HI HELLO ANNYEONG YEOROBUN, HAPPY READING 😁
•••||•••||•••
BAB . 24
Sepuluh detik mereka menahan pintu agar tidak terbuka, dan benar saja...pintu beserta dengan hotel dan juga pria itu menghilang dari sana, kini mereka bertujuh...oh iya jangan tinggalkan Yudzi dan Riky, pokoknya mereka semua kini berad di tempat pertama kali Malvin dan yang lainnya masuk ke dalam mimpi Varez, iya di depan hotel yang kini sudah hilang entah kemana,
" Dunia mimpi Varez yang benar benar imajinatif, wow...merinding gue " ucap Haelka,
" Nilai tulisan karangannya aja 100, gimana nggak imajinatif nih anak " ucap Jovan, mereka berdua dengan lucunya berdiri di samping Malvin disaat yang lainnya terduduk di tanah,
" Selesai, berakhir, tamat, saatnya pulang! " kini giliran Nathael yang berbicara,
" Varez lo nggak papa kan? " Carez masih sibuk menghawatirkan adiknya itu,
" Nggak papa abang..., jangan panikan kenapa?, Varez oke oke saja, hehehe " ucap Varez, ia tertawa di hadapan Carez yang memasang wajah panik,
" Sudah, kalian boleh kembali, dan Varez...selamat bangun dari masa koma yang kamu jalani " ucap Yudzi yang ucapannya diangguki oleh Riky,
" Yudzi...kamu nggak ikut? " tanya Varez dengan wajah polosnya,
Yudzi membantu Varez bangun dari duduknya, ia memegang kedua bahu Varez dan menepuknya secara bersamaan, menghembuskan perlahan napasnya, dan menatap lembut ke arah orang dihadapannya itu, sedangkan Riky membantu yang lainnya,
" Nggak bisa Var, ini duniaku, dan aku halusinasimu...yang tidak benar benar ada di dunia nyata, maaf ya kalau aku selalu mengganggumu setiap dikamar, dan memecahkan gelas beruang yang baru saja kamu belikan untuk Haelka, maaf juga karena membuat traumamu kambuh setiap saat " ucap Yudzi, jadi...selama ini...., tunggu, Varez tersenyum setelah mendengar ucapan Yudzi, benar benar senyuman cerah,
" Kalau Varez tau itu dari awal, Varez bolehin Yudzi untuk gangguin Varez terus kok, boleh banget biar Varez ada teman, walau cuma imajinasi doang " ucap Varez, warning!, pembicaraan dua bocah yang hanya mereka berdua saja yang dapat memahami maksudnya, karena.....Haelka benar benar frustasi melihat kecerdasan imajinasi adiknya itu, jujur ia menyerah, tapi.....Varez adik kesayangnnya, jadi biarkan saja lah,
Jadi biar disimpulkan dan dijelaskan, kini sosok 'Si antagonis' itu terungkap sudah, Yudzi lah orangnya, dia lah 'Si antagonis' itu yang selama ini menganggu Varez, sedikit mengejutkan...tapi memang benar Yudzi orangnya, sudah tidak ada tanda tanya lagi bagi Varez, ia lega dan tenang setelah mendengar semua itu, dengan begitu ia tidak dapat meletakkan rasa dendam untuk Yudzi, karena dialah imajinasinya di lima tahun lalu dan sekarang, ia tidak bisa membenci anak dengan umur yang lebih muda darinya itu, lantas siapa Riky?, dia adalah pria yang waktu itu berdiri didepan pintu rawat Varez di kejadian setelah hutan, itu Riky, karakter mereka berdua benar benar berbanding terbalik dengan yang Varez lihat didunia nyata, benar sangat berbeda, seperti kepribadian ganda dengan sofat antagonis dan protagonis dalam satu jiwa, itulah Riky dan Yudzi.
" Pergilah!, bangun dari koma itu oke?, lewati gerbangnya dan kalian akan keluar dari mimpi Varez ini " ucap Yudzi, Varez memberikan sebuah pelukan hangat untuk Yudzi,
Varez dan keenam abangnya itu melangkahkan kakinya melewati gerbang itu, dan benar...gelap sebagai transisi kembalinya mereka ke dunia nyata menyambut, haha, oke fokus.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 Days for 7 Dreams
Fanfiction|| 7 lelaki berbeda orang tua yang menjadi satu keluarga, berjuang untuk mempertahankan jumlah anggota mereka, meraih mimpi dan kebahagiaan bersama. ||
