Mereka semua tiba di restoran mewah tempat pertemuan mereka dengan Tuan Amstrong dan anaknya. Restoran itu ternyata milik keluarga Freen atau tepatnya milik pribadi Dreen
"Ayo kita masuk kalian bisa duduk dekat kami nanti". Freen menggandeng Becky masuk kedalam restoran bersama dengan seluruh pasangan itu.
" Selamat tuan Amstrong ". Ramah Freen kepada calon mertuanya.
Tuan Amstrong dan Richard memandang mereka dengan sangat rendah bahkan terkesan jijik.
Freen menarik kursi untuk mempersilahkan backy duduk terlebih dahulu. Baru kemudian dirinya duduk disamping Becky. Freen menggenggam tangan gadisnya yang tengah gemetaran.
"Apa gerangan anda meminta kami bertemu dengan anda??
" Kau menolak putra saya yang sempurna tapi memilih perempuan pembawa sial dan hina ini?? Ucap Tuan Amstrong merendahkan anak perempuannya.
Freen mengenalkan tangannya mendengar penghinaan yang dilontarkan Tuan Amstrong kepada kekasihnya. Tapi dia memilih tenang karena dia punya kejutan dasyat untuk mereka.
"Anak yang anda katakan pembawa sial dan hina itu bahkan lebih segalanya dari anda dan putra anda, perluka saya membeberkan jika apa yang anda miliki dan nikmati saat ini adalah milik kekasih saya?? Seringai freen menatap Tuan Amstrong yang tampak pucat pasi mendengar perkataan Freen.
"Apa maksudmu?? Teriaknya dengan penuh amarah.
" Calm down Tuan, bukankah yang saya katakan, jika bukan tanpa putri anda, anda dan putra anda ini tak memiliki apapun?? ".
" Dengar nona freen jangan bicara sembarangan, saya bisa menuntut anda, ah bahkan anda sekarang bukan bagian dari keluarga Cahankimha lagi". Ejeknya dengan tatapan meremehkan.
"Ya saya memang bukan bagian dari keluarga Cahankimha lagi tapi saya memiliki segalanya dengan usaha dan kerja keras sendiri. Walau tidak bisa menandingi kekayaan keluarga Cahankimha saya bahkan masih bisa hidup mewah". Freen tersenyum kecil melihat keduanya yang tampak kaget.
"Sombong sekali anda, anda bukan apa-apa tanpa keluarga Chankimha". Hina Tuan Amstrong menatap tajam ke arah Freen.
Freen tertawa kecil mendengar perkataan sombong dari kedua orang dihadapannya.
Ketegangan dan suasana sekitar mereka menjadi panas dan tegang.
" Mana lebih hina Tuan, memiliki sebagian harta tapi dengan keringat sendiri, dari pada menjadi kaya raya karena merampas hak orang lain bahkan membuatnya kehilangan dan nyaris gila". Ucap Freen menyindir Tuan Amstrong.
"Apa maksud tidak usah bertele-tele??". Hardiknya dengan kasar.
" Tahun ini Becky berusia 22 tahun, pasti anda tau apa maksudnya itu Tuan Amstrong yang terhormat?? Seringai Freen melihat wajah pucat Tuan Amstrong.
"Apa maksudmu nona Freen, memang kenapa jika perempuan sial itu berusia 22 tahun, tidak ada gunanya". Richard berkata dengan nada sombong dan angkuhnya.
Berbeda dengan ekspresi Tuan Amstrong yang tengah terkejut karena dia sudah mengerti apa yang dikatakan Freen.
"Lebih baik anda menyerahkan hak dan milik tunangan saya, jika anda masih ingin tetap bekerja di perusahaan karena pengacara Nona Patricia yang sebenarnya akan datang menuntut anda, karena tidak memberikan hak dari tunangan saya". Freen tertawa kecil melihat Tuan Amstrong ketakutan karena sadar betul apa maksud perkataan Freen.
"Itu tidak akan pernah terjadi". Marah Tuan Amstrong. Dia berdiri dan berusaha mencelakai dengan mencekik Becky, tapi cepat ditepis kasar oleh Freen sehingga dia limbung kesamping karena tidak bisa menahan keseimbangannya.
" Anda ini lucu sekali Tuan Amstrong, anda menyombongkan diri anda pada yang bukan milik anda, bukankah itu tandanya anda manusia tidak tahu malu??". Ejeknya lagi.
"Babe". Ucap Becky terbata-bata tanda tak mengerti. Sejak tadi Becky diam bak patung karena tidak mengerti dan ketakutan.
Dia sangat trauma jika berhadapan dengan ayah dan kakaknya itu.
" Dengar sayang, semua yang dimiliki oleh mereka adalah milikmu karena perusahaan dan segalanya adalah milik mendiang ibumu yang diberikan kepadamu, kemudian dirampas oleh tuan Amstrong dan anaknya itu. Kamu anak kandung nyonya Amstrong sedangkan Richard adalah anak ayahmu sebelum menikah dengan ibumu". Ucap Freen mulai menjelaskan siapa sebenarnya kekasihnya itu.
"Jangan mengada-ada". Teriak Richard tidak terima, dia maju ingin mencelakai keduanya tapi dia mundur karena ada beberapa orang berbadan besar berlari menghampiri mereka.
" Itu benar tuan Richard, kau dan ayahmu itu hanya lelaki miskin yang beruntung karena ayahmu menikah dengan perempuan kolongmerat, sehingga derajat kalian bisa naik, tapi kalian dengan serakah merampas milik sang pewaris sesungguhnya yaitu nona Rebecca Patricia Smith karena dia lah berhak menyandang marga Smith karena turunan keluarga Nyonya Patricia Smith. Pemilik sesungguhnya perusahaan yang dipegang oleh ayahmu".
"Itu tidak benar, aku turunan langsung keluarga Smith, jadi akulah yang berhak mewarisi segalanya". Teriak Richard tidak terkendali.
Hahahaha, Freen tertawa dengan sangat kencang mendengar perkataan Richard yang sangat sombong itu.
" Ya ampun tuan, anda ini terlalu bermimpi, besok adalah hari penentuannya karena Becky akan masuk usia 22 tahun, anda pikir saya tidak tahu, jika anda sengaja menyiksa Becky dan membuat nya trauma kemudian dia pergi dari rumah dan menyerahkan apa yang menjadi miliknya??, apa anda pikir saya juga tidak tahu, jika anda mengambil tandatangan Becky untuk mengalihkan semua asetnya??, tapi sayang surat itu tidak sah karena penunjukkan itu akan terjadi besok dan harusnya pengalihan itu baru bisa lusa??
Tuan Amstrong kini ketakutan mendengar perkataan Fren yang sangat benar adanya, bagaimana dia bisa melupakan hal itu.
"Anda akan membayar semua yang anda lakukan kepada tunangan saya, sekalipun saya bukan lagi keluarga Chankimha, saya akan pastikan tunangan saya akan mendapatkan milik dan haknya. Anda dan anak anda ini bersiap saja". Ucap Freen menggandeng Becky menjauhi mereka yang tengah ketakutan terutama tuan Amstrong.
"Babe, apa maksudnya semua ini??, aku tidak mengerti?? Becky bertanya ketika mereka sampai di meja keluarga dan teman-teman Freen.
" Kamu bisa mendengarnya tadi kan, kamu lah pemilik sah keluarga Smith karena kamulah satu-satunya anak dari nyonya Smith".
"Pembacaan surat wasiat itu dilakukan saat kamu masih baru lahir karena nyonya Smith meninggal saat melahirkanmu, tuan Amstrong tidak mungkin membunuhmu karena dia tidak akan mendapatkan apapun, jika kamu tidak menandatangani surat pengalihan warisan itu dan sekalipun kamu menandatangani surat pengalihan itu, tidak akan sah jika belum ditunjuknya kamu secara resmi sebagai penerima warisan itu". Terang Freen memberitahu kebenaran yang sesungguhnya kepada sang kekasih.
"Jadi, aku anak tunggal ibuku??
" Iya sayang, ayahmu sengaja melakukan hal yang keterlaluan dengan menyiksa dan menjatuhkan mentalmu selama ini, beruntung kamu kuat dan tangguh sehingga kamu bisa bertahan". Freen memeluk kekasihnya itu dengan erat memberikan kekuatan karena dia tahu jika kekasihnya sangat terluka.
"Jadi ayah membenciku dan melakukan ini ssemua kepadaku karena warisan itu?? Tanya nya terbata-bata karena tidak menduga.
Hatinya sangat sakit dan kecewa, hanya kerna harta yang dia tidak tahu, dia diperlakukan tidak adil dan kejam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rumah Untuk Si Kulkas
RomanceKisah Cinta Perempuan Dingin dengan Gadis yang Dicintainya.
