Selamat membaca sayang 🥰
Jangan lupa untuk vote dan komen 🥰
-----
Ayu menutup tubuhnya dengan selimut tebal saat merasakan angin dari kipas angin mengenai tubuhnya terhitung sudah 2 hari ia demam namun hari ini badan nya sudah mulai agak segar.
" Bubur nya udah dihabisin? Iki obat nya minum dulu" ujar raka memberikan obat penurun panas untuk Rahayu. Setelah menghabiskan obat obatan nya ayu lantas bersandar kembali pada Raka. Tidak ada yang marah kan kalau ia bermanja pada suaminya sendiri? Terkadang ayu juga bingung kenapa dirinya bisa seperti ini sekarang.
" Jantung mas bunyi nya keras banget " ujar ayu saat mendengar detak jantung Raka yang memompa sangat cepat tangan kecil nya membuat gambar abstrak di dada Raka. Raka tersenyum mengelus kepala ayu sejujurnya jantung nya selalu berdetak kencang saat disamping ayu tanpa ayu ketahui.
" Mas Sayang ndak sama ayu?"
" Sayang toh wong kamu iki istriku"
"Kalau cinta??"
" Dari awal mas kenal kamu, mas sudah cinta apalagi sekarang kamu udah milik mas,mas semakin jatuh cinta sama kamu, kenapa sayang? Tumben nanya nya gini" tanya raka penasaran
" Aku minta maaf ya mas, aku belum bisa Nerima mas sepenuhnya sampai sekarang" ujar ayu jujur menatap raka dengan mata berkaca-kaca di sisi lain ia turut prihatin dengan keadaan rumah tangga mereka yang begini begini saja.
" Gak papa sayang, mas ngerti kamu iku masih muda masih mau bebas mas juga endak mau memaksa kamu untuk mencintai mas " ayu menggigit bibir bawahnya saat air mata nya hampir saja mentes.
Entah keberanian dari mana ayu mengangkat kepalanya pelan dan langsung mencium ujung bibir raka sekilas hal itu tentu saja membuat raka kaget setengah mati. Setelah itu ayu langsung memeluk raka erat erat menegelamkan kepala nya dipelukan raka karna malu.
" Hemm, mas kalau mau nyium ayu boleh tapi pelan pelan ya mas ayu gak tau soalnya" cicit ayu menahan malu,berbekal artikel yang ia baca di media sosial ternyata pria dewasa lebih sering (*****) saat melihat kekasih atau istrinya, dan seorang suami diwajibkan untuk memanjakan ataupun sebaliknya kepada istri.
Raka tersenyum hangat di tengah kekagetan nya, ia melerai pelukan ayu dan mengusap rambut ayu yang berantakan.
" Gak papa mas cium kamu? Kamu siap?" Tanya Raka pelan menatap dalam ayu detak jantung mereka berdua saling beradu ditengah kesunyian malam'. Ayu mengangguk pelan memberikan lampu hijau untuk Raka. Tanpa basa basi pun raka langsung mencium kening ayu sangat lama hingga merasakan bibir mungil ayu.
"Nghhhhh" decakan bibir keduanya mulai beradu hingga terdengar ditelinga mereka berdua, tangan besar milik raka mulai mengelus tanpa batasan ayu mengalunkan tangannya dipundak raka dan membalas ciuman raka dengan amatiran ia tak berani membuka mata karna sejujurnya ia sangat malu.
" Ah ahh" ayu meraup oksigen sebanyak mungkin saat raka melepaskan ciuman mereka nafas keduanya memburu apalagi Raka, sudah cukup lama ia tak merasakan ini malam ini kamar mereka menjadi saksi betapa panasnya ciuman mereka.
Raka menarik nafas dalam dalam dan mencium leher jenjang ayu ia memberikan tanda kepemilikan disana.
" Ahh arghhh Rahayu....saya gak tahan tapi saya gak mau mamaksa kamu" ujar raka bangkit dan menarik rambutnya frustasi nafsu nya sudah diujung tanduk tetapi tak mungkin ia memaksa ayu untuk melakukan nya.
Ayu yang masih berbaring dengan nafas yang tidak beraturan menatap kasihan kepada raka, lelaki tua itu tampak gelisah
" Saya ke kamar mandi dulu" ujarnya cepat meninggalkan ayu yang Masih terbaring diatas ranjang dengan leher yang terasa kebas.
---
Keesokan harinya ditemani suara burung burung, ayu lebih produktif membantu ila menyiram tanaman sayur yang ada di samping rumah mertuanya.
" Dulu ibu hamil umur berapa buk?" Tanya ayu kepada ila yang jaraknya tidak jauh
" Hem umur 16 tahun nduk, ibuk cuma kosong 1 bulan abis itu langsung isi iku si Raka nah jarak 4 tahun ibuk hamil lagi iku adiknya raka yang sekarang di jakarta"
"Oh iya kalian belum pernah ketemu kan? Kemarin iku Adi endak sempet pulang pas nikahan kaliann dia pulang kemarin sebentar tapi gak ketemu juga sama kamu, nanti deh kalian ketemu rencana si adi iku juga mau pindah disini ngurus pabrik kasian juga dia dikota gak ada yang urusin "
"Hemm nggeh buk, iku mas adi belum nikah yo buk?"
"Belum...anak ibu iku susah setiap ibu mau jodohin selalu nolak katanya dia udah punya pacar tapi belum pernah dikenalin ke ibu, kalau sifatnya ya sebelas dua belas lh dengan raka tapi yo pasti ada beda karna adi sudah lama merantau ke kota " ayu mengangguk kan kepala nya paham.
" Berarti ibuk nikah muda juga ya??"
"Iya sayang, ibuk iki korban perjodohan juga ibuk malah nikah nya mendadak pulang sekolah langsung akad nikah"
"Kenapa gak nolak buk?"
" Ibuk nolak toh nak bahkan ibu sempat kabur ke kota tapi bapak mu iku banyak kenalan makanya ibuk langsung di dapetin pas di jakarta dan dibawa pulang lagi kesini"
" Perasaan ibu gimana?"
" Perasaan ibuk campur aduk waktu ibu tapi ya seiring berjalannya waktu ibuk bisa menerima kalau ternyata rencana tuhan iku baik untuk ibuk " keduanya berbincang cukup lama dikebun hingga pukul 10 mereka berdua siap siap untuk memasak lauk untuk makan siang.
Menu hari ini adalah sayur pakis dan labu dan sambal ikan tengiri dan dadar telur asin sangat sederhana namun mereka semuanya sangat suka.
" Nanti malem kita makan diluar saja, luak nya habisin sekarang "
"Loh kenapa pak?" Tanya ayu saat mengunyah lalapan
" Kita makan malam diwarung pinggir jalan saja sama adi ya sekalian refreshing " ujar yudi.
Setelah makan siang bersama ayu membantu ila untuk mencuci piring,.
" Sayang nanti kalau keluar rambut nya digerai saja ya"
"Kenapa buk?"
"Itu dileher kamu " ujar ila pelan dengan kesadaran penuh, ayu melototkan mata nya baru mengingat sesuatu, bercak merah dileher nya akibat perbuatan mereka semalam.Ayu mendudukan kepalanya dalam dalam, ya tuhann ia malu sekali.
Sesuai kesepakatan bersama, malam ini mereka makan di warung langganan keluarga pak yudi, sebuah warung yang langsung menghadap ke arah bukit bukit hal itu tentu saja menyejukan mata saat lampu rumah dan beberapa kendaraan terlihat dari sana.
" adikusuma panggil saja adi, saya adik nya mas raka" ayu menerima jabat tangan dari laki laki yang bertubuh kekar dihadapan nya ini, ternyata adi tidak seburuk yang ayu kira perawakan tinggi dan kulit putih membuat poitn tersendiri bagi adi
" Rahayu istrinya mas Raka"
"Masih muda, umur berapa?"
" 20 Tahun" setelah itu mereka berbincang satu sama lain dan menikmati makan malam yang tersedia. Sebelum pulang mereka menikmati waktu untuk bersantai setelah itu ber-selfie ria.
" Sini yu, raka sini biar ibuk foto in" keduanya pun menurut dan saling merapatkan diri terlihat ila sangat antusias mengambil gambar keduanya.
" Kita gak pernah foto"
"Sekarang kan udh di foto in ibuk"
"Beda lagi" raka mengeluarkan hp nya dan mengambil gambar lantas ayu tersenyum manis saat raka akan mengambil gambar.
"Gimana mas, iku mas mu udah ada istri kamu iku kapan? Endak bosen ngebujang?" Tanya yuda pada adi yang sibuk memainkan ponselnya
" Nanti toh pak"
"CK .kamu iku"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku yang Terpilih
Romance"iki Istri mu raka, perawani dia malam ini biar nurut sama kamu" Ujar Karto Tegas langsung mendorong ayu masuk kedalam kamar dan mengunci kamar Rahayu dari luar. " IBU NERIMA LAMARAN DARI KELUARGA RAKA ?" "YA ALLAH BUK, AKU INI MASIH MUDA" Hister...
