26

2.3K 136 20
                                        

Aku kembali...
Apakah masih ada yg mau baca cerita ini?😌
Maaf teman-teman, udah lama banget gak up cerita di wp dikarnakan sibuk dengan urusan pribadi.
Oh iya kalian harus sehat2 ya, tetap setia dengan cerita ini. Terima kasih banyak untuk teman teman yang udah setia pokonya love dehh untuk kalian🥰🥰

-----

" Jadi kedatangan  saya kesini buk, mau menjemput ayu. Hemm persoalan raka dengan aira cukup pribadi tapi hari ini raka akan pulang maka dari itu saya mau menjemput ayu" ujar ila pelan sambil menyeruput teh hangat yang sudah dibuatkan oleh gita, sedangkan ayu masih menetralkan detak jantung nya yang tiba tiba berdetak lebih kencang.

" ohh iya silahkan buk, iki juga ayu dari kemarin2 kepengen pulang tapi gak ada temen, maklum saya sama suami sibuk di ladang" ujar yani senang setidaknya permasalahan sang anak terselesaikan baik-baik.

" Tapi... kemarin mas raka iku beda, aku ndak mau pulang dulu buk" ujar ayu angkat bicara jujur saja sebenarnya ia takut melihat raka yang seperti itu. Yani dan ila tersenyum maklum.

" yang nama nya laki-laki iku memang seperti itu yu, tidak semuanya sesuai ekpetasi kita. Kita saja sebagai perempuan terkadang ada yang dilihat dari sampul nya bagus tapi didalam nya jelek. Berumah tangga memang sudah sewajar nya seperti itu cahayu  kamu sebagai istri harus bisa memahami keadan bukan malah kabur kaburan" sindir yani membuat gita tertawa kecil melihat teman nya itu.

" Kalau kamu ndak mau pulang sama ibuk gak papa, nanti minta tolong temen  mu saja yang antar, kebetulan ibuk juga kesini kepengen lihat ternak bebek ibuk mu soalnya ibuk mau bisnis ke kota, raka bakal pulang nanti jam 4 sore" ujar ila menyegol legan yani sedangkan yani mengankat kedua alisnya.

" Yowes buk, ayu pulang dengan gita aja, ibuk kesini sama bapak kan? Aku nitip koper ku ya buk"

" makanya kalau mau kabur itu milih milih barang dulu, iki seisi rumah dibawa kesini apa ndak semak itu kamar" cibir yani, ayu melototkan matanya kenapa ibu nya akhir akhir ini sangat cerewet apakah karna tidak dikasih jatah oleh bapak? Entalh ayu pusing memikirkanya.

" Awas aja kalau aku pulang masih di diemin, emang aku iki opo lemari? Yang di diemin aja, dasar om om tua"gerutu ayu memasukan baju yang ia bawa kedalam koper.

" aduhh yuu... makin mikir aku iki mau nikah, liat rumah tangga kalian aja bikin aku mumet"

" enakan manjat pohon jambu sama jajan pinggir jalan yu"

" Huuu kalau bisa mutar waktu ya aku mau nya juga gitu tar, tapi yo balik lagi ono takdir tuhan" gita mengagkat bahu acuh tak acuh

" Jadi kita langsung berangkat nih endak mau mampir dulu?"

" Mampir tempat biasa aja, aku kepengen makan mie ayam"

"Baik kanjeng ratu"

Setelah menikmati 2 porsi mie ayam dan es teh, gita dengan hati hati mengantarkan ayu pulang kerumah, dan disana mobil milik raka sudah terparkir di halaman.

" Waduh waduh om raka udah pulang duluan yu, aku nganter nya sampe sini aja, sana sana pulang"

" iss sampe depan pagar napa toh git"

"Aaa takut kena semprot aku sana, sini es nya untuk ku saja gawat kalau om raka liat" ayu berdecak kesal turun dari motor milik gita dan menyerahkan es cekik yang ia beli tadi kepada gita.

" Tapi kok aku takut ya git"

"Itu urusan mu sana masuk"

Ayu berjalan pelan memasuki rumah, tidak ada tanda tanda raka diruang tamu, ia pun berjalan memasuki kamar nya yang sudah ia tinggal selama 2 hari 2 malam dan ternyata raka berada di balkon kamar dengan satu batang rokok dimulut nya sesekali ia memaikan asap rokok itu ke udara.
Dan ini pertama kalinya ayu melihat raka merokok semenjak setelah menikah ia pikir raka memang tidak merokok tapi nyatanya.

" Aira terseret kasus pembulian dikampusnya, dan korban dari kasus itu meninggal dunia" tubuh ayu terasa kaku saat mendengar raka yang tiba tiba berbicara seperti itu, raka cukup paham dengan keada kalau ayu sudah ada dan ayu tidak menyukai asap rokok maka dari itu mematikan putung rokok yang belum sepenuhnya habis.

Raka tertwa sumbang dengan wajah memerah melihat ke arah ayu yang masih berdiri kaku tak menyangka kasus pembulian yang sangat ramai diperbincangkan saat ini ternyata pelaku nya adalah aira.

" Sa...saya harus bagaimana yu? Aira ...aira sudah sangat keterlaluan"ujar raka dengan suara tersedak tak menyangka dengan kejadian besar ini. Anak perempuan pertama nya sudah memghilangkan nyawa orang lain walaupun laporan sementara aira bukanlh pelaku utama tetapi sama saja.

" Mas...ak..."

" Saya yang salah yu, saya yang salah saya sudah gagal mendidik aira" tangis raka pecah memijat kepalanya yang sangat pusing, tanpa terasa ayu pun ikut menangis melihat suaminya itu, sifat aira yang melekat dari kecil ternyata tidak sepenuhnya hilang. Menhingat ayu adalah korban pembulian yng juga dilakukan oleh aira sewaktu smp dulu.

" Saya akan mengirim aira jauh dari sini yu, saya akan memberikan hukuman yang setimpal untuk aira"

Malam harinya suara gemircik hujan terdengar cukup jelas, ayu meluruskan kakinya setelah makan malam dengan raka, raka terlelap cukup nyaman dipangkuan ayu yang tengah mengunyah keripik kaca.

" Jadi sekerang aira dimana mas?" Tanya ayu pelan

"Di polsek"

"Di tahan mas?

" hemm,  sambil nunggu bukti bukti lain dan ngumpulin saksi dari kasus ini, aira dan teman² nya ditahan dulu"

" Kamu ninggalin dia makanan kan mas?"

"Enggak" ayu menghela nafas kasar melihat tajam sekaligus prihatin keapda raka.

" besok anter aku kesana, aku mau bawain aira makan walaupun bagaimana aira itu anak ku juga.


Aku yang Terpilih Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang