Selamat Malam Sayang ❤️
Bagaimana kabar nya?
Jangan lupa bahagia ya🧏❤️
Selamat membaca pembaca setia ku❤️
Lope sekebon❤️
-----
Hujan malam ini membuat ayu malas untuk menigalkan kasur milik raka apalagi aroma maskulin yang memenuhi isi kamar membuat ayu semakin malas.
" Dik sudah tidur?" Tanya raka yang baru selesai melaksanakan sholat isya.
" Belum, kenapa mas?"
" Buatkan mas teh ya, gula nya sedikit saja" ujar raka melepas baju koko putih yang ia pakai. Ayu mengagkat alis nya sesaaat setelah itu beranjak dari kasur ya walaupun sedikit terpaksa dari pada berdosa.
Kamar Raka yang terletak di dekat taman membuat ayu harus ekstra berjalan karna jarak kamar dapur, ruang tamu sedikit berjarak.
" Mau ngapain" suara nan ketus dari mulut aira terdengar cukup keras walaupun malah ini hujan, rupannya anak itu tengah menyeduh mie instan.
" Mau buatin teh buat bapak mu" ujar ayu tak kalah ketus, ia lantas dengan cepat mengambil gelas dan teh yang ada di dalam lemari.
" Sebenarnya gue bingung sih kok papah gue mau modelan kayak lo..." Ujar aira angkuh melipat kedua tangan nya dan memperhatikan ayu dari atas hingga bawah.
" Lo pasti manja banget kan sama papa gue, udah abis berapa juta ya uang papa gue " ayu menelan ludah nya kasar sambil mengaduk teh panas yang hampir selesai itu.
" Ohhh jangan jangan lu udah hamil lagi, ckk sebenarnya gue gak mau adik apalagi ibu baru, hemmm atau gue bunuh lo aja ya" ujarnya terkekeh melihat pisau yang masih tergeletak di dekat kompor.
" Jaga omongan mu aira" ujar ayu bergetar kenapa hidup nya seperti ini terlepas dari aira yang sering membuly nya sewaktu sekolah kenapa harus kembali terikat dengan hubungan yang kuat.
" Santai aja yuuu" aira terkekeh lirih setelah itu memasang wajah datar.
" Belum selesai dik?" Tanya Raka dari ambang meja makan membuat ayu dan aira kaget bahkan teh yang dibuat nya sedikit mengenai jemari nya membuat Raka dengan sigap menjilat jemari ayu agar tidak melepuh.
" Hatu hati to dik, iki teh nya panas, sini biar mas pegang kamu cuci tangan dulu biar nanti mas obati" ayu menganguk dan berjalan ke arah westafel.
" Alah baru gitu aja, lebay" sindir aira dengan wajah malas, raka menghela nafas dan menggeleng kan kepala nya.
"Yang sopan aira, ayu iku ibu sekarang" aira mengagkat bahu tak acuh dan meninggalkan raka dan ayu.
" Mas...." Rengek ayu
" Endak papa cah ayu, aira iku lagi proses belajar menerima kenyataan" ujar raka pelan.
" Yowes ayok masuk ke kamar, iki paling sebentar lagi mati lampu karna ujan nya deras.
Ke esokan hari nya
" Gak papa dik, dicoba saja dulu asal mau belajar yo pasti bisa" ujar raka mengaduk udang sambal yang telah ayu masak sebelumnya, ya walaupun rasa nya masih keasinaan raka tetap melahap makan yang dimasak oleh ayu tanpa banyak protes sedangkan ayu merasa sangat bersalah setiap makanan yang ia masak selalu kurang disini.
" Gak Papa Cahayu, iki udang sambel biar mas habisin lagi pula bapak sama ibuk endak mungkin pulang makan siang" ujar raka saat melihat ayu yang berdiri seperti patung di dekatnya. Ayu membuang nafas pelan dan duduk di dekat raka ternyata memasak hal yang sulit juga menurut nya.
" Biar Mas yang cuci piring" Ujar raka mengagkat semua piring kotor setelah menyelesaikan makanan nya. ayu akui Raka adalah tipe suami idaman yang mau membantu pekerjaan rumah apalagi raka tak malu untuk mencuci seluruh pakaian ayu dibanding kan dengan dirinya masih kalah jauh. Garam halus dengan micin saja ia masih keliru.
Sejak kedatagan nya dirumah ini ayu semakin banyak belajar mulai dari porsi tidur nya mulai teratur dan membereskan rumah beri tepuk tangan untuk ayu yang sudah bisa mengepel rumah, mertua nya memang tidak banyak bicara ia sangat paham dengan ayu yang masih berdaptasi untuk melakukan pekerjaan rumah dan tugas seorang istri.
" Mas Hari ini mau pergi?" Tanya ayu mengelap piring yang sudah bersih dan menyimpan nya di rak piring.
" Rencana nya iku mas mau ke ladang, mau cek hasil mumpung mas ada waktu, kenapa dik?"
"Bosen dirumah" cicit ayu pelan yang masih bisa di dengar oleh raka
"Yowes ikutt saja, mas juga sebentar disana" ujar raka yang dianguki ayu setelah urusan percuci piring selesai ayu lantas membersihkan tubuhnya disusul dengan raka.
" Waduh -waduh pegantin baru, piye kabare mas raka "
"Alhamdulillah baik to mas arip"
"Koe makin bugar saja " decak arip senang melihat raka semakin berkarishma setelah menikah hampir setengah bulan ini.
"Yo pasti to mas, wong ada yang urus endak sendiri lagi" Raka menepuk pundak arip dan tertawa bersama hari ini raka menyempatkan untuk meninjau cabai merah yang ia tanam di ladang dan beberapa sayur mayur yang tumbuh subur karna belum musim penghujan.
" Mas, aku kesana bentar ya mau cari kecebong" ujar ayu dengan semangat.raka mengagkat alis nya satu dan menggeleng.
" Jangan dik, kamu iku sudah besar" ayu mengayunkan bibir nya saat tidak diberi kesempatan untuk mengambil kecebong yang sangat banyak di parit sana.
Ayu terus mengekor dibelakang tubuh raka yang menyusuri ladang ini
" Mending duduk di mobil saja cah ayu, iki panas"
" Endak papa sesekali mas,"
Setelah hampir beberapa jam raka dan ayu pulang kerumh pukul setengah 6 sore, sebelum sampai dirumah raka menyempatkan untuk membeli beberapa makanan yang di inginkan ayu.
" Mas suka sempol juga?"
" Enggak"
" Ihh rugi mas, akang ini saksi betapa suka nya ayu sama sempol ternyata ada juga ya orang gak suka sempol" ayu tak habis pikir dan terus melahap sempol ayam yang sudah ia beli.
(Biasanya beli cuma 10rb, kapan lagi kan beli sempol 50rb) ujarnya dalam hati.
" Masih ada yang mau dibeli cah ayu?"
" Kayak nya sate enak yo mas" ujar ayu
"Yowes pesan saja kalau mau" ayu menganguk senang dan berjalan ke arah penjual sate.
" Mang komplit 8 bungkus"
"Siap, neng"
----
Jangan lupa untuk Vote dan Komen ya ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku yang Terpilih
Romance"iki Istri mu raka, perawani dia malam ini biar nurut sama kamu" Ujar Karto Tegas langsung mendorong ayu masuk kedalam kamar dan mengunci kamar Rahayu dari luar. " IBU NERIMA LAMARAN DARI KELUARGA RAKA ?" "YA ALLAH BUK, AKU INI MASIH MUDA" Hister...
