Lucas berbalik saat ia merasakan hawa kehadiran yang familiar. Saat ia berbalik, ia melihat wanita berjubah hitam, tudung menutupi wajahnya tengah berjalan berlawanan arah.
Wanita itu memang menyembunyikan indentitas miliknya namun rambut coklat yang sedikit terlihat dari tudung itu membuat Lucas langsung menghentikan langkahnya.
"Hey, tunggu dulu!"
Tanpa mau membuang waktu Lucas segera berlari meninggalkan tempat tersebut untuk mengejar wanita tersebut.
Tuan Putri Athanasia yang melihat Sang Penyihir tiba-tiba berlari langsung mengikutinya dari belakang.
Ia berpikir, kenapa Lucas tiba-tiba berlari seperti ini?
Siapa yang ia kejar?
Penyihir kegelapan?
Namun Tuan Putri Athanasia merasa firasatnya meleset.
Karena mengapa saat ini raut wajah Sang Penyihir seperti sangat putus asa?
Seakan pria itu tengah mengejar seseorang yang berharga baginya.
Tidak.
Dia tidak menyukainya.
Tuan Putri Athanasia merasa bahwa tempatnya telah tergantikan oleh orang asing, dan dia tidak menyukai hal tersebut.
"Lucas, tunggu dulu! Kenapa kau tiba-tiba berlari?!"
Lucas tidak menghiraukan suara Tuan Putri Athanasia yang mencoba menghentikannya.
Kakinya terus berlari untuk mengejar wanita misterius yang berusaha untuk terlepas dari kejarannya.
"Aku bilang tunggu!"
Sampai akhirnya Lucas pun mengeluarkan sihirnya untuk menghentikan wanita tersebut.
Mengingat pergerakannya agar ia tidak bisa melarikan diri.
"Jennette!"
Tudung hitam yang menyembunyikan identitas wanita misterius itu pun terlepas, menunjukkan sosok wanita yang selama ini ia cari.
Jennette, orang yang berhasil membuat Lucas hampir gila karena tidak dapat menemuinya.
"Kau! Sedang apa kau ada disini?!"
Pertanyaan yang dilontarkan oleh sang penyihir tidak digubris. Bola mata emerald miliknya kini memandang jauh orang yang berada di belakang sang penyihir.
Sosok malaikat cantik namun mematikan bagi kehidupannya. Jennette mengembangkan senyuman tipis, namun aura yang terpancar tidaklah manis seperti dahulu kala.
"Wah. Wah. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan pria bajingan yang membuatku menderita dan wanita yang mencoba untuk mengekangku."
Tuan Putri Athanasia terkejut saat melihat sosok Jennette yang sedang terikat oleh sihir Lucas.
Dia tidak menyangka orang misterius yang bisa membuat sifat Lucas berubah drastis seperti ini adalah anak dari Kaisar terdahulu.
"Jennette"
Jennette mendecih kesal saat mendengar namanya keluar dari mulut Tuan Putri Athanasia.
Dia tidak menyembunyikan lagi betapa menjijikkan rasanya berhadapan dengan orang yang membuat kehidupannya menjadi kacau.
"Jangan sebut namaku dengan mulutmu itu, Athanasia!"
Tuan Putri Athanasia terkejut saat mendengarnya. Ia tidak menyangka Jennette akan meresponnya dengan begitu kasar dan penuh kebencian.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Just In This Dimension]
FanfictionSetelah Kaisar Obelia, Claude berhasil mendapatkan kembali ingatannya, dia dan dan putrinya, Tuan Putri Athanasia segera bertindak untuk melawan pemberontak. Kaisar Kejam terdahulu, Anastasius, dieksekusi hukuman mati untuk menebus segala kesalahan...
![[Just In This Dimension]](https://img.wattpad.com/cover/321846177-64-k31422.jpg)