20

5.5K 238 38
                                        

Selamat malam seng ❤️
Jangan lupa untuk vote dan komen ya 🥰
Selamat membaca sayang ❤️

-----





Ayu memegang kepalanya nya yang beberapa hari ini sangat pusing belum lagi tubuhnya nya yang sangat muda lelah, ia pun heran dengan kebiasaan tidur nya yang semakin menjadi-jadi. Semenjak ia dan raka pindah kerumah baru yang  raka buat ayu lebih sering bercocok tanam sayur mayur di lahan belakang rumah yang cukup strategis.

" Loh dek...iki gak jadi sirem tanaman?" Tanya Raka yang membawa ranting kering dari depan untuk ia bakar dibelakang rumah.

" Gak jadi mas...aku tiba-tiba ngantuk...oh iya mas kepengen makan apa hari ini?"

" Mas ikut saja dik"

"Aku lagi males masak mas hehehehe ngantuk sama capek juga" ujar ayu dengan senyum polos maklum generasi muda saat ini sudah banyak yang terkena penyakit pegal linu termasuk ayu.

" Yowes mas beli aja...adik hari ini mau mangan apa biar mas beli " raka mengambil mancis dari saku celananya dan menghidupkan api disela sela rerantingan kering. Ayu berpikir sejenak untuk memutuskan makanan apa yang ia inginkan.

" Hemmm kepengen bakso urat" 

"Yowes mas bersih - bersih dulu"

"Hemm toge nya yang banyak ya "

"Loh bukannya kamu iki ndak suka toge "

"Hemm kepengen ajaa" ayu mengangkat bahu nya acuh dan berjalan kearah ruang tamu yang cukup besar, disana ayu membaringkan tubuhnya di kasur lipat yang raka beli untuk diruang tamu, ayu menatap plafon rumah miliknya 100 persen rumah ini sangat sangat sesuai dengan keinginan nya tata letak kamar lemari bahkan wc pun sama persis dengan keinginan nya, tinggal di kaki gunung membuat suasana sangat sejuk belum lagi tanam tanaman sangat tumbuh subur disini hal itu membuat ayu rajin menanam sayur mayur dan buah buahan di halaman belakang. Ia mensyukuri hidup nya yang sekarang walaupun hati nya belum terbuka lebar menerima kenyataan yang ada hingga perlahan-lahan matanya kian mengantuk sehingga iapun terlelap tak berselang lama setelah membersihkan tubuhnya raa pun berangkat menuju penjual bakso mengunakan vespa jadul milik nya yang ia beli se masa sma dulu.

"Loh kok tumben Iki... pesenan mbak ayu make toge biasanya endak

" Lagi kepengen iku istriku"

" Wallah - wallah lagi ngidam toh yo pak?"

" Aminn" ujar Raka menghisap satu batang rokok nya sambil menunggu pesanan bakso nya selesai, ia sebenarnya sudah curiga dengan perubahan ayu akhir akhir ini namun ia pernah menanyakan langsung kepada ayu tentang keadaan istrinya itu namun ayu menjawab belum.

" Dik....bangun....iki bakso nya.. " ayu mengeliat pelan dalam tidurnya saat merasakan raka membangun'kan dirinya, dengan kantuk yang ketara ayu pun mulai bangun dari tidurnya 

"Dimakan dulu dik...iki nanti keburu dingin" ujar raka membuka bakso miliknya, ayu mengangguk dan mulai menikmati bakso miliknya entah mengapa perut nya sangat lapar hingga bakso milik nya lebih dahulu habis ketimbang milik raka 

" Mas kepengen cicip punya mas" ujar ayu mendekatkan tubuhnya dengan raka, raka mengangkat alisnya dan menyuapi ayu perlahan-lahan 

" Nanti malem akad nya adi dengan tari..kamu mau datang?" Tanya Raka melihat kearah ayu yang sibuk mengunyah bakso milik raka.

" Iya lah mosok temen ku nikah aku ndak Dateng, oh iya mas hemmm nanti malem iku acaranya ngudang tetangga?"

"Iya.. tetangga dekat saja...gak tau keluarga tari" ayu mengangguk anggukkan kepalanya menikmati makan siang dengan raka dirumah baru mereka sudah hampir satu Minggu mereka menetap disini namun ia belum mengadakan acara pindah rumah atau penempatan rumah baru dikarenakan acara akad nikah adi yang lebih didahulukan oleh raka dan keluarga. Sore harinya setelah membersihkan rumah ayu dan raka bersiap siap menuju kediaman ila untuk mengantarkan adi untuk melangsungkan akad nikah yang dilakukan secara sederhana.

Aku yang Terpilih Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang