Selamat malam beb ku❤️
Jangan lupa untuk vote dan komen 🥰
Wkwkwk cerita ini udah konflik aja 🥰
Tenang gays cerita ini akan Happy ending kok🤍 tapi cerita ini cuman sampe part/ bab 30 / 35🙏
Karna akan ada karya - karya berikut nya🤍
Belajar dari cerita sebelumnya yang cukup melelahkan dan seru bayangin aja author buat cerita dari tahun 2021-2024 🥺 lama banget tapi seru heheheh.
Udah ah segitu aja❤️
Selamat membaca ya sayang ❤️
Ayu dengan keras kepala nya enggan menyambut apalagi melihat kearah raka yang sekujur wajahnya terdapat luka lebam, ayu masuk kedalam kamarnya mengambil sesuatu yang sebenarnya tidak penting juga. ia melakukan itu untuk menjauhi raka saja.
" Cah ayu......" Suara raka terdengar serak bersambut dengan suara pintu kamar yang ditutupi.
"Keluar" usir Rahayu tanpa menoleh sedikit pun, ia mengambil buku novel yang sudah sering ia baca hingga ia pun tau bagaimana alur dan ending dari cerita yang ada dibuku itu namun hal itu ia lakukan untuk mengabaikan raka yang tengah menatapnya.
" Mas minta maaf atas kejadian kemarin ayu.....mas..."
"Keluar saya mau istirahat" ujarnya angkuh tanpa memperbolehkan sedikit raka untuk berbicara, sudah banyak hal yang ia korbankan dari mulai masa depan, cita cita dan kebebasan harus digaris bawahi bahwa ayu sangat tidak menyukai lelaki pemarah, main tangan, mabuk, judi, dan rokok. Mengorbankan masa depan nya untuk menikah dengan laki laki dewasa tak muda ayu terima namun karna untuk membalas budi orang tuanya ia rela melakukan itu walaupun dengan hati terpaksa namun lambat laun ia mulai menerima akan hal itu tetapi apa yang ia dapat saat ini? ia pikir Raka ada laki laki idaman sebagaimana orang tua nya dulu membanggakan Raka.
Ia berdecak malas saat raka mendekati tubuh nya yang berbaring diatas ranjang.
" Marah sama mas ayu....mas memang salah....mas minta maaf sudah ngebentak kamu kemarin " menulikan pendengaran nya dan tetap fokus pada buku novel nya itu hal yang dilakukan ayu, keras kepala sang bapak ternyata menurun 130 % kepada dirinya dan ayu bangga akan hal itu.
" Mas akan menjelaskan semuanya Sayangg, tapi Tolong lihat mas....."
Dilembar novel selanjutnya terdapat foto ayu dengan kedua teman baik nya foto itu ia ambil saat ke tiganya bermain di air terjun di desa sebelah teringat akan yang disampaikan oleh sang ibu tadi membuat ayu melototkan matanya.
Brukk
" Aduhhshh" ringis raka saat novel berhalaman tebal itu mengenai wajahnya saat ayu melemparkan nya dengan cukup kencang.
" Kamu.....kamu ngehamili tari?" Pekik ayu keras dengan wajah memerah diam nya raka membuat ayu semakin marah dan langsung berdiri mengambil vas bunga yang kemarin ia beli dan melemparkannya kearah raka membuat sang empu meringis kesakitan luka lebam diwajahnya belum sama sekali sembuh dan ayu malah menambahkan nya. Darah segar keluar dari pelipis raka saat tak mampu menghindari lemparan dari sang istri, Suara jeritan Rahayu dan ringisan raka membuat ani yang tadinya berada didapur langsung mendekati kamar sang anak begitupun dengan Karto.
" BAJINGAN KAMU RAKA.....APA KAMU NDAK PUAS SAMA KU HAAA SAMPE SAMPE TARI.....TARI IKU SAHABAT KU BAJINGAN " Tanpa aba aba ayu langsung menerjang raka dengan sekuat tenaga membuat ani dan Karto terlonjak kaget dengan apa yang mereka lihat, raka tidak melawan sedikit pun ia membiarkan ayu menghabisi dirinya.
" Astaghfirullah Rahayu, sadar nduk iku laki mu ya Allah nak Raka...pak...bapak tolong iki mantu kita bisa abis" jerit ani panik mencoba menahan ayu yang kesetanan menampar raka hingga tanpa disadari wajah Raka kini kembali mengeluarkan darah. Karto membenarkan sarung yang ia pakai setelah itu menarik ayu dengan sekali tarikan sehingga ayu menatap sang bapak dengan nafas yang tak beraturan diiringi dengan tangisan kecil karna kecewa akan hal yang dilakukan oleh Raka.
" Sa...sakit hati aku pak hiks hiks" adu ayu dengan tangisan menatap sang bapak yang tampak berwajah datar, raka mencoba bangun dibantu oleh ani sehingga sekarang laki laki itu bisa bersandar dilemari jati milik ayu.
" CK.....kamu iki sangat batu Rahayu, bapak tidak suka" ayu menghentikan tangis sekian detik saat mendengar ucapan sang bapak seharusnya karto menghabisi raka saat ini juga kan.
°°°
" Keadaan nya semakin menurun, kami akan menambahkan 5 kantong darah kepada pasien" suasana lorong rumah sakit ini seakan mati tidak ada yang berani berkata kata sedikit pun dingin nya lantai rumah sakit membuat semua orang yang berada disana terdiam kaku.
" Silahkan buk suster, tolong selamatkan anak dan cucu sayaa" ujar perempuan 65 tahun yang memecah keheningan diantara mereka semuanya. Suster muda itu tersenyum ramah tanpa mengetahui isi pikiran mereka dan setelah itu bergegas masuk kedalam icu untuk mengambil tindakan.
Gita dengan tatapan kosongnya mencoba menerka apa yang terjadi saat ini, semua orang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari dan mereka masih setia berada lorong rumah sakit menunggu kabar baik atau kabar buruk selanjutnya.
" Anak ku iku pasti mati" kekehan yang berasal dari mulut seorang laki-laki yang berada disudut ruangan membuat beberapa orang terlonjak kaget, kekehan yang terdengar memilukan dan penuh akan ketakutan beradu menjadi satu, gita menoleh setelah itu kembali melihat diujung sendal jepit yang ia pakai terdapat noda darah disana yang belum sempat ia cuci tidak ada yang berani membalas ucapan dari laki-laki itu termasuk kedua putra nya yang berdiri angkuh dengan guratan amarah yang kalau saja ada berbicara akan mereka habisi.
Hingga pukul 4 dinihari menjelang subuh, semuanya masih ada disana tak lama suara langkah yang terdengar cukup jelas semakin terasa.
" Tari....tari mana" suara kepanikan membuat semua orang langsung menoleh kearah perempuan yang tak lain adalah Rahayu datang dengan segala tumpukan pertanyaan dan ketakutan, dengan baju polos berwarna hitam ia berlari kecil menuju arah gita.
" Tari..tari baik baik aja, tolong bantu doa ya yu" ujar gita menghela nafas kasar, ayu menelan ludahnya tak yakin dengan apa yang dikatakan gita saat ini.
" Ni...makan" gita mendoggakan kepalanya melihat kearah sumber suara seorang laki-laki bertubuh kekar memberikan nya Sebuah plastik yang berisikan nasi dan air putih saat ini gita duduk dipinggiran parkiran setalah melaksanakan sholat subuh ia berniat mencari udara segar sebelum masuk kembali dalam rumah sakit.
"Makasih mas" ujar gita menerima krekes yang dijulurkan kepadanya..tidak berbohong saat ini memang gita sangat lapar karna dari kemarin perut nya belum terisi makanan apapun.
" Saya akan pulang ke desa, kalau kamu mau bisa ikut sama saya untuk pulang" suara itu kembali terdengar sesaat gita menghabiskan air mineral yang ia ambil dari dalam plastik.
" Nggeh mas, saya mau ikut ganti pakaian hem...tapi mas pulang kesini lagi atau tidak?" Tanya gita tanpa melihat lawan bicaranya
" Menurut mu?" Setelah mengatakan hal itu lantas laki laki tadi meninggalkan gita diparkiran.
"Jadi benar iku semalem dirumah pak yudi rame rame? Denger denger RT pun dateng semalem"
"Saya juga liat raka muka nya lebam gitu...kayak abis ditonjok masa "
" Kira-kira kenapa yaa"
Gita mempercepat langkahnya masuk kedalam rumah, saat mendengar pembicaraan ibu ibu desa yang ternyata kasus kemarin sudah banyak orang yang.
"Nak..kamu pulang? Iki ibuk baru siap- siap mau ke kota..gimana keadaan tari?"
"Alhamdulillah sudah membaik buk, hemm ibuk mau berangkat sekarang?"
" Kita pergi sama sama aja, ibuk mau masak dulu untuk dibawa kesana kamu bersih bersih habis itu istirahat nanti bangunkan"
---
Aww
Malam ini sampe Disini dulu gays, kita lanjut besok ya.
Ubur ubur iklan lele
Selamat malam le❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku yang Terpilih
Romance"iki Istri mu raka, perawani dia malam ini biar nurut sama kamu" Ujar Karto Tegas langsung mendorong ayu masuk kedalam kamar dan mengunci kamar Rahayu dari luar. " IBU NERIMA LAMARAN DARI KELUARGA RAKA ?" "YA ALLAH BUK, AKU INI MASIH MUDA" Hister...
