~BAB.19

127 5 1
                                        

HI, HELLO, ANNYEONG YEOROBUN, HAPPY READING ❤🥳👍🏻.

•••||•••||•••||•••








BAB. 19

Suara menggema kembali dilorong, lonceng yang selalu berbunyi setiap satu jam, kini mereka akan diminta untuk turun dan berbaris ditengah lapangan, dengan meja kecil disamping lapangan yang tersusun rapi dan gelas yang diletakkan diatasnya, jangan lupaka pistol dengan jumlah yang cukup untuk semua yang ada disana.

Semua sudah berbaris dengan rapi, para pria itu memberkan sepasang sarung tangan dan kacamata pelindung, Mereka akan diberi beberapa kesempatan untuk menembak ke arah gelas yang diletakkan diatas meja dengan jarak lumayan jauh, Varez dan yang lainnya sudah bersiap dengan posisi menembak mereka, Malvin berdiri dibelakang Varez, dia sedang sibuk dengan bolpoin dan kertas ditangannya, di memberikan kertas yang ia genggam tadi Ke Yudzi disampingnya, Anak itu, Yudzi...ia menoleh ke arah Malvin, mengambil bolpoin ditangan Malvin, dan menuliskan kata kata diatas kertas itu lalu mengembalikannya ke Malvin, anak itu menganggukkan kepalanya, dan tersenyum tipis ke arah Yudzi,

Isi surat:
" Apa yang akan dilakukan kali ini? " -Mlvn-
" Kau hanya perlu menembak dengan benar ke gelas itu, sebanyak tiga kali, pastikan pasang wajah datarmu, seperti yang
  lainnya...bersikaplah seolah kau dibawah kendali mereka karena minuman yang mereka beri " -Ydz-

Malvin secara diam diam memberikan surat itu secara bergantian ke adik adiknya, hingga berhenti di Varez, ia memasukkan kertas itu kedalam saku celananya, dan kembali menatap ke depan dengan memasang wajah datar, Jovan tepat berada didepannya, anak itu menembakkan gelas yang jaraknya lumayan jauh hanya dengan sekali tembak saja, baiklah kini giliran Varez, dia tidak akan mematuhi aturan lagi kali ini, tapi ia tidak sengaja berhasil menembak gelas itu, ia hendak meletakkan kembali pistolnya, tapi salah satu pria itu kembali meletakkan gelas disana...meminta Varez untuk menembaknya lagi, baiklah hanya dia yang mendapat kesempatan dua kali menembak gelas, jika yang lainnya gagal ya sudah dibiarkan saja, tapi tidak untuk Varez.

                       " Kalian sengaja menungguku gagal bukan?, baiklah " ucap Varez sedikit berbisik, ia mengaahkan pistol yang dipegangnya ke arah salah satu dari pria disana,

                       " Gelas...terlalu mudah Untukku, bagaimana kalau salah satu dari kalian yang menjadi sasarannya? " ucap Varez, ia memberikan senyum licik yang sangat jarang ia tunjukkan, berjalan maju mendekati pria itu, dan menempelkan alat tembakan ke arah leher tepat di tempat luka sayatan itu, tanga pria dihdapan Varez itu menyingkirkan pistol yang diarahkan padanya,

                       " Aku akan menunjukkan sesuatu untukmu, khusus untukmu " ucap pria itu,

                       " Tidak ada yang boleh mengikuti kami, kalian semua tetap disini! " lanjut pria itu dengan penegasan dikalimatnya,

Mereka berdua berjalan menuju ke kolam renang gelap yang dimaksud Yudzi waktu itu, pria berbaju hitam dengan luka dilehernya terus menarik tangan Varez secara paksa, ia menghentikan langkahnya, mengajak Varez ke tepi kolam itu, berdiri tepat di tepinya,

                      " Apa yang akan kau lakukan? " tanya Varez, kerah bajunya dipegang erat oleh pria itu, sedikit mendorong tubuh Varez tapi tetap mengenggam kerahnya,

                      " Membuatmu mengetahui lebih luas tentang masa lalu " ucap pria itu, tangannya melepas genggaman dari kerah Varez, dan sekarang menjatuhkan anak itu ke dalam kolam gelap, dan sunyi,

7 Days for 7 Dreams Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang