~BAB. 25

83 3 1
                                        

Hi Hello Annyeong
🌷Happy reading🌷





BAB. 25



(Setelah banyaknya kemacetan yang mereka lewati)

Mereka bertujuh sudah sampai di mansion, seperti biasa...Varez dengan tiga pawangnya, ya Nathael, Jovan, dan Carez membantu Varez untuk keluar dari mobil dengan kurse roda, Suasana mansion yang sudah lama mereka rindukan, akhirnyaaa.

Haelka membanting tubuhnya di sofa bersamaan dengan Malvin dan Rendy, Jovan masih membantu Varez untuk pindah ke sofa.. sedangkan yang lainnya sudah duduk dengan santai. Bel mansion berbunyi, Malvin dengan rasa malasnya dia yang harus membukakan pintu itu karena yang lainnya terlihat lebih lelah dari dirinya. Malvin membuka pintu dan melihat seorang kurir pengantar makanan berdiri disana, membawa banyak makanan.

Pesanan atas nama Haelka? ucap kurir itu,

"Oh iya, orangnya ada didalem, biar saya yang trima aja pesenannya, terimakasih ya" ucap Malvin, ia menutup kembali pintunya dan meletakkan makanan tadi di atas meja ruang tamu,

"Wahhh tepat waktu, Haelka lagi bosen sama masakannya Nathael, jadili Haelka pesen makanan deh" ucap bayi beruang itu dengan santainya, Nathael memposisikan tubuhnya duduk tegak dan menatap banyaknya makanan yang Haelka pesan,

"Inilo yang bayar Hael?" tanya Nathael,

Nggak, gue pake kartu kreditnya Carez tak apa Haelka, jujur memang lebih baik daripada berbohong, tapi kamu terlalu jujur untuk saat ini, Carez membelalakkan matanya menatap ke arah Haelka, veribu kata siap keluar dari mulut Carez,

Aishh, abang nggak bilang ke Carez dulu?, itu uangnya mau Carez pake buat beli baju bang, kenapa di pake sih?, balikin nggak?, main pake uang orang aja "ucap Carez. ia mengomeli abangnya itu.

Gue cuma bercanda, nggak mungkinlah gue pake duit lo, dompet aja lo bawa di saku terus, gimana cara ambilnya coba" ucap Haelka,

Suasana hening seketika, sepertinya Jovan sedang memikirkan sesuatu, hal yang sangat menganggu pikirannya, dia berdiam tanpa septah katapun, hingga..


"Kok Gue liat tadi...abang yang anterin makanan itu kenapa nggak pake jaket kayak biasanya kurir pesenan pake ya?, apa jaketnya lagi dijemur kali ya?" ucap Jovan, ia membuat semua orang kini menatapnya,

"Itu abang yang kerja di kantin rumah sakit, gue minta tolong untuk anterin makanannya ke sini, soalnya gue males kalo suruh antri lama, entah kenapa tuh kantin berasa kayak cafe woi, ramenyaaa" ucap Haelka, semua tertawa bersamaan setelah mendengar ucapan Haelka

Varez mengulurkan tangannya, hendak mengambil minuman di atas meja, tangannya tidak bisa menggapai botol minuman itu, ia menepuk bahu Carez disampingnya dan meminta bantuan ke abangnya itu. Carez juga membantu Varez untuk membuka tutup botolnya, hari ini ia dimanja lagi oleh abang abangnya, kenapa ia tidak bisa mandiri sampai sekarang?. pertanyaan yang selalu mengganggu otak Varez, pertanyaan itu

(Setelah membiarkan mereka menyantap makanan......}

Rendy membersihkan sampah sampah di atas meja, dan kembali duduk di samping Malvin. Sang leader itu.. Malvin menoleh ke arah Varez, ia menatap dengan serius ke mata adik terakhirnya itu, satu pertanyaan yang akan ia sampaikan...

"Varez kena kasus bully ya disekolah?" tanya Malvin dengan ekspresi serius. Varez terdiam sebentar, ia sungguh takut menjawab pertanyaan itu, sudah ia coba untuk menyembunyikan semua itu tapi tetap saja terbongkar.

Eh?, nggak kok bang "ucap Varez, jelas sekali anak itu berbohong.

"Bisa nggak Varez jangan bohong sama abang?, abang udah deger semuanya langsung dari guru kamu, tapi kamu masih berusaha bohong kayak gini?" ucap Malvin, ia akan selalu sabar kalau menghadapi Varez.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 06, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

7 Days for 7 Dreams Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang