24

3.3K 215 21
                                        


Selamat malam sayang sayangku😘🥰
Gimana kabarnya?
AKhirnya author up hahaha

Selamat membaca say.

‐–———-




" Aira libur 4 bulan mah"

"Mah?" Beo ayu tengah mengiris mentimun untuk dicampurkan dengan sirup melon yang sebelumnya ia buat, raka menganguk dan berdiri disamping ayu.

" di biasakan dari sekarang mah mosok sampe kakek nenek manggil mas aja" ujar raka mengambil satu potong mentimun yang belum teriris, ayu membuang nafas dan kembali melanjutkan untuk mengiris mentimun tadi.

" Kemungkinaan aira bakal kesini liburan nya..tapi dia bilang mau ke bali sama teman - teman nya mumpung libur panjang katanya"

"Iya mas"

"Ayah...A..Y..A..H..Ayah " ayu meringis kecil dan mengerutkan dahinya ia masih aneh untuk pangilan baru itu untuk raka walaupun saat ini ia tengah mengadung anak dari raka itu.

" iya yah" ujar ayu kemudian membuat raka tersesyum puas, ayu tak melarang untuk aira tinggal dirumah ini toh juga aira anak raka  rumah ini di desain minimalis tapi raka menyiapkan kamar khusus untuk aira tepati, bahkan kamar itu telah terisi lengkap walaupun sang penghuni baru satu kali menginap.

" mumpung hari panas ayah mau ke kebun dulu sebentar" ujar raka berlalu mengambil topi dan juga parang yang ia selalu ia bawa bila ke kebun.

" hemm ambilin ubi ya yah, kepengen makan ketela"

" iya sayangkuu"
Raka berlalu pergi dan ayu sibuk mengurus mentimun yang ia iris untung saja dikehamilan ini tidak merasakan mual yang berlebih namun kantuk nya semakin menjadi ayu bahkan bisa bangun jam 7 pagi dan jam set 9 kembali terlelap ia pun mulai merasakan tubuh nya yang sedikit besar saat ini.
Setelah membuat minuman yang ia mau ayu  berjalan menuju teras belakang rumah untuk menikmati suasana siang hari yang cukup membara siang ini.

" Nak ayu kepengen makan apa, biar bibik buatin"

" Ndak usah mbah...iku ada es didapur ayu yang buat, silahkan diminum juga mbak"

"Yowes bibik minum, abis itu mau bersihin halaman depan mumpung rumput nya sudah panjang"

" iya bik, iku jangan lupa makan juga"

" Hemmm sak iki liat perabotan rumah bagus iki....mumpung rumah belum ada isinya" ujar ayu sendiri membuka aplikasi oren di gawai nya dan melihat beberapa barang barang cantik yang sudah ia masukan dalam keranjang kuning..mumpung hari ini ada diskon besar besaran.

" Ayah mana"

" Astagffirullah" pekik ayu kaget bahkan gawai yang ia pegang terlempar saat aira datang dan langsung menanyakaan keberadaan sang ayah.

" Ayah mana ayu!!" Kesal aira tak sabaran menunggu jawaban dari ayu, ayu menghela nafas pelan.

" Kamu kenapa aira kok panik gitu...."

" ckkk Ayah ayah mana!!!" Kesal aira maju selangkah dan menarik kerah daster yang ayu pakai, ayu merasakan tubuh nya bergetar melihat kilatan amarah dimata aira persis seperti zaman smp dulu sewaktu ia sering dibully oleh aira.

"Maa..mass raka ke kebun" ujar ayu tergagap, aira berdecih pelan dan menghentikan aksinya setelah itu berlalu pergi meninggalkan ayu.

" Nak ayuu" suara bik ina yang tampak khawatir ia berjalan pelan menuju ayu yang masih terdiam.

" Nak ayu duduk dulu, saya ambilkan air putih" ayu yang masih diam tidak merespon ucapan bik ina yang bahkan saat ini sudah menjauh ia sibuk dengan pikiran nya ada apa dengan aira sejak kapan aira datang kenapa aira marah?. Apakah dirinya ada masalah dengan aira? Seingat nya ia tidak pernah melakukan hal itu untuk sekedar bertukar pesan saja jarang ia lakukan.

" wes koe jangan banyak pikiran nak ayu, inget kamu iku lagi hamil ...aira mungkin ada perlu dengan ayah nya.."

" iya bik, makasih "

" Yowes bibik pulang dulu...mumpung panas bibik mau jemurin rengginang dulu"

" Nggeh bik hati - hati dijalan"

Setelah kepergian bik ina, ayu bergegas menghubungi raka yang nyatanya nomor sang suami tidak aktif, kebiasaan raka yang belum hilang sama sekali.Sibuk dengan pikiran nya ayu kehilangan nafsu makan bahkan ia berniat menyusul raka dikebun  baru saja melangkah menuju parkiran rumah  raka terlebih dahulu datang dengan wajah sangar nya.

" Marah iki" ucap ayu dalam hati melihat guratan amarah diwajah raka, bahkan lelaki itu tak lagi menyapa nya ia langsung masuk kedalam rumah dengan pakian yang seluruh nya sangat kotor tak lama suara mobil memasuki pekarangan rumah aira dengan wajah sebam nya pun langsung masuk kedalam rumah membiarkan pagar dan pintu mobil yang terbuka lebar, ayu berdecak pingang dengan anak beranak itu entah apa yang mereka rasakan saat ini.. ayu berlaribkecil menutup pagar dan menutup pintu mobil brio merah milik aira yang terbilang masih sangat baru, anak pertama raka itu mengeluh lelah mengunakan sepeda motor menuju kampus maka dari itu raka memberikan satu unit brio versi baru untuk anaknya itu.
Ayu ikut masuk kedalam rumah dan langsung masuk kedalam kamar terlihat raka sudah membersihkan tubuhnya.

" Mas...Eh Yah..kenapa?" Tanya ayu mendekati raka yang tubuhnya masih terbungkus handuk ping milik ayu yang kebetulan belum sempat ia jemur

" Iku..aira tadi..."

" Diam" ujar raka pelan namun tegas, terlihat raka mengeluarkan pakaian nya  dan juga tas ransel

"Loh loh...kamu iki mau kemana yah.."tanya ayu panik melihat raka memasukan beberapa helai baju dan juga dokumen. Tak memperdulikan ayu raka tetap dengan diam nya hingga lakilaki itu telah siap, ribuan pertanyaan timbul di kepala ayu. Sebenarnya apa yang terjadi?

___

Aku yang Terpilih Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang