44|| simulasi ceunah

505 31 15
                                        

Jangan jadi dark readers sayang:)

HAPPY READING'S!

"Tentram banget hidup gue kalau setiap hari begini," gumam Hyera seraya membaringkan tubuhnya di atas kasur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tentram banget hidup gue kalau setiap hari begini," gumam Hyera seraya membaringkan tubuhnya di atas kasur.

Setelah selesai menunaikan shalat Dzuhur berjamaah, Hyera memilih menghabiskan hari Minggu nya untuk istirahat.

"Ra!" Panggil Lisa.

Sontak katup mata gadis dengan bola mata kecoklatan itu kembali terbuka.

Hyera menghela nafasnya pelan, "emang nggak bisa semesta biarin gue tenang sehari aja ternyata," gumam Hyera pelan.

"Kenapa Lis?"

"Kok ente tidur si?"

"Ya emang nya gue harus ngapain lagi? kan udah nggak ada kegiatan juga, mumpung libur kapan lagi ye kan bisa santai?"

"Tumben ente nggak belajar."

"Belajar mulu emang gue Albert Einstein?"

"Cape juga kali," sambung Hyera disahuti dengan tawa Lisa.

"Bercanda ra, soalnya kan kita udah mau Ujian Akhir biasanya ente kan belajar gitu."

Hyera terdiam sejenak mencoba mencerna ucapan Lisa, "eh iya ya, udah mau lulus Tah kita?"

"iya Ra."

"Kok cepet banget sih? Perasaan baru kemarin ane masuk pondok."

"Nggak kerasa kan ra?"

"Iya kenapa cepet banget sih?"

"Ehh gpp deh bagus biar cepet-cepet keluar dari sini," sambung Hyera berubah pikiran.

"aihh ente teh kenapa begitu?"

"Lah kenapa? Emang Lo nggak mau keluar dari sini?"

"Mau sih."

"Nah yaudah."

"Aih tapi nanti ente kan nggak bisa ketemu sama Sayyid Agil lagi ra," ledek Lisa.

Sontak Hyera mendelikan mata nya malas mendengar ucapan Lisa, "justru itu hal yang paling gue tunggu!" Seru Hyera.

"Yakin tah?"

"Pake nanya! Yakin bangett!" Mantap Hyera disambung dengan anggukan kepala dari Lisa.

"Kenapa Lo begitu? Nggak percaya?"

"Percayaaa"

Hyera menatap sinis Lisa, "udah ah belajar aja ga sih dari pada bahas orang gila," ide Hyera seraya beranjak dari kasur nya menuju lemari untuk mengambil beberapa buku pelajaran nya.

"Tuh kan belajar lagi!" Seru Lisa.

"Aneh lo! Gue nggak belajar salah, belajar salah juga."

Lisa tertawa renyah mendengar amarah Hyera kemudian ia pun mendekat ke arah Hyera dengan tumpukan buku pelajaran nya.

CINTA SANTRITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang