12

6.4K 283 23
                                        

Selamat Malam Sayang ❤️
Jangan lupa bahagia ya🧏❤️

Selamat membaca

--




" Masak nya tunggu minyak nya agak kering nduk, bapak sama raka iku suka yang kering kalau minyak nya masih banyak mereka kurang suka, jangan di aduk terus nanti kentang nya hancur"

" Ini tempe nya di iris tipis terus di celup ke adonan ini baru di goreng api nya kecil aja jangan besar"  Ayu yang tengah berada disamping ila terus memperhatikan dan belajar apa yang dilakukan mertua nya mulai dari memasak opor ayam hingga mengoreng tempe mendoan ya setidak nya ayu sudah tahu bagaimana cara memasak dan perbumbuan nya.

" Buk, ayu coba goreng tempe nya ya buk"

"Silahkan nduk" ila dengan senang hati mengeser sedikit tubuh nya agar ayu bisa menuagkan tempe kedalam minyak goreng. Dengan Rambut kepang dua ayu dengan telaten memasak tempe medoan itu.

" Dirumah, ayu iku jarang masak buk..mentok mentok cuma buat sambel sama ayu jarang beres beres rumah" ujar ayu jujur ya walaupun sebenarnya malu.

" Hemm dak papa, ibuk juga gitu dulu waktu sudah menikah dengan bapak masak air aja ibuk endak tau. Ibuk maklum sing penting kamu iku ikhlas menerima Raka dan keluarga raka dan mau belajar itu sudah cukup untuk ibuk nduk" ila tersenyum lembut mengelus lengan ayu.
Tak terasa kedua nya sudah cukup lama berkutat di dapur beberapa lauk pun sudah selesai dimasak.

" Sana pangil bojomuu, biar makan sama-sama" ayu mencuci tangan nya setelah itu langsung menuju kamar.
Terlihat disudut sana Raka tengah tertidur padahal baru jam 11 siang.

" Mas.." ayu merinding saat memulai duluan untuk membangunkan raka toh biasanya dia cuek cuek saja terhadap Raka.

" Makan dulu yuk iku makanan nya udh selesai dimasak"

"Hemm..iya, mas cuci muka dulu" ujar raka saat sadar dan berjalan ke arah kamar mandi.

" Hemm aroma nya iki sampe ke kebun belakang, pasti iki bukan ibuk yang masak"

"Yo pasti to pak, iki masakan mantu kitaa lihatt opor ayamnyaa enak sekali" ayu tersenyum meringis dalam hati begitu bahagia nya melihat kedua orang paru baya ini padahal jelas jelas masakan ini bukan sepenuhnya hasil tangan ayu.

" Ayo mari mari, bapak sudah lapar" ujar yudi tak sabaran.

" Aira gak makan buk?" Tanya ayu yang tengah mengambil nasi

" Kata nya masih kenyang tadi sarapan nasi goreng" perihal aira ayu tidak banyak tanya ia tahu kalau aira menghindari ayu untuk makan bersama satu meja.

" Gimana raka masakan ayu? Sedep to?" Tanya yudi pada raka yang menikmati makanannya.

" Enak pak, garem nya udh pas " ujar raka yang mendapat lirikan tajam oleh ayu. Hari ini mereka menikmati makan siang bersama  sama setelah itu mereka berbincang satu sama lain di kebun belakang rumah.

" Hari mas sakit ya?" Tanya ayu saat raka kembali memejamkan mata di gazebo belakang rumah.

"Hemm mas sedikit rindu" ujar raka menghela nafas pelan terlihat dari raut wajah nya yang lain hari ini ayu sudah tau ada Masalah.

" Rindu?? Dengan siapa?" Tanya ayu penasaran walaupun dirinya tau akan sakit.

" Tidak dengan siapa siapa" raka menghela nafas menjaga perasaan ayu.

" Bohong koe, mas iki jujur wae rindu sama siapa, wong aku endak papa"

" Ibu nya aira" singkat padat Bom.
Salah sendiri siapa yang ngotot ingin tahu, ayu merasa perputaran waktu agak lama sekarang ini.

