali, ia menyandarkan punggungnya ke kursi lalu menatap langit-langit perpustakaan.

"Penyihir yang bersama Deuxe itu, apakah dia tahu caranya?" Tanya Jeno.

"Mungkin saja, sepertinya kita harus ke Geminic untuk memastikannya," jawab Mark.

"Pangeran, Raja meminta Tuan agar segera datang ke ruangannya," suara itu membuat Mark menghela nafasnya,

"Aku harus pergi, kau juga harus kembali. Pergilah ke Geminic terlebih dahulu jika memungkinkan, aku akan menyusul," setelah mendengar itu Jeno hanya menganggukkan kepalanya, ia berdiri dan ikut meninggalkan tempat.

Begitu Jeno sudah sampai di istana, ia mendapatkan kabar dari pembawa pesan jika Haechan mengamuk dan tidak sadarkan diri setelahnya.

"Ck, tidak ada waktu lagi," ujar Jeno, seharusnya ia langsung ke Geminic dan tida perlu kembali ke istana.

"Kuharap kau baik-baik saja," Jeno memanggil Tyra, famili-nya itu langsung membawa Jeno terbang menuju ke portal.





--024--




Ketika Jeno sampai disana, ia belum melihat Mark, jadi ia pergi mengunjungi Haechan terlebih dahulu. Jeno melihat Hina di pintu kamar Haechan, saudari perempuan Haechan itu langsung meneatap Jeno dengan mara sembabnya.

"Bagaimana keadaan Haechan?" Tanya Jeno,

"Dia pingsan lagi," jawab Hina, setelah itu Jeno masuk ke dalam kamar Haechan untuk melihat keadaan calon tunangannya itu. Haechan masih dalam pengawasan tabib dan penyihir kerajaan.

Jeno bisa melihat jika luka Haechan semakin merambat dan sudah hampir setengah tubuh Haechan seolah dilahap oleh luka itu.
Malam sudah hampir menjadi pagi, Jeno masih berada di kamar Haechan sementara Mark kabarnya sudah datang namun Raja memanggilnya.

Jeno duduk disamping Haechan, sambil tangan kirinya sesekali mengusap kepala Haechan yang masih betah memejamkan matanya itu.

Jeno kesal, melihat Haechan yang sampai seperti ini membuat dirinya merasa gagal melindungi Haechan. Pemuda itu bangkit, keluar dari kamar Haechan dan berjalan cepat menuju ke penjara bawah tanah.

Jeno langsung menghampiri sel milik Noux, "Hey, kau tahu cara menyembuhkan Haechan kan?" Tanya Jeno. Noux yang kala itu sedang tertidur pulas sampai terbangun, ia menatap Jeno dengan tatapan bingung. Ia tidak tahu siapa Haechan? Sejak datang ke kerajaan ini Noux bahkan tidak tahu siapa yang menolongnya, ia hanya tahu sebatas wajah orang yang disebut sebagai Pangeran dan Puteri saja.

"Apa maksudmu?" Tanya Noux.

"Ck," Jeno mendengus, ia baru ingat kalau Noux bahkan sudah tidak ada disana ketika Haechan terkena tombak milik Deuxe.

"Haechan, dia Pangeran Geminic yang menolongmu. Dalam peperangan itu Haechan terkena tombak milik Deuxe, dan sekarang dia tidak sadarkan diri," Jeno menjelaskan secara singkat, Noux terlihat terkejut, ia ikut sedih. Mau bagaimanapun juga, Haechan sudah menolongnya dan Noux tidak bisa membiarkan Haechan begitu saja.

"A-aku.. Aku tidak tahu apakah aku bisa menolongnya, aku tidak sehebat itu selain membangkitkan mayat," mendengar jawaban dari Noux membuat Jeno pasrah, ia kemudian berjalan meninggalkan penjara bawah tanah tanpa berkata apapun lagi.

ZODIAC (MARKNOHYUCK)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang