Selamat Malam Sayang
Gimana puasanya lancar?
Ada yang ngajak Mokel gak kalau siang?😅
Lama ya tidak bertemu....dikarnakan beberapa minggu yang lalu author sudah masuk kuliah lagi..jadi up sedikit tertunda cukup lama.
Insyallah kedepanya akan lebih konsisten lagi🤎
Doakan Perkuliahan author lancar ya🤎
Semangat untuk kita semua 🤎 selamat menjalankan ibadah puasa.
---
" Mas....aku nambah lontong nya ndak papa?" Ayu mendekati raka dan berbisik pelan membuat raka yang tengah mengunyah lontong nya menoleh dengan cepat ia menyedokan satu sendok lontong kedalam piring ayu. Semenjak kehamilan nya bertambah nafsu makan rahayu pun ikut bertambah apalagi beberapa hari belakangan ayu sangat mengidamkan makanan yang harus dibeli kota.
" Kalau udah selesai makan, susu nya jangan lupa diminum iki mas sudah buatkan" ujar raka yang dianguki ayu, keadaan ayu yang berbadan dua menambah perhatian dari sang suami bahkan pekerjaan rumah sudah diambil alih bik ina yang datang setiap pagi dan sore untuk bersih - bersih. Ayu tidak diberikan izin untuk melakukan apapun dirumah ini hal itu yang membuat keduanya sering berselisih kecil. Setelah keduanya menghabiskan lotong medan yang raka beli ayu membersihkan tubuhnya dan menganti pakaian gamis untuk pergi kerumah sang mertua.
" Mas....aku cocok ndak pake jilbab?" Tanya ayu menghampiri raka yang tengah mencari angin segar didekat jendela. Raka menoleh dan tersenyum manis membelai wajah ayu yang tertupi jilbab ping muda senada dengan gamis yang ia pakai.
" Cantikk...Kamu cocok dik make jilbab" ujar raka mencium kening ayu sekilas membuat ayu tersipu malu...ternyata sang suami menyukai dirinya menutup aurat, mulai hari ini ayu belajar untuk membiasakan diri untuk mengunakan jilbab keluar dari rumah.
" Yowes, mas mandi sana aku mau dandan dulu"ujar ayu manis dan meninggalkan raka dengan lompatan kecil membuat raka melototkan matanya.
" Pelan -Pelan cahayu"
Selepas sholat magrib kediaman yudi dan ila ramai didatangi para warga dan beberapa tamu dari luar kota, malam ini adalah malam tasyakuran kehamilan tari yang ke 7 bulan, beberapa sanak keluarga tampak hadir malam ini..acara syukuran dilakukan dengan besar - besaran bahkan yudi menyembelih 3 ekor sapi untuk dihidangkan malam ini.
" Mas duduk didepan, kalau kamu butuh sesuatu atau capek telfon mas saja" ayu menganguk dan setelah itu menghampiri ila yang tengah duduk dengan ibu ibu pengajian.
" Makan dulu nduk, iku ibuk udah siapkan makanan di meja"
" Nanti saja buk, ayu belum laper" acara berlangsung dengan khitmad tari sangat cantik dengan gaun biru dengan ornamen bunga dan kupu - kupu di gaun nya membuat aura semakin terpancar malam ini. Banyak orang yang mendoakan untuk kesalamatan tari dengan cabang bayi yang dikandung nyaa. Perut nya sudah terlihat sangat membuncit sehingga sedikit membatasi pergerakan nya.
" iki sate kambing tari...makan dulu kamu iki gak makan dari tadi" ujar ayu membawa 2 piring berisikan sate kambing dan beberapa cemilan yang disiapkan malam ini.
" makasih yu...kamu sudah makan?" Tanya nya serak membuat ayu mengerutkan dahinya.
" kamu iki habis nangis tari?" Tanya ayu curiga, tari tersenyum kecil dan mengeleng.
" Gita ndak dateng ya yu? Udah lama banget yu kita ndak kumpul bareng, makan bertiga, main bertiga"
" Gita lagi masuk kerja malam ini, besok baru bisa pulang..hemm iya juga ya ta kita iki udah jarang ngumpul.
" Gimana besok kalau kita ngumpul dirumah ku saja? Kebetulan iku ada stok bakso merecon dikulkas" tari menganguk sambil mengelus perut nyaa
" Hubungan mu dengan Mas adi..baik baik ajakan tari?" Tanya ayu menatap dalam tari yang tampak menyembuyikan sesuatu dari dirinya.
" Alhamdulillah yu" ucapnya tak yakin, ayu menghela nafas kecil melihat tari yang agak pendiam dan menjaga jarak dari dirinya. Tari sudah berubah tidak seperti biasanya.
" Aku iki sekarang kakak iparmu, jauh dari itu kita udah keluarga tar...jangan sungkan sama ayu kalau mau curhat toh kita iki temenan dari orok"
"Iki makan dulu, kasihan anak mu iku pasti sudah kelaparan"
" Kamu ndak makan yu?"
" aku udah abis 2 mangkuk sop daging...iki aku mau ambil sate lagi ".
Setelah acara selesai ayu merasakan kakinya sangat ngilu karna berjlan kesana kemari hal itu membuat jilbab yang ia pakai sedikit berpindah arah dari posisi sebelumnya.
" Aku mau ganti baju dulu yo mas, gerah aku" ayu pun melangkah ke kamar sang mertua untuk menganti pakaian karna saat ini kamar tidur milik raka sudah ditempati oleh aira.
" dijaga toh nduk kandungan istri mu, jangan kebanyakan merokok didekat tari...sesekali kamu temani dia keliling setelah sholat subuh, kemarin subuh tari dikejar anjing pak regar untung saja bapak lewat sebelum ke kebun"
" hemm" Ujar adi memainkan ponsel nya dan sebatang rokok ditangan nya.
" kamu iki dengar ndak adi bapak iku ngomong apa, coba kowe iku serius wong orang tua iku lagi ngomong" adi dengan sebal menghentikan aktivitasnya .
" Saat iki aku iku sedang dalam proses belajar menerima belajar, jadi yo ndak bisa dipaksakan. Tari iku bukan perempuan yang ku mau pak, tipe ku iku tinggi daripada dia"
" Bukan tipe mu tapi kau membuat anak orang kembung 7 bulan" sindir raka sinis tak suka dengan ucapan sang adik itu. Adi berdecak kecil mendengar ucapan sang kakak kepada dirinya.
" Kapan kamu ajak pindah istri mu ke jakarta? "
"Nanti sajalah'
" Wong endak baik to mas, ningalin istri lama - lama apalagi hamil besar kayak tari..Dosa Mas dosa, ibuk liat tari itu semakin hari semakin kurus sama banyak melamun.. ibuk endak suka ya di anak orang kamu buat begitu" adi menghela nafas panjang semakin merasa terpojokan oleh keluarganya.
" Iya buk"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku yang Terpilih
Romantika"iki Istri mu raka, perawani dia malam ini biar nurut sama kamu" Ujar Karto Tegas langsung mendorong ayu masuk kedalam kamar dan mengunci kamar Rahayu dari luar. " IBU NERIMA LAMARAN DARI KELUARGA RAKA ?" "YA ALLAH BUK, AKU INI MASIH MUDA" Hister...
