16

6.7K 245 18
                                        

Selamat malam sayang🥰
Jangan lupa untuk vote dan komen ya🖤
Kita usahakan up setiap hari itu🫂.
--------





3 Minggu kemudian.......

" Huuu ayam bapak Iki, nanti ta potong tau rasa" kesal ayu pada ternak ayam kampung milik bapaknya yang terus mengikuti dirinya selepas menjemur pakaian, hari ini sinar matahari baru menampakkan cahayanya setelah beberapa hari hujan terus menguyur desa.

" Tangkap saja nduk abis iku buat sop, toh bapak endak bakal marah" ujar karto menghisap sebatang rokoknya

"Yowes nanti ta suruh mas raka yang nangkep, ayu mau kerumah budhe ambil mangga" ujar ayu meletakkan baskom disamping rumah setelah itu sedikit membenarkan rambutnya, karto mengangguk dan membenarkan sarung yang ia pakai.

Sekarang ini sudah memasuki musim buah dimana beberapa pohon rambutan dan duku sudah mulai berbuah. Di pertengahan jalan ayu berpapasan dengan aira entah darimana anak itu membuat ayu sedikit terkejut ia kira aira akan mengata ngatainya namun salah aira berlalu saja dengan wajah' datar nya.
Sesampainya dirumah kayu milik nenek gita ayu bergegas masuk mendapati budhe erep yang tengah memberi pakan pada ikan yang berada di kolam.

" Budhee ayu yang cantik baik hati iki Dateng" pekik ayu cepreng mendekati budhe erep yang terkejut dengan kedatangannya.

" Huhh kamu iki buat budhe jantungan saja" omel budhe erep sedangkan ayu memasang wajah tidak bersalah.

" Duduk dulu, iku kantong plastik item ada mangga ambil saja"

" Hemm iya budhe, iki manggan ne besar besar sekali enak sekali dibuat rujak"

"Hemm iya saking besar nya gala punya budhe patah jadi endak sempet metik iku rambutan, bojomu piye apa kabar?"

" Bojoku baik budhe, sayang banget iku rambutan nyaa udah pada merah merah "

" Ya mau gimana lagi wong endak ada gala, iki jangan lupa di bawa pulang " ujar budhe erep, ayu mengangguk dan mencicipi mangga muda yang sudah dipetik oleh budhe erep namun matanya tak henti menatap pohon rambutan yang berbuah Sangat lebat tak jauh dari pohon mangga.

" Aku manjet saja yo budhe, sayang bener iku kalau endak diambil " ujar ayu semangat, budhe erep geleng geleg kepala melihat tingkah teman cucu nya ini.

" Inget umur cah ayu, sudah besar " ujar budhe erep, sedangkan ayu memonyongkan bibirnya.

" Sesekali to budhe, boleh ya"

" Terserah mu nduk" ujar budhe erep.

Walaupun tubuhnya akhir akhir sediki membengkak karna nafsu makannya yang meningkat ayu tetap memanjat pohon rambutan yang sangat tinggi itu, keahlian nya dalam memanjat pohon sudah dari kecil terlatih hei ayolah pasti kalian pernah juga memanjat pohon tentangga.Sedang asyik-asyiknya memanjat pohon rambutan ayu menyempatkan untuk mencicipi rambutan itu langsung dari atas sambil memilah rambutan mana yang akan ia ambil dan bawa pulang .

" Sudah yuu, Iki sudah siang pulang sana...kamu iki endak inget suami" jerit budhe erep dari bawah tak menyangka ayu masih setia diatas pohon rambutan sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 11 lewat. Dengan sedikit terpaksa ayu pun mulai turun dari atas pohon.

" Dari mana toh cah ayuu..." Tanya ani yang menyusun piring yang sudah dicuci kedalam rak piring.

"Iku tadi kerumah budhe nya gita ambil mangga sama rambutan, iku ayu tarok di baskom, mas raka ada buk?" Tanya ayu

"Iku Ada di depan sama Aira lagi ngobrol sama bapak" kedua mata ayu hampir saja terlepas dari tempat nya saat mengetahui fakta bahwa suami dan anak nya tengah berada diluar berbincang dengan sang bapak.

Aku yang Terpilih Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang