BAB 36

1.5K 102 5
                                        

Freen dan seluruh keluarganya membawa sang nenek mereka kerumah sakit. Begitu juga dengan becky dan para sahabat Freen.

Mereka sampai bersamaan begitupun dengan Yoko dan lookmhe. Mereka berdua langsung masuk ke ruang UGD untuk memeriksa sang nenek. Dia bertekad untuk menyelamatkan sang nenek. Sedangkan semua orang menunggu mereka diluar.

Becky ingin mendekat pada tunangannya, tapi dia takut, karena seperti yang dikatakan Freen tadi menjadi kenyataan, ini semua salahnya karena tak mendengar perkataan sang kekasih.

"Bersabarlah, dia masih penuh dengan emosi". Lingling menghampiri becky yang terisak disana begitu juga dengan Sonya.

Becky hanya menunduk menyesali segala yang terjadi tanpa berani berkata.

Setelah sejam menunggu tanpa bergerak sedikitpun akhirnya Yoko dan Lookmhe keluar dengan wajah lega.

"Bagaimana keadaan nenek?? Tanya Freen dan Faye bersamaan.

" Dia berhasil melewati masa kritisnya, kita tinggal menunggu dia sadar, karena dia akan dipindahkan ke rawat inap.

Semua orang bernafas lega mendengar perkataan Lookmhe dan juga Yoko.

"Babe, aku". Becky mendekati Freen tapi yang dia dapatkan adalah tatapan dingin dan penuh emosi.

Dia menelan Saliva nya yang teras berat melihat ekspresi calon istrinya itu. Semua yang ada disana seakan tahu apa yang terjadi dan menyingkirkan diri memberikan mereka ruang untuk berbicara.

"Jika terjadi sesuatu pada nenekku, aku akan melenyapkan mereka dari Muka bumi ini". Ucapnya dingin sambil menatap tajam kekasihnya ini.

" Babe". Cicitnya ketakutan.

Freen berdiri dan melangkahkan kakinya keluar berusaha menghindari kekasihnya tapi langkahnya terhenti karena becky memeluknya dari belakang dengan erat dan menangis.

"Maafkan aku, jangan tinggalin aku". Becky menenggelamkan wajahnya dibalik punggung Freen dengan menangis histeris.

Dia tak mau kehilangan kekasih yang begitu dicintai nya.

" Aku tidak menghalangi mulai berbakti pada orangtua dan juga kakakmu, tapi kamu harus tahu jika mereka bukan manusia yang patut untuk diberi kesempatan".

Becky tak menjawab tapi menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanda setuju. Kepalanya terasa berat karena banyaknya beban pikiran yang berputar-putar di kepalanya menyebabkan dia pusing. Tangannya yang memeluk erat Freen terjatuh

Freen yang menyadari ada yang tidak beres kemudian berbalik dan ternyata Becky pingsan dibalik punggungnya.

"Honey, astaga". Freen langsung menangkap tubuh sang kekasih yang hampir terjatuh dan memanggil Lookmhe yang tidak jauh dari mereka.

" Bawah dia ke UGD". Lookmhe memeriksa Becky ternyata harus dirawat inap.

"Dia kenapa dek?? Tanya Freen dengan khawatir.

" Dia terlalu stres dan banyak pikiran, dia juga belum makan seharian ini". Lookmhe memasangkan jarum infus kepada Becky yang masih betah dalam pingsannya.

"Sebaiknya jangan terlalu keras padanya kak, jangan lupa dia sangat banyak menderita sebelumnya, jadi jangan menambah beban hatinya dan dia akan menjadi lebih strees dari ini".

" Aku akan berusaha, masalah ayah dan kakaknya, aku jamin mereka tak akan bisa keluar dari penjara". Freen mengepalkan tangannya penuh emosi.

"Kakak benar, jika kak Becky sadar sebaiknya, kakak mengajaknya berbicara dengan baik jangan pakai emosi".

Rumah Untuk Si KulkasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang