WARNING‼️
- Typo bertebaran ✅
- chapter Masih lengkap ✅
- penulisan masih kurang ✅
Ini cerita pertama yang aku buat, mohon kerjasama nya dan baca info pentingnya dulu sebelum baca!
Mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung dan apa bila ada kes...
"Gimana caranya keluar dari sini? Tau caranya? " Tanya kyra pada dahlia, gadis itu mengangguk seraya tersenyum.
"Kita harus selesaikan tugas kita disini, itu aja" Jawabnya
"Maksudnya ? "
"Gini, ketika hati mu udah bener-bener merasa selesai dengan semua disini. Maka kita bakal balik, mau balik kesana kan? "
"Iya lah"
"Karena itu, ayo balik bareng"
⋇⋆✦⋆⋇
Pagi ini tampak begitu cerah, udara pun lebih dingin karena rintik hujan malam tadi. Semua orang sibuk dengan aktivitas mereka diakhir pekan ini, begitu pula dengan tokoh tanpa peran kita.
Gadis itu tengah duduk di ruang kerja nya seraya memeriksa semua dokumen perusahaan nya. Pekerjaan nya cukup banyak hari ini, tapi tidak sulit untuk menyelesaikan nya secepatnya.
Dan kalian tau kejutan hari ini?
Varenzo, pria tampan itu mengatakan akan bertunangan dengan sekertaris baru di perusahaan nya. Secepat ini? Wah, pria itu cukup agresif ternyata.
Kyra masih berpikir tentang ucapan dari dahlih dan juga wishlist nya untuk saat ini. Setelah semua wishlist nya selesai maka mereka akan kembali, meninggalkan duni novel ini. Masalahnya, apa para tokoh novel yang terlibat dengan mereka akan lupa nantinya? Lebih baik mereka lupa dan seolah tidak terjadi apa-apa, dari pada sebaliknya. Itu pasti akan menjadi ingatan yang buruk.
Seseorang mengetuk pintu, membuat nya tersadar dari lamunannya. Setelah menghela napas berat, kyra mempersilahkan orang itu masuk. Kepala pelayan masuk lalu membungkukkan tubuh memberi salam, gadis itu mengangguk.
"Nona, mereka sudah datang" Ucapnya memberitahu tentang kedatangan beberapa orang yang dimintanya.
"Hm, perlakukan mereka dengan baik. Aku akan kesana sebentar lagi" Sahutnya diangguki oleh Simon, setelah nya pergi dan menutup pintu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kyra
Setelah merapikan dokumen yang berserakan, kyra bangkit menuju ruang tamu. Menuju tempat inti the death tengah menunggu nya, jangan lupakan satu tokoh baru kita yaitu dahlia.
"Ratu gosip, lo ngapain disini? " Tanya Melvin seraya membuka kulit kuaci, pemuda itu mewakili rasa penasaran sahabat-sahabat nya. Gadis yang ditanya hanya mengedikkan bahu acuh, sedangkan Melvin yang diabaikan tersenyum kecut.
Mereka mendengar suara langkah mendekat, disana kyra berjalan menuju mereka dengan tersenyum tipis.
"Maaf udah bikin nunggu, ya" Ucap kyra, gadis itu duduk disofa single berhadapan dengan dahlia.
"Gapapa kok, kak" Sahut kenzo
"Iya, gapapa kak. Kita mah, nunggu seabad pun fine aja kalo untuk kakak cantik" Rayu alex diangguki rangga. sabiru menatap sahabatnya tajam, Membuat mereka terkekeh takut.
"Haha, bisa aja kalian" Gurau kyra tertawa kecil.
"Em, kakak manggil kalian kesini karena ada yang mau dikasih tau. Kakak harap kalian dengerin dengan baik, perkara percaya atau engga belakangan aja" Sambungnya menatap mereka.
"Terus, kenapa ada sih ratu gosip- eh maksudnya dahlia disini? " Tanya Samuel tidak berani melirik dahlia yang menatapnya sinis.
Kyra tersenyum lembut.
"Karena dia juga terlibat dalam hal yang ingin kakak sampaikan" Jawab gadis itu lalu menyesap teh yang dibawakan oleh maid.
Para pemuda disana tampak saling bertatapan, mereka merasa penasaran namun memiliki firasat jika ini ada sangkut pautnya dengan rahasia gadis di depannya yang sempat mereka bahas.
Kyra mulai menjelaskan dan memberitahu semua nya, dari dunia novel dan tujuan mereka agar bisa kembali. Semua nya mendengarkan dengan baik, ini hal yang sama seperti yang disampaikan oleh sabiru namun lebih detail.
"Dahlia, dia juga sama. Dia perasuk yang masuk ke dunia novel, dia juga berasal dari tempat yang sama seperti aku"
"Kami harap, kalian bisa membantu untuk bisa membuat kami kembali ke tempat asal. Apa kalian bisa? " Sambung kyra menatap mereka, dirinya tidak berharap banyak namun tidak ada salahnya memberitahu mereka.
Para inti the death mengangguk, reaksi yang tidak disangka oleh kedua gadis itu. Para pemuda itu tidak keberatan dan mempercayai mereka, itu bagus.
"Tapi, apa kakak udah cerita sama lucas? " Tanya kenzo membuat gadis itu terdiam, lalu menggeleng pelan.
"Kak, kita mau bantu. Tapi sebelumnya, tolong jujur sama lucas. Dia berhak tau, lebih berhak dari pada kami" Jelas Melvin.
"Aku, hanya belum siap buat kasih tau lucas. Tapi kakak mohon, jangan ada yang kasih tau dulu. Setelah kakak siap, kakak bakal kasih tau lucas" Kyra menatap mereka dengan memohon, selama ini dirinya memang belum siap. Bukan belum siap untuk pergi, namun belum siap untuk melihat anak yang selama ini selalu diusahakan kebahagiaan malah menangis karena nya.
Mereka kembali terdiam, saling bertatap. Lalu mengangguk, itu adalah keputusan kyra. Mereka hanya perlu waktu, biarkan gadis itu bersiap dengan hatinya.
"Mommy? Maksudnya apa?"
Deg-
Itu suara lucas, anaknya. Hati nya bergetar, lalu menatap lucas yang akhirnya muncul dari balik tembok. Bocah itu menahan tangis nya, hati kyra terasa sesak melihat nya.
"Mommy mau ninggalin lucas? Hiks-
⋇⋆✦⋆⋇
-
-
-
-
-
Segitu dulu yaw😁
Seperti biasa, tandai typo, komen, vote dan follow!!