21

7.4K 295 71
                                        

Teman - teman dipart ini ada bagian bahasa jawa yang sudah di translate kan ke bahasa Indonesia.
Author minta maaf apabila  bagian bahasa jawa itu agak berbeda atau mungkin bahasa jawa kuno.
Author orang Bugis Sulawesi sayang, gak ada keturunan jawa sama sekali tapi author nekat untuk buat cerita bertema kan jawa maka dari itu author minta maaf ya.😙🥰

Senang bisa kenal kalian semua ❤️

Selamat membaca ya ❤️
Jangan lupa untuk vote dan komen 🥰

--

" Hamil???..." Pekik seseorang perempuan yang berada dipojok ruangan cek kesehatan Puskesmas Sukasari, ia melototkan matanya tidak percaya bukannya tersenyum bahagia ia malah membuang nafas kasar dan melipat kedua tangannya angkuh.

Raka tersenyum bahagia mendengar penjelasan bidan ella air matanya turun tanpa ia sadari

"Keadaan ibu ayu untuk sekarang cukup lemah setelah pendarahan dini tadi dan bu ayu harus dirawat inap sementara waktu ya pak " ujar bidan ella yang merupakan bidan baru yang dipindah tugaskan didesa ini. Raka mengangguk dan mencium kening ayu lama memanjat doa agar istri dan cabag bayi nya selamat dan sehat, aira berdecih melihat kegiatan itu ia pun dengan cepat melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan itu namun suara dari sang ayah menghentikan langkahnya.

" Nduk" raka melangkah pelan mendekati aira, dan menggenggam tangan aira ternyata anak gadis nya sudah besar sekarang.

(Aira, ayah arep ngomong apa-apa karo kowe... Ayah njaluk tulung, Nak, keparenga Ayu tampa dadi ibumu. Senadyan umurmu padha, wis takdire, Nak, Bapak tetep tresna marang Mama Aira, senajan Mama wis ora ana. Saiki wis beda, nak, awake dhewe kudu nrima Ayu.... Lah.... Ibune Ayu lagi mbobot calon mbakyumu... Kowe kepingin adhik, ta? Ayah ora meksa sampeyan nampa iki, anak, nanging nyoba kanggo sinau kanggo anampa.) Aira menatap sembarang arah saat Raka mulai berbicara serius kepada nya, sejujurnya aira belum bisa menerima keberadaan ayu yang dahulu sering ia bully sewaktu smp, saat sang  ayah meminta restu akan menikah lagi ia pikir sang ayah akan menikah dengan perempuan seumuran dengan umur sang ayah namun kenyataannya?.

(Aira, ada yang ingin ayah  bicarakan denganmu... Ayah  mohon bantuanmu nak, terimalah Ayu sebagai ibumu. Meski seumuran, itu sudah takdir nak, Ayah tetap menyayangi Mama Aira, meski Mama sudah tiada. Beda sekarang nak, kita harus menerima Ayu.... Lihat.... Ibu Ayu sedang mengandung calon adikmu... Kamu ingin punya adik ya? Ayah tidak memaksamu untuk menerima hal ini nak, tapi cobalah belajar menerimanya)

" Mantu ku mana......?" Pekik ila saat masuk kedalam puskesmas bahkan ia menabrak perawat laki laki yang bertugas hari ini.

" Kamu apa kan mantu ku Raka" pekik ila melempar raka dengan tas yang ia bawa berita tentang keadaan ayu tadi sore sudah terdengar dimasyarakat hal itu pun terdengar oleh ila dan Yudi.

" Bisa bisa nya kamu ndak nelfon ibu dasar anak durhaka" pekik ila mempelototi raka yang masih sibuk mengecek infus ayu.

" Ndak sempat to buk....ayu pendarahan hebat tadi"

" Ka..kamu apakan ayu Raka?"

" Menghamili " ujar raka dalam hati namun ia tidak berani untuk menjawab seperti itu

" Ayu kebanyakan makan cumi buk, tadi kata bidan ella ayu Iki kecapean wong kemarin kami ngangkat barang barang dari mobil"

"Huu...kamu iki sudah tua raka ingat sakit pinggang mu" ujar ila mengelus kepala ayu dengan lembut.

" Aku iki bakal jadi ayah lagi buk"

" Haaa" 

"Iya buk, ayu hamil 3 Minggu "

Aku yang Terpilih Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang