~BAB. 17

119 8 0
                                        

Hi, Hello, Annyeong Yeorobun, Happy Reading 🥳.


•••||•••||•••



BAB. 17


Mereka semua menuju ke rumah sakit dengan perasaan panik yang mencoba untuk mereka pendam tapi tidak bisa, Nathael duduk di samping Carez dengan tisu ditangannya, bersiap untuk menadai air mata Carez, beberapa menit kemudian, mobil telah sampai didepan rumah sakit, Carez segera berlari ke dalam gedung serba putih yang dibangun dengan mewah, disusul Nathael kemudian yang lainnya, mereka meninggalkan dua perawat tadi didalam mobil.

Didepan kamar ICU, ada satu perawat yang mencegah Carez dan lainnya masuk,

                         " Maaf, pasien masih dalam masa perawatan " ucap perawat itu,

                         " Keadaannya gimana? " tanya Jovan,

                         " Kondisi pasien masih kritis, pasien mengalami pendarahan di kepala, dan beberapa luka akibat pecahan kaca di tangannya " ucap perawat,

'Boom...'

Wahhh, kabar buruk menyambut mereka, Kabar yang selalu dilatar belakangi oleh Varez, belum ada satu minggu anak itu keluar dari rumah sakit, sekarang?, ia kembali lagi dengan keadaan yang juga kritis, sudah seperti rumahnya saja, mereka benar benar terkejut, amat sangat terkejut dengan hadiah di siang hari, Carez tidak mampu untuk berkata kata, tubuhnya melemas, ia terjatuh kelantai dengan air terjun dimatanya,

                         " Carez!!! " ucap yang lainnya secara bersamaan, Nathael pergi mendekati adiknya yan terjatuh itu, memberikan plukkan yang bahkan tida bisa menenangkan Carez, saat ini dia hanya ingin melihat Varez,

Beberapa menit kemudian, seorang dokter keluar dari ruangan itu, tangannya melepas masker yang menutupi wajahnya, dan sarung tangan berlumuran darah, mengapa harus membuka sarung tangannya diluar ruangan?, itu hanya akan membuat Carez semakin menangis histeris, Rendy mendekati dokter itu, dan bertanya soal keadaan Varez,

                          " Bagaimana keadaan adik saya dok? " tanya Rendy panik,

                          " Benturan dikepala yang dialami oleh pasien lumayan kuat, mengakibatkan banyaknya pendarahan yang keluar, saya membawa dua kabar, kabar baik dan kabar buruk " ucap dokter itu,

                          " Maksudnya dok? " tanya Malvin, dia berdiri disamping Rendy,

                          " Kabar baiknya pasien berhasil melewati masa kritis, tapi kabar buruknya...pasien harus mengalami koma, hanya itu yang bisa saya sampaikan, jika kalian ingin menjenguknya, silahkan " ucap sang dokter, yang kemudian pergi bersama para perawat tadi, Carez masih terduduk dengan lemas, ia menatap ke arah Nathael disampingnya,

" Kejadian lima tahun lalu terulang lagi bang..., Varez disini lagi bang... " ucap Carez, ia memukul dadanya, melampiaskan amarah, sama seperti Varez kalau marah,

                           " Varez udah boleh dijenguk, kita masuk ke dalem ya? " ucap Haelka,

***

Kini mereka didalam ruang ICU, menatap ke arah Varez yang sedang memejamkan matanya, berniat untuk tidur panjang, tapi jangan terlalu panjang ya, nanti mansion sepi kalo tanpa kamu Varez, Carez tanpa kamu sehari aja kayaknya udah meriang tuh anak, udah jauh dari bundanya, jauh dari adiknya pula kalo kayak gitu, mereka semua mungkin masih agak terkejut dan tidak percaya, baru saja tadi pagi senyuman masih tergambar jelas di wajah Varez, kini anak itu sudah kembali membaringkan tubuhnya yang lemas di atas ranjang putih rumah sakit, Lagi dan lagi.

7 Days for 7 Dreams Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang