13

5.3K 237 22
                                        

Halo sayang 🥰
Apakabar?
Jangan lupa untuk vote dan komen ya🥰

Maafkan author yang baru muncul lagi🫂

----









" mas....anu..."

"Hem?"

"Iku....."

"Iku apa sayang?" Tanya Raka gemas melihat ayu yang tampak ingin mengatakan sesuatu namun takut juga. Ayu memegang pipi nya yang masih basah akibat masker hijiau yang ia pakai beberapa menit yang lalu.

"Iku.....malem ini kan ada acara pasar malam di rt 1 hemm boleh ndak ayu pergi sama gita sama tari juga? hemm mumpung sempet mas kemarin kemarin endak sempet apalagi ayu" Raka menutup leptopnya dan mengangguk selagi itu untuk kebahagian ayu tidak masalah untuk raka.

" Boleh sayang, nanti mas anter"

"Hemm kami mau pergi nya bertiga mas hehehehe" ujar ayu tak enak hati, raka mengangkat alis nya dan mengangguk ia memahami apa yang dimaksud oleh ayu.

" Yowes, iku ada uang di dompet mas, bawa aja malem ini juga mas mau Rapat rt kemarin malam kandang pak sabeni kemalingan, kamu endak usah pulang malem - malem jam 10 sudah harus ada di dirumah"  ayu tersenyum lebar dan terpekik kecil akhirnya setelah sekian lama ia kembali bermain dengan teman-teman nya.
Selepas magrib dan menyiapkan makan malam untuk raka ayu bergegas Keluar rumah dimana sudah ada gita yang menunggu nya.

" Uhuyy istri pak Raka, aura nya aduhh beda banget"

" Makin cantik dong" ujar ayu memutar tubuhnya karna malam ini mengunakan baju tunik berwarna coklat yang cantik dipadukan dengan ikat rambut pita berwarna putih tulang kalau dilihat seperti ini ayu terlihat seperti anak smp.

" Tari mana ta?" Tanya ayu yang sudah duduk manis diatas motor Scoopy merah milik gita.

"Udah sampe duluan, oh iya yu tari iku agak gemukan loh pipi nya iku makin tembem" 

" Masa???

"Yo masa aku bohong to yu, wong tadi aku yang jemput tari duluan baru koe"

" Kok iso gemuk Yo"

"Guna nya obat nafsu makan apa toh cah ayu"

Tak terasa keduanya telah sampai di arena pasar malam terlihat malam ini sangat ramai yang mengunjungi pasar malam.
Keduanya berjalan masuk sambil melihat kanan kiri melihat kanan kiri ada banyak jajanan yang di jual disini.

" Nah itu tari" ujar gita menunjuk ke arah perempuan yang memakai sweater hitam. Ayu melebarkan sedikit matanya saat melihat perubahan tubuh tari yang memang berbeda dari terakhir mereka bertemu tubuh nya semakin berisi namun wajah nya pucat.

" Ihh kangen banget tau, apakabar tari?"

" Alhamdulillah baik kok, kalian apa kabar?"

" Alhamdulillah baik', kita foto dulu yuk" dan mereka pun menikmati pertemuan mereka kali ini, mereka bersama sama bermain dan mencicipi makanan yang diperjual-belikan di pasar malam ini.
Hingga permainan rumah hantu adalah permainan terkahir Yang mereka mainkan sebelum pulang.

" Iki piyee aku mau pipis"

"Alah belum juga masuk git, wong Didalem iku rombongan si kurcil" ujar ayu mengejek ya walaupun didepan sana banyak anak kecil yang menangis' setelah keluar dari rumah hantu itu.

" Hemm kayak nya aku ndak masuk juga.. takut jantungan" ujar tari

" Ihhh jadi ini ndak jadi masuk?" Tanya ayu dengan wajah masam, gita dan tari kompak menggelengkan kepalanya.

" Hemm iku aku mau duduk dulu ya pegel jalan terus" ujar tari membenarkan sweter hitam nya.

" Yowes kita ngelukis saja, iku disana ada yang kosong" mereka bertiga pun melangkah ke arah tempat melukis yang murah meriah namun ditengah tengah saat mereka melukis bersama tari mengeluh perut nya kram.

" Duhh..shhhh"

"Kenapa ta?" Tanya gita saat melihat wajah tari yang meringis memegangi perutnya.

"Iki... perut ku kram karna kebanyakan makan kayaknya"

"Kram?"

"Yowes sini ta bantu olesin minyak kayu putih" ujar ayu meletakkan tisu yang ia pegang untuk membersihkan kuas dari pewarna buatan.

" Ha, gak usah yu " kaget tari dan Dengan tegas menolak tawaran ayu untuk mengoleskan minyak kayu putih di perut nya. Ayu dan gita melihat satu sama lain ia yakin pasti ada sesuatu disembunyikan oleh tari kepada mereka berdua.
Tak terasa malam semakin larut baru saja hendak menaiki sepeda motor milik gita suara klakson mobil mengagetkan mereka berdua. Raka dengan pakaian santai nya turun dari mobil menatapa ayu sambil gelengan kepala.

" Eh mas raka.. ini udah mau pulang kok" ujar ayu tersenyum kecil tak menyangka raka akan menjemput nya

" Hemm... Yowes ayo pulang" ujar raka

" Aku balik nya sama gita saja ya mas, endak enak masa udah di jemput pergi pulang nya sama mas" ayu menatap Gita sekilas.

" Endak papa yu, pulang sama pak Raka saja, rumah ku juga udah deket kok" ujar gita kepada ayu

" Tapi..."

" Sudah endak papa, iki jajanan mu aku pulang duluan yoo, Permisi pak" ujar gita sopan menghidupkan mesin motor nya dan berlalu pergi meninggalkan kedua suami istri itu.Ayu meringis sesampainya dirumah ternyata jam sudah menunjukkan pukul 12 malam pantas saja Raka menjemputnya, ayu memukul kepalanya pelan bisa-bisa nya dia lupa kalau sekarang statusnya sudah menjadi istri.

" Mas ..mas marah ?" Tanya ayu pelan saat Raka datang membawakan jajanan nya masuk kedalam kamar

" Hemm ? Enggak sayang" ujar raka melihat ayu, namun ayu sudah lebih dahulu tak enak hati.

" Tap..."

" Lain kali jangan di ulangi kalau memang lain kali kamu masih mau main, kabarin mas ya cah ayu" sangat lembut membuat ayu semakin tak enak hati.

Pagi pagi sekali hujan melanda desa sehingga membuat beberapa orang malas untuk keluar. Ayu merasakan tenggorokan nya sangat sakit dan matanya sulit untuk di buka.

" Argh huk huk.. aduh iki suara kemanaa" ayu memegang tenggorokan nya terasa kering dan suara nya pun ikut serak. Dengan wajah bantal nya ayu mencoba untuk membangunkan dirinya namun gagal kepalanya terasa sangat berat dan pusing.

"Huuu aduh kepala ku hiks hiks" ayu menangis' kecil memegangi kepalanya yang terasa sakit kalau bisa dipilih ayu lebih memilih sakit perut dari pada sakit kepala, biasanya kalau sudah seperti ini pasti sang ibu akan memijat kepalanya dan memberikan obat obatan tradisional namun masalahnya saat ini ia masih berada di rumah mertuanya.

Raka yang baru saja datang lantas mendekati ayu.

" Cah ayu.."

"Masss...." Rengek ayu mencari keberadaan raka setelah itu lantas memeluk lengan raka erat erat saat raka berada disampingnya.

" Kenapa hemm..? Kepala nya pusing?" Tanya Raka memijat kepalanya ayu Dengan pelan ayu semakin memeluk raka dan raka pun membalas pelukan ayu tak erat nya.

" Kepala ku pusing mas...."

"Minum obat ya, sebentar mas ambilkan obat dulu" ujar raka lembut, ayu menggelengkan kepalanya menolak

"Mau bobo tapi mas peluk yaa" raka tertawa kecil mencium kening ayu saat mendengar penuturan ayu yang manja itu.
Ia lantas membenarkan posisi bantal dan membaringkan tubuhnya di samping ayu yang memeluk nya erat hingga tak terasa legan nya kini menjadi bantalan untuk kepala ayu yang sesekali meringis.

"Cantiknya istriku"  ujar raka dalam hati saat melihat wajah teduh milik ayu yang hanya berjarak beberapa centi saja.



Aku yang Terpilih Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang