Geminic tidak pernah membuka diri dengan kerajaan lain selama ribuan tahun, namun berkat Haechan kini Geminic secara resmi membuka kunjungan dan menerima semua pengembara dan kerajaan yang ingin bekerja sama dalam bidang apapun.
Kemajuan teknologi di Geminic menjadi contoh untuk kerajaan lain, selain itu banyak kerajaan lain yang datang untuk belajar di Geminic. Semua kerajaan memiliki kelebihan mereka sendiri, pertukaran yang terjadi membuat kerajaan Geminic lebih maju.
Johnny masih menjadi raja di Geminic, selama Johnny masih kuat maka Hendery masih harus belajar lebih banyak hal tentang Geminic. Sementara itu anak kedua mereka, Haechan, kini hidup sebagai Ratu dari Kerajaan Leon dan putri dari Kerajaan Tauria.
Hanya saja posisi Haechan kini membuat ia sering berpisah dengan Jeno yang sesekali masih dipanggil untuk membantu pekerjaan di Tauria. Seperti hari ini, agenda rapat dengan para pejabat siang hari ini membuat Haechan bosan, dirinya keluar dari ruang rapat.
"Huft, aku merindukan Jeno. Kalau dia disini aku tidak akan mati kebosanan menemani Mark dengan agenda sebagai raja itu," gerutu Haechan, ia duduk disalah satu kursi taman istana, tidak seperti di Tauria taman-taman di Kerajaan Leon hampir tidak memiliki variasi bunga, Haechan hanya bisa menemukan bunga berwarna oranye dengan serbuk keemasan.
"Aku ingin ke Tauria," Haechan berdiri dari duduknya, seharusnya ini sudah jam makan siang. Hari ini Haechan memakai gaun berwarna hitam dengan sabuk berwarna kuning emas, khas sekali dari kerajaan Leon.
"Aku mencarimu kemana-mana," Haechan berbalik, ia menemukan Mark yang berjalan menghampirinya.
"Mark..." Anak itu merengek, menghampiri Mark lalu memeluk tubuh jangkung itu.
"Bosan, aku ingin pergi ke Tauria," ucap Haechan.
"Bosan atau kau merindukan Jeno?" Mark mengangkat satu alisnya, menatap suami manisnya itu, memang ia cemburu namun memang sudah lama Jeno belum kembali, sekitar tiga minggu.
"Baiklah, setelah semua agenda hari ini kita pergi ke Tauria," putus Mark, mendengar hal itu Haechan langsung tersenyum dan memeluk tubuh Mark.
"Terimakasih, aku rindu beberapa makanan disana," ujar Haechan, ia merasakan usapan lembut dikepalanya.
"Sekarang ayo makan siang," ajak Mark.
Meski semuanya masih terasa asing, namun perlahan Haechan mulai menerimanya. Statusnya sebagai ratu juga membuat dirinya disegani di tiga kerajaan, namun Haechan tetaplah Haechan, ia disenangi semua orang karena lebih banyak bersenggama dengan masyarakat layaknya dia di Geminic. Ia senang bermain dengan anak-anak di kerajaan Leon, Haechan seperti membagikan kebahagiaan kepada masyarakat Leon dan Tauria.
"Selamat siang Ratu Haechan,"
"Selamat siang Ratu,"
Mark menatap Haechan, ia menggenggam tangan Haechan meskipun di dalam istana, ia ingin menunjukkan bahwa Haechan adalah miliknya.
"Semua orang lebih senang menyapa dirimu," ujar Mark,
"Tentu saja, mereka lebih menyukai aku daripada dirimu yang dingin ini," jawab Haechan dengan bangganya, Mark mengusap kepala Haechan dengan lembut sambil tertawa.
Setelah makan siang, Haechan memutuskan untuk tidak kembali ke istana sementara Mark pergi melakukan pemeriksaan dibeberapa wilayahnya yang sedang mengalami krisis pangan.
Tentu saja Haechan pergi ke pasar untuk melihat beberapa barang dan makanan yang bisa dia bawa ke Tauria, sebagai oleh-oleh untuk mertuanya.
"Ratu!" Suara anak-anak kecil mengalihkan perhatian Haechan, ia menoleh ke sumber suara dan menemukan beberapa anak kecil yang menghampirinya. Seingat Haechan ia pernah mengunjungi mereka di panti asuhan dekat sini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZODIAC (MARKNOHYUCK)
Fiksi PenggemarSemua orang selalu menginginkan kekuasaan, bahkan Haechan sendiri yang hanyalah pengembara yang ingin mengetahui dunia lebih luas, tak hanya terbatas pada kerajaannya saja. ...
