Lucas mengerut.
Suasana hatinya benar-benar buruk.
Ditambah ia mendapatkan beban baru yang harus ia pinggul.
"Lucas, kenapa wajahmu mengerut begitu? Kalau kau terus mengerut, nanti kau cepat tua!"
Alasannya hanya satu.
Karena Tuan Putri yang ada di hadapannya ini memberikan beban baru kepada dirinya.
"Tuan Putri Athanasia, sudah ku katakan bahwa aku ini tengah sibuk. Tidak ada waktu untuk menemanimu."
Lucas berusaha tetap sabar dan tenang, meski ia sudah sangat kesal karena ia ditahan oleh Tuan Putri Athanasia ketika baru saja kembali untuk memberikan laporan kepada sang Kaisar Obelia.
Namun seakan Tuan Putri Athanasia tidak sadar, atau memang dia pura-pura tidak tahu, wanita itu berjalan mendekat.
"Hey, aku disini bukan untuk menganggumu! Apa Papa belum memberitahumu?"
"Memberitahu apa?"
Tuan Putri Athanasia tersenyum lebar seraya ia berkata dengan nada ceria.
"Mulai saat ini, aku akan ikut membantumu dalam menyelesaikan tugas memburu penyihir hitam!"
"Huh?"
Lucas melongo tidak percaya.
Otaknya seketika terkena freeze untuk beberapa saat setelah mendengarkan pernyataan tersebut.
Astaga.
Apakah wanita itu sudah gila?
Lucas benar-benar tidak ada waktu untuk meladeni permainan seperti ini.
"Kau pasti senang bukan? Ini pertama kalinya setelah sekian lama kita bisa bekerja bersama! Pasti menyenangkan!"
Lucas mengepalkan kedua tangannya dan menunjukkan raut wajah dingin.
"... Athanasia."
Seketika tubuh Athanasia menjadi tegang saat kedua telinganya mendengarkan suara berat nan dingin dari sang penyihir.
Ia menatap Lucas dengan perasaan takut, sebab ia merasa bola mata berwarna merah tersebut menyala dengan hawa menyeramkan.
"Bukan kah aku sudah bilang aku sibuk?"
Kini Lucas sudah tidak ingin lagi menyembunyikan perasaan kesalnya.
Lucas sudah terlalu lama menyimpan banyak perasaan dan terus menekannya sampai akhirnya ia sendiri sudah muak.
"Apa kau menganggap pekerjaan ini sepele?"
Tuan Putri Athanasia menggelengkan kepalanya dengan cepat, mencoba untuk mencairkan suasana.
"T-Tidak! Bukan maksudku seperti itu! Aku kan disini untuk membantumu!"
"Kau tidak perlu membantuku. Aku bisa mengurusnya sendiri. Jika kau memang mempunyai waktu luang, bukan kah sebaiknya kau mendampingi suamimu? Aku dengan Tuan Ijekiel saat ini tengah sibuk mendapatkan koneksi dari berbagai wilayah untuk pembangunan sekolah umum."
Tuan Putri Athanasia terdiam saat mendengarnya.
Ia memang mendapatkan surat dari suaminya, Ijekiel Alpheus untuk datang membantu jikalau memang ia mendapatkan waktu luang.
Namun...
"... Apa kau tidak senang aku berada didekatmu? Lucas, kau sudah berubah."
Tuan Putri Athanasia menunduk sembari mengepalkan kedua tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Just In This Dimension]
FanfictionSetelah Kaisar Obelia, Claude berhasil mendapatkan kembali ingatannya, dia dan dan putrinya, Tuan Putri Athanasia segera bertindak untuk melawan pemberontak. Kaisar Kejam terdahulu, Anastasius, dieksekusi hukuman mati untuk menebus segala kesalahan...
![[Just In This Dimension]](https://img.wattpad.com/cover/321846177-64-k31422.jpg)