25

6.4K 265 49
                                        

Jangan lupa untuk vote dan komen ya🥰
Insyaallah part selanjutnya akan lebih panjang.
Oke selamat membaca sayang

____




"Arggghhhh"

"Sing sabar toh nduk yo mungkin iku raka ada pekerjaan  diluar kota"

" Yo tapi apamasalah ne bilang ke ayu mas pergi kesana sebentar, iki masuk rumah ngamuk ngamuk yo aku bingung ditanya endak di jawab" ujar ayu panjang lebar kekesalan nya pada raka bukan main hingga ia nekat pulang kerumah orangtua nya yang beda desa, untung saja ada sepeda motor milik raka di parkiran rumah.

" Lanang iku susah di tebak, bapak mu saja udah bau tanah begitu masih sering prengat perengut. Sudah iku ibuk masak pepes nila sama sayur asem makan koe ibuk mau nyiram sayur dulu"ujar yani menepuk bahu ayu pelan setelah itu keluar dari kamar sang anak menuju kebun samping rumah  yang sekarang ditanami sayur mayur.

" Ahhh" ayu membuang nafas kesal membaringkan tubuh nya dan menelfon gita, untung saja gita sudah pindah bekerja didesa ini jadi ya ada enak juga daripada bekerja di kecamatan sana.

" koe bawain aku seblak level 8 sama es boba"

"Yowes bumilku, iki ta sekalian jemput tari "

"Hemm ta tunggu"

Sambil menunggu kedatangan gita dan tari, ayu melangkah menuju dapur untuk mengisi perut nya yang sudah lapar, ayu sangat menikmati masakan sang ibu yang sudah lama tak ia rasai.

"Loh koe sendiri nduk? Bojomu ngendi?"

" Huuu ndak tau, wong pergi dengan anak nya tadi" ujar ayu mengagkat bahunya acuh, karto meletakan karung berisi jengkol dan duduk dikursi makan sebelah ayu.

"Kamu endak pamitan karo bojomu?"

" Endak"

" Rahayu.... koe iku sudah berumah tangga, sudah punya anak wedok dan sekarang lagi hamil kurangi sifat mu yang seperti ini. Kalau ada masalah koe jangan pergi dan terpancing emosi..kamu disini hanya boleh 3 hari setelah itu pulang karo rumah karo lakimu" ujar karto tegas membuat ayu terdiam  ingin rasanya ayu menangis saat ini. Bapak nya masih seperti yang dulu tidak berubah 3 hari 3 hari ? Kenapa sang bapak berbicara seperti itu ya terserah ayu lh wong iki rumah ayu juga ujarnya dalam hati.

" Nggeh Pak, mau ta buatkan kopi?"

" Nanti saja, bapak mau mandi dulu iku jengkol bagiin ono tetangga besok"

"Yowes  Pak"

Setelah perutnya terisi penuh, ayu melangkah mengambil sapu untuk membersihkan rumah ya walaupun rumah nya tidak ada kotoran sama sekali.

" Misi pakett" suara nan cempreng gita mulai terdengar saat memasuki pekarangan rumah orangtua ayu, dengan motor revo kesayangan nya gita tampak menenteng beberapa kantong makanan.

"Iki pesanan atas nama ibuk Rahayu, monggo diterima jangan lupa bintang 10 nya"

"Ishh  koe becanda aja, tari mana?"

"Loh - loh mosok kamu iku gak tau adik ipar kemana"
Gita melepas sendal nya dan duduk lesehan diteras rumah ayu diikuti ayu yang terlebih dahulu menyimpan sapu, spontan ayu mengertukan dahinya dan bertanya

" Tari kemana ta?"

" Di boyong karo bojone ke kota, aduhh gusti kapan aku iki di boyong laki ku" ucap nya histeris meratapi nasib nya yang belum ada pasangan.

" Ckk...kapan perginya ?"

" Menurut pesan yang dikirim lewat Wa katanya iku udah lebih 1 minggu, kamu iki loh yu mosok ndak tau..oh iya bojomu mana? "

" Udah jangan dibahas aku lagi mumet karo bojoku" ujar ayu menikmati es boba yang dibeli gita, tak mau ikut campur gita pun ikut menikmati jajanan yang ia beli.

" koe nginep sini aja, aku males dikamar sendiri"

" Hahaha karna biasanya koe berdua sama pak raka, ayu ayu bilang aja koe rindu pak raka hahaha"

" Ihhh ora sudi" kesal ayu membuat gita tertwa lebar.
Malam harinya gita benar benar menginap dirumah  ortu ayu, saat ini ia sibuk mengusap usap perut ayu yang belum terlihat buncit.

" Koe perasaan ne gimana yu lagi hamil begini "

"Yaa seneng lh sedikit"

" Aku inget waktu koe tau dijodohin hahah mau kabur tapi takut karo bapak"

" hemmm koe gak geli yu di ehem ehem sama pak raka?"

"Kenapa pengen?" Tanya ayu mengangkat alisnya satu mengalihkan sebentar tatapan nya dari layar gawai.

" Ya kan tanya2 dulu, aku iki kan gelian yu koe megang pingang ku aja aku jerit jerit"

" Yaa geli lh, sakit juga diawal tapi lama kelamaan endak"

"Loh sakit ? Sakit apanya yu?"  Tanya gita penasaran, ayu berdecak pelan dan membisikan sesuatu ke telinga gita membuat sang empu menjerit hingga tepukan di pintu kamar membuat mereka sama sama diam.

" Tidur iki tengah malem sing menjerit menjerit aja" ujar karto dari luar.

Tepat pada pukul 9 pagi ayu baru bangun dari tidur nya ya walaupun tadi malam ia hanya tertidur sebentar karna menunggu kabar dari raka.

"Masih ndak aktif"ujar ayu melihat pesan nya yang ia kirim dari semalam belum terbaca oleh sang suami.

" Loh koe bangun bangun langsung mangan iku gita sibuk bantuin ibuk panen cabe dari tadi"

" laper to pak,"

"Yo abis iku kamu masak, untuk makan siang bapak sudah beli cumi sama udang tadi di pasar iku ada didalam kulkaas"

" Nggeh pak"

Setelah menghabiskan makan siang nya ayu langsung bergegas memasak untuk makan siang, bahkan ia lupa untuk mencuci muka nya terlebih dahulu.

"Yu.. iku mertua mu dateng"ujar gita yang muncul dari pintu belakang rumah, ayu melototkan matanya dan melihat kearah luar benar saja mobil pajero milik sang mertua sudah terparkir dihalaman rumahnya.

" Duh kenapa ya?" Tanya ayu pada gita yang mengeleng kepalanya tak tahu.

"Ya mana koe tau yu" ayu meringis merasakan perut nya yang mulas kenapa sang mertua datang kesini?.

" Buatkan Minuman untuk mertua mu, iku dilemari ada kue bawa ke luar sekalian" ujar yani setengah panik tak menyamgka sang besan datang tanpa aba aba terlebih dahulu.

---

Aku yang Terpilih Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang