Selamat membaca sayang 🥰
Jangan lupa untuk vote dan komen ya🥰
---------
Ayu menggerutu kesal didepan rumah saat hujan deras yang tiba-tiba turun membuat rencana nya malam ini gagal, malam ini ia berencana untuk pergi ke toko skincare untuk membeli beberapa keperluan dan menemui gita namun niat nya gagal saat hujan deras tiba - tiba turun.
" Mau kemana yu?" Bukan mas raka melainkan abang ipar nya yang membawa semangkuk mie rebus ditangan nya.
" Eh mas adi, iki rencana ne mau kerumah temen tapi yo hujan nya makin deres" kaget ayu sedangkan adi mengangguk saja setelah itu duduk di kursi yang ada di teras rumah
"Iku ibuk masak mie, makan sana keburu dingin mie nya gak enak" ujar adi tanpa melihat ayu, ayu mengangguk cepat setelah itu masuk kedalam rumah hampir 1 bulan mereka satu rumah disini namun percakapan mereka tidak intes, adi yang cuek membuat ayu tidak terlalu dekat dengan ipar nya itu.
" Loh ta kira udah pergi nduk, syukurlah dari pada hujan hujanan" ujar ila yang kaget saat ayu kembali kedalam rumah ia pikir menantunya itu telah pergi.
" Baru mau make sendal hujan nya tiba-tiba turun buk"
"Yowes iki makan dulu nduk"
Ayu mengangguk menerima mangkuk yang berisi mie rebus buatan sang mertua ini adalah hari ke 3 ayu ditinggal ke luar kota oleh Raka yang ada urusan penting keluar kota.
Setelah menikmati makanannya ayu bergegas Menganti pakaian nya dan masuk kedalam kamar, suasana dingin membuat ayu lebih dahulu mengantuk maka dari itu ia bergegas Menganti pakaian dan merebahkan diri diatas kasur.
" Huu sepi juga endak ada mas Raka" gungam ayu memeluk erat bantal guling nya, kantuknya semakin memberat membuat ayu tertidur pulas padahal jam baru menunjukan pukul 9 Malam.Hujan semakin deras membasahi bumi, rasa sejuk menyeruak masuk kedalam kamar ayu tertidur pulas seperti kebo hingga sebuah sentuhan dilegan nya membuat nya tersadar. Ayu hampir saja berteriak kencang saat mendapati sosok pria yang tertidur disampingnya namun suara nya tertahan saat mendapati raka dengan wajah pucat setengah memeluk dirinya.
" Mas?.." sejak kapan suami nya ini pulang? kenapa tidak mengabari dirinya? Ayu melihat kearah jam yang menunjukkan pukul 2 pagi yang berarti raka sudah sampai kerumah saat dirinya tertidur nyenyak.
"Mas..."
"Nghh..." Gungam raka gelisah ayu memegang kening raka yang terasa hangat.
" Bangun dulu mas, ayu buatkan makanan"
" Temani mas yu, mas butuh kamu" ujar raka pelan memeluk tubuh ayu, ayu menahan nafas saat merasakan degup jantung Raka yang yang bisa ia rasakan.
" Mas cinta sama kamu cah ayu, aira juga sayang sama Kamu, mas mau punya anak banyak cah ayu, mas sayang kamu cah ayu" racau raka memeluk erat tubuh ayu yang kecil, ia aku raka tidak terlalu terlihat tua di umur nya Yang sudah menginjak angka 41 tahun rambutnya pun belum terlihat memutih apa kah ayu terpesona? Mungkin.Ayu semakin bersalah mendengar gungaman Raka yang nyatanya ia belum bisa mengimbangi perasaan raka yang sangat besar kepada dirinya walaupun pernikahan mereka sudah lebih 2 bulan lamanya.
"Mas mau kamu malam ini sayang" lirih raka pelan ditelinga ayu membuat ayu meremang, suasana yang tadi nya dingin terasa sangat panas saat tangan raka mulai mengelus punggung ayu.
" Mas...mas bangun " ayu menepuk pipi raka panik saat wajah' sang suami tiba - tiba mencium leher nya membuat ayu hampir menangis. Tersadar dengan apa yang ia lakukan raka dengan cepat mengesar tubuhnya jauh dari ayu yang hampir terisak, raka memegangi kepalanya yang teramat pusing.
" Maafkan saya yu, saya hampir lepas kendali" ujar raka gelisah, ayu menggigit bibir bawahnya keras disaat seperti ini raka masih bisa menahan nafsunya ayu semakin bimbang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku yang Terpilih
Romance"iki Istri mu raka, perawani dia malam ini biar nurut sama kamu" Ujar Karto Tegas langsung mendorong ayu masuk kedalam kamar dan mengunci kamar Rahayu dari luar. " IBU NERIMA LAMARAN DARI KELUARGA RAKA ?" "YA ALLAH BUK, AKU INI MASIH MUDA" Hister...
