HI, HELLO, ANNYEONG, HAPPY READING 📖🥳.
•••||•••||•••||•••
BAB . 18
{ Di dalam mimpi Varez....... }
Malam hari didalam mimpi Varez, maksudku didalam hotel itu, semua lorong gelap, hening, sunyi, dan tanpa penerangan sedikitpun, hanya satu lampu didalam setiap kamar, mereka berenam, tentu saja tanpa Varez, mereka duduk di atas kasur masing masing, hotel itu menggunakan kasur tingkat, agar tidak banyak modal, bercanda, tapi memang mereka memakai kasur seperti itu, ditengah keheningan kamar mereka, seseorang tiba tiba saja membuka pintu membeuat Malvin dan yang lainnya terkejut,
" kau...si pemuda kain tadi " ucap Haelka, menunjuk pria yang berdiri di depan pintu dengan selembar kertas.
Itu Riky, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, ia hanya pergi masuk sebentar ke kamar itu lalu menempelkan selembaran kertas tadi di dinding, kemudian pergi keluar, Jovan kasurnya berada di bagian bawah dan paling dekat dengan tempat terpajangnya kertas itu, dia berdiri dan mengambilnya, lalu membawanya mendekat ke yang lainnya, agar bisa dibaca bersama,
Isi surat:
" Patuhi aturan!, jangan meminum ataupun memakan pemberian mereka, si pria berbaju hitam dengan luka sayatan dilehernya, jangan pernah menerima pemberian dari mereka!, dan jangan memulai pembicaraan dengan siapapun itu jika kalian berada dekat dengan sekumpulan pria yang kumaksud tadi! " -Rky-
Benar kata Haelka, tidak ada tanda kehidupan disana, bahkan pembicaraan atau obrolan sangat dilarang di hotel itu, pantas saja mereka lebih sering menggunakan surat, dan dengar dengar siapa yang tidak mematuhi aturan disana...hukumannya cukup mengerikan,
Lorong kembali sepi, tidak ada penjaga disana, Haelka pergi mengintip keluar, dan hanya mendapati kekosongan yang gelap, Varez...kamarnya berada di ujung lorong, tidak begitu jauh dari kamar mereka berenam, Varez selalu mengintip lewat lubang kunci, dan kali ini dia melihat Haelka dari kejauhan, senyuman tergambar diwajahnya, ia membuka pintu kamarnya, dan berlari ke kamar abang abangnya tepat disaat Haelka telah menutup pintu, Varez berteriak, ia memukul pintu kamar abangnya berulang kali,
" Abang!, abang, buka bang, ini Varez " ucap Varez berteriak, dia membuat para pria penjaga itu muncul dan mengelilinginya,
" Varez? " ucap Carez, wajahnya panik dan sedikit terkejut, ia mendekati pintu dan membukanya, menatap ke arah Varez yang tangannya diseret paksa oleh sekumpulan pria itu,
" Varez!!, mau ngapain lo deketin adek gue!!! " teriak carez, waduh, dia melanggar peraturan pertama, tangan Carez sudah hampir behasil menggenggam tangan Varez, tapi pria yang lainnya mencegah Carez, ia mendorong kembali Carez masuk ke dalam kamar, dan membawa Varez menjauh dari sana,
Carez terjatuh ketik salah satu pria itu mendorongnya, siku tanganyya terbentur tiang besi dari kasur Malvin, membuat memar tergambar disana, Carez bangun dari jatuhnya, memukul pintu itu juga, berulang kali, sia sia aja...pintu itu sudah dikunci dari luar, sekarang tidak ada yang bisa mereka lakukan,
" Varez bang..., itu Varez " ucap Carez,
" Kalo dia disini...berarti dia juga terjebak didalam mimpinya sendiri dong " ucap Haelka,
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Days for 7 Dreams
Fanfiction|| 7 lelaki berbeda orang tua yang menjadi satu keluarga, berjuang untuk mempertahankan jumlah anggota mereka, meraih mimpi dan kebahagiaan bersama. ||
