BAB 10

2.3K 162 1
                                        

Mereka berdua berbicara dengan penuh cinta tentu saja, perasaan yang tumbuh seiring waktu semakin membuat mereka semakin lengket.

"Aku akan membawamu bertemu dengan keluargaku nanti. Kamu mau kan??

" Kamu yakin mempertemukan aku dengan keluargamu??, kamu tahu kan aku ini bukan apa-apa!! ". Ucapku menunduk.

" Tentu Princes, kamu pilihan ku dan orang yang kucintai. Aku akan melakukan apapun untukmu sekalipun harus berurusan dengan keluarga besarku!! ". Ucapku dengan yakin dan mantap.

" Tapi apa aku pantas untuk itu Freen??, dari namamu saja aku tahu kamu seorang kolongmerat. Karena namamu sering menjadi perbincangan dikampusku!! ".

" Kamu tidak perlu khawatir karena aku akan menjaga dan melindungimu dari siapapun termasuk keluargaku nantinya. Kamu adalah gadis yang kucintai!! ".

"Baiklah, aku ikut saja apa yang kamu katakan. Aku hanya meminta jangan tinggal kan aku. Cuma kamu yang aku punya sekarang!! ". Ucapku menatapnya sendu.

" Tentu Princes, aku akan berusaha sekuat tenagaku!! ".

" Oh iya aku ingin memberitahukan sesuatu padamu tapi kamu jangan marah. Aku berharap kedepannya kita harus saling jujur dan terbuka satu sama lain, apapun itu. Bisakah kamu berjanji padaku?? ". Ucapku menyodorkan kelingking ku kepadanya.

" Tentu, bukankah dalam sebuah hubungan keterbukaan dan kejujuran serta kepercayaan kunci utamanya?? ". Ucapnya mengaitkan kelingkingnya kepadaku.

" Kamu ingat gadis kolongmerat yang akan dijodohkan dengan Richard?? Tanyaku kepadanya dengan hati-hati.

"Aku tidak tahu pasti, karena aku tak tahu namanya, memang kenapa?? Tanyanya penasaran dan langsung menghadap ku dengan intens.

Aku menghela nafas kemudian memberitahunya. " Akulah gadis yang dijodohkan dengannya!! ". Ucapku menatap matanya.

Mendengar ucapanku, Becky menurunkan tangannya, aku bisa melihat ekspresi tak bersahabat miliknya.

" Kenapa?? Tanyaku dengan penasaran.

Becky menggelengkan kepalanya kemudian menjauhiku.

"Kenapa?? Tanyaku lagi. Aku ingin dia mengatakan apa yang dia rasakan kepadaku.

" Aku tidak mau kehilanganmu!! ". Ucapnya menunduk.

Aku tersenyum lebar dengan penuh suka cita. Aku menariknya dekatku dan mengangkat nya kembali duduk kepangkuan ku. Dengan gemas aku mencium seluruh wajahnya. Becky berusaha menghindarinya dan tertawa kecil.

" Aku memang dijodohkan dengannya tapi itu tidak akan pernah terjadi!! ". Ucapku mencium pipinya lama.

" Benarkah?? Tanyanya dengan wajah berbinar.

"Tentu sayang, kamu pikir aku mau dengan orang seperti itu. Kamu bahkan sudah sangat sempurna untukku. Aku tidak pernah berminat dengan orang lain apalagi manusia model Richard.!! ". Ucapku membelai wajahnya.

Aku jelas melihat wajah merona milik kekasihku. Dia memang gampang sekali malu dan merona jika bersamaku.

" Apa sih Freen, kamu ini suka sekali menggodaku!! ". Ucapnya menyembunyikan wajahnya yang merah di ceruk leherku.

Aku terkekeh melihat reaksinya, sungguh menggemaskan.

"Aku tidak menggodamu Princes, yang kukatakan itu semua sungguh-sungguh. Kamu gadis yang cantik, baik dan juga tulus itu sudah lebih dari cukup untukku"..

"Kamu yakin tidak memilih Richie??

" Kenapa aku harus memilihnya??". Tanyaku penasaran dan mengangkat alisku sebelah.

"Dia kan tampan, kaya, mempesona sedangkan aku!! ". Ucapnya melihat penampilannya sendiri.

" Kamu cantik bahkan lebih cantik dariku Princes, hanya kurang polesan saja. Bahkan tanpa Make up pun kamu sudah cantik bagaimana jika kamu berdandan. Pasti akan banyak yang menginginkanmu!! ". Ucapku cemberut karena tidak rela jika banyak orang yang menyukai kekasihku.

" Aku hanya milikmu Freen, aku memang pernah pacaran tapi aku tak pernah memiliki hati untuknya karena itu hanya paksaan dari ayahku dan orangnya bahkan tak layak untuk dicintai.

Aku memandangnya dengan kasih sayang, dia adalah orang pertama yang memperlakukan aku sangat lembut dan seperti Ratu, rasa itu sudah tumbuh tanpa aku sadari.

Aku sadar jika aku juga tertarik padanya sejak pertama bertemu hanya saja trauma dimasa lalu membuatku menutup hati.

Tapi kini aku sudah memiliki orang yang mencintaiku dengan sepenuh hatinya bahkan memperlakukanku layaknya sesuatu yang snagat berharga. Aku tak akan melepaskannya untuk ditukarkan oleh apapun.

"Aku mencintaimu Princes, ucapku membelai bibirnya dan menatap matanya meminta izin, seperti telah terkoneksi Becky menutup mata mengizinkannya.

Aku memajukan wajahku dan meraih wajahnya dengan tanganku dengan gerakan lembut agar dia tenang.

Bibir mereka bertemu dengan ciuman lembut dan intens. Semakin lama ciuman itu semakin menuntut. Freen melesakkan lidahnya menyusuri gigih itu dengan lidahnya dan menjelajahi rongga mulut becky.

"Mmm.. Desahan kecil keluar tak terduga.

Mendengar itu Freen semakin mencium Becky intens, tangannya mulai bergerak mengelus belakang Becky dengan sensual.

Freen menurunkan ciumannya ke leher becky mengecupnya perlahan hingga ke belakang telinga becky.

Becky kembali mengeluarkan desahannya, tangannya meremas pundak Freen perlahan karena tengah merasakan gejolak yang tidak biasa dia rasakan.

Freen kembali menatap Becky yang juga tengah menatapnya. Keduanya kini sama-sama tengah terbakar gairah tapi Freen berusaha menahan gejolak rasa itu, dia tidak ingin membuat becky menganggapnya sebagai manusia yang hanya menyukai tubuhnya.

"Aku sungguh mencintai kamu Rebecca Patricia Amstrong. Bagiku kamu yang pertama dan yang terakhir!!". Aku menatapnya dengan lembut dan penuh cinta. Aku ingin dia tahu jika aku sangat mendambakan dia sebagai pasangan hidupku kelak.

Aku menyodorkan cincin yang kupakai. Cincin ini sangat berarti untukku karena ini adalah cincin yang diberikan oleh orang tuaku untuk nanti kami bersama pasangannya. Ya cincin itu adalah cincin pasangan yang dipakai sesuai dengan ukuran jari manisku dan jari kelingking ku. Dan aku yakin cincin itu muat dengan tangannya karena jarinya mungil.

"Freen, ini?? Tanyanya terbata dan juga tangis Haru.

" Ini adalah cincin yang kelak akan kuberikan kepada pasanganku dan aku sudah memilihmu untuk mendampingi hidupku kedepannya. Mau kan Nikah sama aku?? Tanyaku dengan senyuman tulus kepadanya.

"Menikah??". Tanyanya kebingungan.

" Iya menikah, aku ingin memiliki kamu seumur hidupku, melindungimu dan menyayangi kamu sampai maut memisahkan kita. Kamu mau??".

"Tapi Freen bukankah ini sangat cepat??".

" Aku tak ingin pacaran denganmu Princes, tapi ingin memiliki kamu seutuhnya!! ". Ucapku memandang dalam langsung ke matanya.

" Aku mau Freen, aku mau!! ". Ucapnya menghambur kepelukannya, memeluk erat perempuan yang tidak pernah kusangkah akan menjadi pendamping ku kelak.

" Terima kasih, setelah ini Aku akan mempertemukan kamu dengan keluargaku dan aku akan meminta kamu kepada ayahmu, biar bagaimana pun tuan Amstrong adalah ayahmu jadi kita perlu meminta restunya.

"Tapi, bisa kah dia menerima ini??, dia pasti sangat murka saat tahu perempuan yang dia incar untuk anak kesayangannya malah memilih anak yang dia buang!! ". Ucapku menunduk.

" Dia tidak akan bisa menolak ku Princes, aku punya sesuatu yang tak akan bisa dia tolak. Jadi tenang saja!! ". Ucapku sambil memasangkan cincin itu dicari manisnya

Aku tersenyum bahagia karena seperti dugaanku cincin itu muat di jari manisnya.

" Cincin yang sangat cantik Freen!! ". Ucapnya memandang cincin yang tersemat di jari manisnya.

Rumah Untuk Si KulkasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang