Suatu malam, saat Lucas tengah menyusuri jalanan di kota yang cukup terpencil, ia mengerutkan dahinya karena ia harus membawa seseorang.
Tuan Putri Athanasia.
Yap.
Pewaris Kekaisaran Obelia.
Wanita yang sudah menjadi milik pria lain tersebut tengah mengekorinya dari belakang.
Lucas terus berjalan tanpa ingin melihat ke belakang, berpura-pura tidak sadar akan kehadiran dirinya.
"Lucas! Tunggu, Lucas!"
Suara itu terus memanggil dirinya seraya kakinya terus melangkah. Lucas sama sekali tidak ingin mengucapkan sepatah kata pun saat ini setelah ia mendapatkan kecaman dari sang Kekaisaran perihal tentang sikapnya terhadap keluarga Kekaisaran.
Setelah ia pergi meninggalkan Athanasia untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda, ia mendapatkan panggilan kembali setelah beberapa jam.
Itu panggilan dari Sang Kaisar Obelia.
Lucas berpikir bahwa Sang Kaisar ingin memberitahukan informasi terbaru perihal pekerjaannya, namun yang penyihir itu dapatkan saat kembali adalah tatapan dingin serta aura mematikan dari Sang Kaisar.
Ternyata Tuan Putri Athanasia memberitahu tentang sikapnya beberapa waktu lalu kepada Sang Kaisar.
Dan tentu, sebagai pria yang sangat menyayangi putrinya, Sang Kaisar, Claude, tidak tinggal diam setelah mendengarnya.
Lucas harus rela untuk menerima amarah dan kecaman dari Sang Kaisar selama beberapa waktu.
Dan yang paling membuatnya marah dan kesal adalah Claude bersikeras untuk menuntut Lucas untuk membawa Athanasia dalam penyelidikan.
Lucas sangat marah dengan hal tersebut karena ia menganggap saat ini Tuan Putri Athanasia tidak bisa membantu dirinya.
Lucas sudah menjelaskan bahwa tugasnya berbahaya bagi Sang pewaris Kekaisaran, namun Tuan Putri Athanasia tetap bersikeras untuk ikut membantu.
Membuat Lucas geram karena Sang Kaisar sendiri juga menuntutnya.
"Lucas! Tunggu! Lucas!"
Lucas masih terus mengabaikan suara tersebut dan berjalan cepat, ia bahkan tidak mau melambatkan langkah kakinya hanya karena wanita itu tidak bisa mengimbangi dirinya.
"Lucas!"
Lucas berhenti dan berbalik, menatap wanita itu dengan tatapan dingin yang membuatnya seketika merinding.
Lucas tidak mengucapkan apa pun, namun ia menghela nafas panjang dan kemudian berbalik untuk melangkah lagi.
Tuan Putri Athanasia merasa canggung, namun dia tetap bersikeras untuk mengikuti pria itu dari belakang meski ia tidak dihiraukan sama sekali.
Disisi lain, Jennette saat ini tengah berada diluar, sendirian.
Sebab dikerahkannya anggota Ksatria Kekaisaran di seluruh daerah membuat Anastasius berserta kelompoknya sulit untuk bergerak untuk beberapa saat.
Jennette yang melihat keadaan itu menawarkan diri untuk membantu.
Awalnya Anastasius tidak ingin melibatkan Jennette dalam hal ini, namun melihat pandangan bola mata putrinya yang sama sekali tidak ada niatan untuk tunduk, membuat pria itu pun mengangguk.
Jennette hanya mengerjakan tugas kecil yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan rencana milik mereka.
Sekedar membersihkan rumah, mencuci pakaian serta membeli bahan makanan untuk mereka karena beberapa dari mereka sudah tidak bisa muncul di tengah-tengah masyarakat.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Just In This Dimension]
FanfictionSetelah Kaisar Obelia, Claude berhasil mendapatkan kembali ingatannya, dia dan dan putrinya, Tuan Putri Athanasia segera bertindak untuk melawan pemberontak. Kaisar Kejam terdahulu, Anastasius, dieksekusi hukuman mati untuk menebus segala kesalahan...
![[Just In This Dimension]](https://img.wattpad.com/cover/321846177-64-k31422.jpg)