Jam telah menunjukkan waktu makan siang, kedua gadis cantik itu melangkahkan kakinya keluar dari perusahaan dan akan makan siang bersama. Mereka berdua bergandengan tangan selayaknya sepasang kekasih.
Mereka saling berpandangan mendengarkan apa yang digosipkan para karyawan di jam istirahat seperti saat ini. Mereka melangkahkan kakinya akan menghampiri mereka.
"Sayang banget yah, keluarga Chankimha semuanya seorang lesbian".
" Iya tuh sayang banget, padahal mereka sangat kaya dan juga snagat cantik, apalagi yang aku dengar pasangan mereka juga tak kalah kayanya seperti nona Freen itu, katanya dia bertunangan dengan anak perempuan tuan Amstrong ".
" Tidak apalah, toh mereka berdua memang serasih banget". Komentar yang lainnya
"Serasi apanya coba??, perempuan dengan perempuan gimana cara bercintanya itu??". Jijik salah satu dari mereka.
" Ih jangan bicara sembarangan nanti mereka dengar bisa habis karier kita". Salah satunya malah sedikit waras memperingatkan teman-teman nya untuk tidak berbicara sembarangan.
Mereka tidak menyadari jika Freen dan Becky berjalan menuju mereka karena sangat asyik bergosip.
"Mulai besok kalian tidak perlu datang bekerja lagi disini!! ". Becky berkata dengan dingin dan datar.
Dia tidak terima jika hubungannya dengan kekasihnya dihina seperti itu, dulu dia orang yang sangat lembut dan mudah tertindas tapi kini dia menyadari dia harus bisa membela dirinya sendiri dan melindungi yang dia sayangi.
Maka dia harus berani menindak tegas orang-orang yang menghina dan merendahkan dirinya dan orang-orang yang dia sayangi.
Mereka yang bergosip terperanjat kaget mendengar nada suara datar dan dingin itu. Mereka kemudian menelan salivanya melihat wajah yang tidak bersahabat itu memandangi mereka dengan tajam.
Sedangkan Freen hanya melihat dari belakang kekasihnya, sambil memasukkan kedua tangannya kedalam kantong celana kerjanya.
"Apa maksudnya nona, kami dipecat?? Tanyanya dengan gugup
" Saya rasa pendengaran kalian masih bagus untuk mendengarkan apa yang saya katakan barusan". Becky menatap mereka dengan tajam.
Aura kepemimpinan Becky langsung terpanas begitu dia menegur mereka
"Maafkan kami nona, apa kesalahan kami sehingga kami dipecat??". Salah satu dari mereka memberanikan diri untuk bertanya.
" Kalian tahu bahkan anjing saja yang diberi makan dan dirawat dengan baik tak akan menggigit tuannya, dan kalian bahkan diberi gaji dari perusahaan saya malah menghina pemilik sekaligus pemimpin kalian, apa itu pantas??, kalian tidak sadar jika kalian masih berada di Rana kantor tempat perusahaan ku berdiri??". Ucap Becky meakin dingin dan penuh intimidasi.
"Bukankah itu berlebihan nona?? Tanya mereka lagi dengan berani".
Becky tersenyum tipis melihat keangkuhan dari pegawainya itu, walau mereka salah tetap saja merasa dirinya hebat.
" Dengar baik-baik, saya tidak membutuhkan karyawan yang selalu memandang orang seakan dia manusia yang paling baik dan paling benar didunia ini, padahal bahkan lebih buruk lagi. Saya bahkan bisa menghancurkan keluarga kalian dan seluruh hidup kalian, dengan memblokir kalian disemua perusahaan besar jika saya mau". Seringai menyeramkan Becky tunjukkan kepada mereka.
"Nona kami". Ucap mereka tergagap.
Keringat mereka semua bercucuran karena ketakutan, apalagi ini menyangkut karier mereka.
" Sebelum kalian berbicara, berpikirlah terlebih dahulu, urusan saya bertunangan bahkan menikah dnegan perempuan bukan urusan kalian, lebih baik urus hidup kalian dengan benar sebelum banyak bicara".
"Nona tolong jangan pecat kami, kami minta maaf atas perkataan kami nona". Ucap mereka memohon agar Becky tidak memecat mereka.
" Saya sudah memaafkan kalian, tapi untuk bekerja maaf daya tidak butuh orang yang hanya tau berkomentar tentang kehidupan orang lain, silahkan urus gaji kalian pada HRD setelah ini". Ucap Becky berbalik kemudian menggandeng Freen dengan mesra dan tersenyum manis.
Freen tersenyum melihat ketegasan calon istrinya itu. Dia senang dengan perubahan itu. Dia yakin sudah bisa melepas istrinya nanti bekerja di perusahaan .
Mereka meninggalkan orang-orang yang menatapnya dengan tatapan nanar karena pemecatan mereka yang sepihak itu.
" Bagus sayang, itu baru kekasihku". Ucap Freen dengan sangat bangga.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun merendahkan ku dan menghina orang-orang yang kucintai".
" Itu bagus sayang untuk kedepannya, kamu harus bisa lebih tegas dan adil menjadi pemimpin nantinya karena perusahaan akan bergantung dengan kepimpinan dan juga karyawan".
"Iya babe, aku akan berusaha lebih baik lagi kedepannya".
" Katanya klip kita akan tayang hari ini, mereka akan memperlihatkan hasilnya dulu kepada kita sebelum mempublikasikannya".
"Kok cepat banget aku kirain lusa baru bisa terbit".
" Tidak kok sayang, mereka bekerja lebih cepat dan mendahulukan promosi kita nanti.
"Jadi kita akan bertemu dengan semuanya, babe??".
" Iya sayang, kita akan bertemu mereka dan melihat hasil klip nya dan memberikan masukan atau kritik nantinya".
"Baiklah, kita akan makan siang dengan mereka berarti".
" Iya sayang. Mereka semua sangat antusias menunggunya".
"Iya sudah, kita berangkat saja". Freen mengambil mobilnya untuk dia kendarai.
" Wah.. Wah bintang kita sudah datang". Ejek mereka semua.
"Tidak usah banyak bicara, kalian juga adalah bintangnya. Kan kita akan bersama walau berbeda dari 2 klip lainnya".
" Ya kami hanya akan membantu kalian saja, sekalian menaikkan pamor kami didunia hiburan serta menyalurkan bakat dan hobby yang tak pernah tersalurkan". Ucap Orm dengan senyum menggoda.
"Sayang". Tegur Lingling melihat tingkah kekasihnya yang mulai usil.
" Yayayaya, kami yang akan mendompleng namamu nyonya artis". Sarkas Freen menatap adiknya dengan senyuman mengejek.
"Babe". Tegur Becky saat melihat keduanya mulai saling usil.
" Sudahlah, kalian berdua ini seperti anak kecil saja, ayo duduk, kita makan siang dulu smanil menunggu sutradara dan produser ". Faye melerai pertikaian gemas kedua saudaranya yang tidak akan berakhir jika tidak dilerai.
Yang lainnya menahan tawa melihat ekspresi cemberut keduanya yang ditegur kekasih masing-masing dan juga kaka tertua mereka.
" Untung kamu tidak seperti itu honey, bisa gawat jika kamu juga ikutan". Sonya membisikkan kepada kekasihnya karena takut disemprot oleh Freen.
Lookmhe menggelengkan kepalanya mendengar perkataan kekasihnya, seperti nya kekasihnya lupa jika dia juga sama dengan mereka, dia tidak mau membuat masalah, jadi dia diam saja sambil tersenyum.
"Selamat siang semuanya, maafkan kami agak telat, jalanan agak tidak bersahabat". Ucap sang produser begitu sampai dihadapan mereka.
" Ya yang dikatakannya benar sekali". Sang Sutradara ikut menimpali perkataan sang producer.
"Tidak apa-apa, kami bahkan baru akan memesan karena sengaja menunggu kalian".
" Terima kasih pengertiannya ". Ucap mereka bersamaan.
" Pesan dulu, nanti setelah makan baru kita berbincang tentang klip itu". Ucap Faye dengan senyum tipis.
"Iya nona". Kompak keduanya.
Mereka menunggu pesanan mereka dibawakan sambil berbincang-bincang hangat layaknya keluarga besar. Kemudian makan bersama dengan tenang, ya seperti itulah keluarga mereka yang diajarkan tidak bersuara saat makan
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumah Untuk Si Kulkas
RomanceKisah Cinta Perempuan Dingin dengan Gadis yang Dicintainya.