" 7 Tahun sudah mas berpisah dengan Almarhum. Terkadang mas juga rindu apalagi aira semakin hari semakin besar dan cantik, sebelum mas ingin menikahi kamu mas udah janji endak bakal nikah lagi waktu itu mas yakin tapi ya namanya juga manusia ternyata allah ngasih mas jodoh lagi..."

" Berarti mas masih sayang sama cinta ke ibu nya aira?" Potong ayu cepat menatap Raka.Raka membuang nafas sudah tau bagaimana akhirnya.

" Hampir 15 tahun kami menikah dik, bohong kalau mas bilang endak sayang dengan ibu nya aira, tapi kamu sudah menjadi bagian dari mas juga kamu iku sudah ada tempat nya di diri mas."

" Mas minta maaf cah ayu masih sering memikirkan ibu nya aira " ujar raka penuh sesal sedangkan ayu tak tahu harus menjawab apa.

Malam harinya ayu lebih memilih untuk rebahan didalam kamar, sosial media sudah ribuan kali iya buka walaupun berakhir bosan ia tetap melakukan nya.Saat mendegar pintu kamar terbuka ia langsung memejamkan mata nya.

" Ayo makan dulu cah ayu, iki opor ayam nya enak sekali" ujar raka meletakan nampan di meja kecil yang berisi foto pernikahan mereka.

"Cah ayuu"

" Masih kenyang"

" Bohong wong iku cacing perut mu bunyi buntu " ayu membuang nafas kasar ihs maluu.

" Ayo makan, mas juga belum makan "

"Loh kenapa endak makan duluan si, wong aku endak laper, kalau sakit gimana" omel ayu

" Biasanya iku kan makan bersama, sudah endak usah ngomel ngomel ayok makan".

" Besok mas mau keluar kota, ikut ya biar ada yang nemenin mas"

"Loh kok mendadak toh"

" Aira baru ngasih tau mas kalau besok udah mau pulang ke jogja, kita anter sampe ke bandara sekalian mas mau beli bibit sawit"

" Hemm kayak nya ayu endak usah ikut deh, mas aja sama aira "

" Ikut sayang... iki perintah dari mas, koe mau dosa sama suami hem?"

" Yowes kalau gituu "

Grup Wa

Gita

" P"

"Info pasar malam, udah lama kita endak ke pasar malam lagi "

Ayu
" Sibuk"

Gita
" Dih mentang mentang udh jadi istri, @tari kemana koe piye kabare "

Ayu
" Iya toh wong ada bojo "

Gita
" Wah sudah mulai menerima toh, alhamdulillah aku ikut seneng"

Ayu
" Amin"

"Lagi ngapain toh dik, senyum senyum sendiri " tanya raka melihat ayu yang masih bermain hp padahal jam sudah menujukan pukul 11 malam.

" Iki lagi bales chat gita...oh iya mas, mas tau ndak temen ku tari iku sekarang jarang aktif padahal dulu dia orang yang paling aktif kok ayu kepikiran yo"

" Mungkin aja tari lagi mengurangi bersosial media "

" Hemm endak mungkin.. di telfon pun nomor hp nya endak aktif endk kayak biasanya "
Ayu baru teringat terakhir ia bertemu dan berkomunikasi dengan tari satu bulan yang lalu tepat dihari pesta pernikahan nya dan seingat nya tari kemarin sakit.

" Sudah -sudah, besok lagi main hp nya sekarang tidur udah tengah malem"

" Bntr dulu mas"

Dan seketika lampu padam membuat ayu terlonjak kaget hingga hp nya terjatuh.raka tertawa pelan

" Awas nanti ada..."

" Masa ihh udah tau bojone penakut, awas ya nanti ta adui in ke bapak ku"

----

Jangan lupa untuk Vote dan Komen ya ❤️
Kalian dari mana aja nih? Ada kah dari Sulawesi? Komen ya🥰











Aku yang Terpilih Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang