ANNYEONG YEOROBUN
HAPPY READING
•••||•••||•••
BAB. 22
Beberapa saat kemudian...ditengah meja itu, sebuah surat muncul secara tiba tiba disana, Rendy yang melihatny pertama kali langsung mengambil surat itu tanpa mengeluarkan sepetah kata pun, ia membuka surat dengan cepat dan membaca tulisan yang ada didalamnya, itu bukan surat ucapan, melainkan surat perintah atau urutan yang harus mereka kerjakan, terdapat tulisan hadiah dipaling bawah suratnya,
Isi surat:
" 1. Bagilah beberapa orang untuk mengerjakan persoalan yang ada disana, 2. Kumpulkan semua jawaban yang akan menjadi kode untuk membuka sebuah pintu, 3. Jika berasil membuka pintunya...maka kalian juga akan keluar dari mimpi ini, mudah bukan" -FI FmRnN-
Rendy memberikan surat itu ke Malvin dan menyuruhnya untuk segera membagi orang menjadi beberapa kelompok, setelah beberapa menit memutuskan, akhirnya mereka sudah membentuk kelompok yang akan menyelesaikan soal soal aneh dengan cepat, Malvin dan Haelka yang akan mengurus dibagian kardus yang berisi berkas, Jovan, Nathael, juga Rendy akan mengambil alih area meja ilmiah, dan sisanya seperti Carez, Varez, dan Yudzi akan berada di bagian papan pisau.
Di tempat Malvin dan Haelka, benar benar hanya kardus saja yang ada disana, mereka mengeluarkan semua berkas dari dalam kardus dan mengurutkannya dari bilngan terkecil hingga terbesar, setelah diurutkan...ada beberapa berkas yang hilang, dari berkas nomor 100 hingga 250 semua sudah diurutkan, tapi...dimana berkas nomor 207 dan 227?, dua berkas itu tidak ada disana.
Ditempat Jovan, Nathael, dan Rendy, mereka bertiga memperhatikan gelas gelas yang berjejeran itu sedari tadi, entah apa yang akan mereka lakukan pun mereka bingung, oke...Rendy mencoba untuk fokus, ia mengambil botol yang berisi cairan dengan tulisan di permukaan luar botolnya,
" Hidrogen peroksida? " ucap Rendy, ia menuangkan cairan dari botol itu ke salah satu gelas kimia yang ada disana, isi dari gelas kimia itu berwarna hitam pekat dan gelap, setelah Rendy menuangkan Hidrogen kedalamnya...cairam hitam itu kini berubah menjadi bening dan transparan, Rendy...anak itu terkejut, ia segera mengangkat gelas kimia itu dan menunjukkannyake Nathael dan Jovan,
" Berhasil!, ada tulisan disini " ucap Rendy, ia membuat dua orang disampingnya itu terkejut juga dan menoleh ke arahnya,
" Angka tiga...tiga...empat!, coba lo tuang ke gelas yang lainnya juga bang " ucap Jovan, Rendy memberikan gelas itu e Nathael agar dia bisa menuangkan cairan Hidrogen tadi ke gelas lainnya, tapi kali ini memang semuanya berhasil menjadi bening...tapi tidak ada tulisan lagi di gelas setelahnya, berarti hanya angka tiga petunjuk yang mereka dapatkan.
" Cuma itu yang ada angkanya, yang lainnya kosong " ucap Rendy,
" Bang!, udah ada petunjuk belum? " tanya Jovan, ia menatap ke arah Malvin dan Haelka yang masih bingung dengan apa yang sebenarnya akan mereka cari,
" Gimana mau ketemu petunjuknya?, berkasnya aja nggak lengkap kayak gini " kesal Haelka,
" Haelka! " teriak Malvin,
" Wakhhh!, apa bang? " tanya Haelka, anak itu terkejut bukan main,
" Ini kotak lagi, tapi ada gemboknya, kayaknya pake kode deh " ucap Malvin, ia memberikan kotak itu ke Haelka, Jovan dan Nathael penasaran dengan apa yang dipegang Haelka itu, mereka berdua mendekat ke area Haelka dan Malvin,
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Days for 7 Dreams
Fanfic|| 7 lelaki berbeda orang tua yang menjadi satu keluarga, berjuang untuk mempertahankan jumlah anggota mereka, meraih mimpi dan kebahagiaan bersama. ||
