48 || gantian

1.4K 108 24
                                        

Jangan jadi dark readers syg:)

HAPPY READING !

Sejak kejadian Fira kemarin, suasana antara Hyera dan Agil menjadi aneh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sejak kejadian Fira kemarin, suasana antara Hyera dan Agil menjadi aneh.

Aneh tapi... lebih dekat.
Mereka ngobrol lebih sering, walau tetap ada ribut kecil-kecil nya.

Siang ini, Hyera pulang dari kampus dan mampir ke kantin pondok untuk membeli minum sebelum mengajar. Di situ ada beberapa pengajar muda laki-laki juga yang sedang istirahat. Salah satunya-Ustadz Reihan-guru Bahasa Arab, yang lumayan terkenal humoris dan disukai banyak santri.

Saat Hyera hendak membayar, Reihan menyapa dari meja samping.
"Ustadzah Hyera! Kok jarang keliatan. Sibuk banget ngajar ya?"

Hyera tersenyum. "Iya, kuliah juga lagi padat. Antara mau tidur atau mau nangis tiap hari," jawab Hyera asal.

Reihan tertawa, "Kalau butuh bantuan materi matematika buat kelas sore, bilang ane aja. Ane nggak paham matematikanya, tapi ane bisa pura-pura paham."

Hyera ikut tertawa, "Nggak membantu banget, Ustadz."

"Tapi bisa bikin ketawa, kan?" Reihan mengedip.

Hyera cuma tertawa kecil.
Obrolan mereka ringan, cuma dua menit, tapi cukup bikin Hyera merasa suasana hati Hyera lebih tenang setelah seharian capek kuliah.

Tanpa mereka sadari, dari jauh...
Ada seseorang yang melihat berdiri dengan map di tangan, wajah datar, matanya nyipit sedikit.

Setelah kelas selesai, Hyera keluar sambil membawa beberapa lembar tugas santri. Dia berhenti di depan kantor untuk merapikan kertas, lalu... tiba-tiba seseorang berdiri di sebelahnya.

"Ngobrol sama Reihan lama ya."
Hyera kaget sampai hampir menjatuhkan lembaran kertas ditangannya.

"Astaghfirullah, Agil! Kenapa muncul tiba-tiba?"

Agil tidak jawab pertanyaan itu.
Dia menyandarkan punggung ke dinding, tangan masuk ke saku, nada suaranya flat, "Seru?" sarkasnya.

"Seru apa?"

"Ngobrol sama Reihan."

Hyera mengerutkan kening. "Ya biasa aja. Kita cuma-"

"ente ketawa gitu, asik kaya nya."

"Memangnya nggak boleh ketawa?" balas Hyera, mulai heran.

"Boleh," kata Agil pelan. "Tapi ente ketawanya beda."

Hyera mematung.
Allah, ini orang ngomong apa sih. Batin Hyera

"lo ngamatin ketawa gue?" tanya Hyera tidak percaya.

"Ya."

"Ngapain?"

"Biar ane tahu bedanya."

Hyera malas berdebat. "Dia cuma bercanda. Wajar ketawa."

CINTA SANTRITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang